Presiden RI, siapa dia?

Catatan Redaksi:
Bang Iwan kembali hadir dengan serial khususnya! Serba-serbi Presiden Republik Indonesia akan hadir berseri sebanyak 14 serial mulai hari ini sampai dengan pelantikan presiden terpilih tanggal 20 Oktober nanti…dengan thema khusus…
 
JELANG HARI PELANTIKAN PRESIDEN RI
 
SERBA SERBI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (1)
 
Presiden RI, siapa dia?

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
 
Visual artikel (1)a SETIAP guncang gancing pergantian presiden Indonesia, pasti akan menjadi berita dunia dimana saja, di setiap halaman surat kabar berbahasa apapun, di berita dunia dalam gelombang radio manapun. Presiden Indonesia adalah jabatan penting dan bergengsi, yang selalu diperhatikan dunia. Siapa pun presiden baru Indonesia, yang naik melalui pergantian kekuasaan secara berdarah maupun melalui kotak suara, pasti akan diberitakan dunia.
 

Menjadi seorang presiden Indonesia, berarti punya 230 juta nyawa yang akan dia pimpin selama lima tahun, dan bisa berlanjut lima tahun lagi, kalau dia mau. Kalau sudah dua kali memimpin atau selama sepuluh tahun, dia tak boleh lagi menjadi presiden. Dalam prakteknya, seseorang warga negara bisa menjadi presiden selama, 10 tahun, lalu sebagai wakil presiden juga selama 10 tahun. Total 20 tahun di pucuk kekuasaan. Gimana caranya? Misalnya Presiden A dan Wakil Presiden B dipilih dua kali berturut-turut selama 10 tahun. Setelah itu tak bisa dipilih kembali. Nah, mereka tukar posisi dan ini dibolehkan oleh peraturan sehingga menjadi Presiden B dan Wakil Presiden A, yang kemudian dipilih lagi selama 10 tahun berturut-turut.

Visual artikel (1)   

Seorang presiden RI adalah orang nomor empat di jagat raya, yang paling berkuasa memimpin suatu entitas yang disebut negara atau bangsa. Presiden Republik Rakyat Cina merupakan orang nomor satu di jagat, yang punya rakyat paling banyak. Menyusul perdana menteri India dengan jumlah rakyat yang hampir sama dengan Cina diatas satu milyar jiwa. Barulah presiden Amerika Serikat dengan seperempat milyar manusia yang siap dikendalikan dari Ruang Oval. Ditambah lagi, pengaruh otot negara AS yang secara politis sangat kuat, seorang presiden AS kadang dijuluki “orang paling berkuasa di dunia”.

Nah, setelah itu barulah presiden RI. Kebayang ‘kan, kalau presiden Cina, PM India, presiden AS dan presiden RI bertemu berempat. Dari empat orang itu saja, sudah mewakili setengah penduduk dunia! Makanya KTT G-20 sangat punya pamor yang tinggi, karena di dalamnya ada empat pemimpin besar itu. Plus negara-negara berpenduduk besar lainnya.

Pamor seorang presiden Indonesia makin naik setelah tahun 2004, ketika untuk pertama kali dipilih langsung oleh rakyatnya. Sebelumnya tahun 1999 presiden Indonesia dipilih secara demokratis melalui pemungutan suara di parlemen, tapi bukan langsung oleh rakyat. Julukan yang pernah diberikan kepada Indonesia tahun 1955, yaitu “negara demokrasi terbesar ketiga di dunia”, kembali melekat. Tahun itu Indonesia berhasil mengadakan pemilu paling demokratis dalam sejarah Indonesia (dan mungkin juga di dunia). Saat itu baru India dan AS yang punya sistem pemilu yang baik dan demokrasi. Lha, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada atau negara-negara barat lainnya kok nggak dianggap? Ya, karena penduduknya tak sebesar India, AS dan juga Indonesia.

Kenapa Indonesia ketiga terbesar di dunia dan bukan keempat? Ini karena Cina bukan negara demokrasi a la barat. Pemimpin di sana tidak dipilih oleh rakyat secara langsung, melainkan melalui mekanisme dalam partai komunis yang berkuasa secara tunggal. Jadi India lah yang disebut demokrasi terbesar di dunia, menyusul AS dan Indonesia di urutan kedua dan ketiga secara berurutan, yang dilihat dari jumlah penduduknya (by population).

Begitu hebatnya menjadi seorang presiden Indonesia, lalu siapa sebenarnya presiden Indonesia? Seberapa besar sih kekuasaannya? “Berapa divisi sih kekuatan Paus itu?”, kata pemimpin Uni Soviet Josef Stalin yang pernah mengejek pemimpin umat Katolik itu.

Kalau presiden Indonesia bisa lebih banyak lagi divisi yang dia punya. Apalagi dalam sejarahnya, seorang presiden Indonesia pernah berhasil merebut kembali wilayah sebesar sepertiga Eropa, yaitu Irian Barat. Lalu bisa menyerang sebuah negara tetangga dan berhasil secara paksa memasukkan koloni asing menjadi wilayahnya.

Dalam sejarahnya, kekuasaan seorang presiden Indonesia sangat kuat dan besar, dengan sejumlah pembatasan yang makin mempersempit ruang geraknya sejak reformasi tahun 1998. Dulunya, apalagi sejak tahun 1959 sampai tahun 1998, seorang presiden Indonesia begitu berkuasa penuh nyaris mutlak. Dia bagaikan raja absolut yang mengatur setiap detik nafas rakyatnya. Bahkan kalau perlu mimpi pun dia bisa tentukan, mau mimpi apa. Lembaga-lembaga negara yang ada dan sejajar kedudukannya, nyaris hanya terwujud di atas kertas. Kenyataannya, lembaga kepresidenan begitu berkuasa melebihi yang lain.

Tetapi sekarang keadaan sudah berubah. Konstitusi yang sering diubah-ubah sejak reformasi sebanyak empat kali, mempersempit wewenang seorang presiden, meski kekuasaannya tak berubah banyak. Masih perkasa tapi seperti seorang “sakit-sakitan”. Tidak seperkasa dulu. Apalagi dalam masyarakat kita ada yang namanya kekuasaan tertinggi yang sifatnya mutlak dan kekuasaan politif yang bersifat relatif. Jadi, seorang raja atau sultan di Indonesia akan lebih dihargai dan ditakuti ketimbang presiden RI.

Jarang kita dengar orang berani melemparkan telur busuk atau membuat poster demo dengan kata-kata kasar untuk menunjukkan ketidaksukaan pada raja atau sultan misalnya. Ataupun mencoba membunuh raja. Padahal para raja atau sultan itu tidak punya pasukan pengawal yang sistematis, seperti pasukan pengawal presiden. Beda dengan presiden. Pendemo berani menghalangi konvoi kendaraannya, atau menghinanya dengan kata-kata, seperti penghinaan terhadap Presiden Abdurrahman Wahid, yang sudah melampaui batas ke soal fisik, yang justru dilakukan oleh ormas-ormas keagamaan terkenal saat ingin menjatuhkannya. “Saya kapok jadi presiden”, begitu kata Presiden Soeharto beberapa hari sebelum mengundurkan diri. (*) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.