Kumis Presiden

JELANG HARI PELANTIKAN PRESIDEN RI

SERBA SERBI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (2)
 
Kumis Presiden
 
Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
 
william_howard_taftHARI Selasa siang, tepatnya tanggal 4 Maret 1913, bangsa Amerika bisa dibilang bersedih. Kenapa? Ya khususnya bagi orang Amerika yang berkumis. Hari itulah mereka terakhir kalinya memiliki seorang presiden berkumis. Ha? Hari itu hari terakhir William Howard Taft sebagai presiden AS dan presiden AS terakhir yang memilihara kumis. Dia digantikan oleh Woodrow Wilson yang tak berkumis dan dilantik saat itu juga. Para pengganti Wilson sampai yang sekarang, Barack Obama, tidak ada yang mempunyai bulu di atas bibir atas.
 
Amerika Serikat sebagai negara adidaya di dunia, sangat ironis tidak mempunyai presiden berkumis selama hampir satu abad! Yang terakhir berkumis, ya Presiden William Howard Taft itu, presiden AS ke 27 dan juga presiden AS paling tambun dengan bobot 300 pon atau 136 kg!
 
Lho apa pentingnya kumis dengan kekuasaan? Ya ada hubungannya. Kalau pemimpin berkumis, kelihatan wibawa dan serem. Lihat aja pemimpin Uni Soviet Josef Stalin dengan kumisnya yang tebal mirip kebun atau semak belukar. Udah negaranya besar, militernya kuat, plus pemimpinnya kumisan serem kayak satpam yang terlambat menerima gaji.
 
Kumis bisa juga disamakan dengan galak atau kejam. Lihat aja perangai Stalin yang berkumis tebal selama berkuasa. Bukan cuma tangan besi, tapi dengan tangan baja. Stalin sukses membangun Uni Soviet menjadi negeri yang ditakuti di muka bumi, dan juga berhasil gemilang menghilangkan banyak nyawa rakyatnya sendiri.
 
Dari semua kumis pemimpin yang paling controversial adalah kumis Adolf Hitler. Meski hanya sekotak kecil sekitar 1 sentimeter persegi, namun kumis itu sangat sarat simbol. Kini siapapun pemimpin yang dikumisi Hitler, artinya pemimpin itu rasis, jahat dan membela kekuatan iblis. Waktu Presiden AS Ronald Reagan ngotot mengunjungi sebuah pemakaman di Jerman Barat tahun 1985, dia didemo besar-besaran oleh masyarakat. Wah salahnya apa? Ternyata dalam pemakaman itu, ada beberapa prajurit Nazi juga dikuburkan di situ. Nah, orangpun murka sambil melayangkan gambar Reagan tersenyum ceria ditempeli kumis Hitler.
 
Di Indonesia lebih menyedihkan lagi. Sejak merdeka belum pernah bangsa Indonesia merasakan memiliki pemimpin yang berkumis. Dari Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono, tak satupun yang berkumis. Apalagi Presiden Megawati, tidak mungkin berkumis. Bisa geger dunia. Sebenarnya Soekarno juga berkumis semasa kuliah di Bandung pada tahun-tahun pertama. Kumisnya tak tebal-tebal amat, hanya sedikit bagai semut berjejer. Kenyataan ini bisa dilihat pada buku karyanya, Di Bawah Bendera Revolusi jilid pertama. Di situ ada Soekarno berkumis sewaktu usia 20an tahun.
 
Visual artikel (2) Bagaimana Soeharto? Dia tak pernah memamerkan kumisnya, tapi galaknya minta ampun sebagai presiden. Meski tanpa kumis, dia sangat ditakuti dan dianggap sebagai pemimpin ‘tangan besi’ dengan gayanya yang khas pemimpin Jawa. Pada masa mudanya di awal tahun 1950an, Soeharto justru memelihara kumis dan tampak ganteng. Sebaliknya Bachruddin Jusuf Habibie memelihara kumis setelah jadi presiden Indonesia. Selama 17 bulan jadi presiden, Habibie tak pernah berkumis, bahkan sebelumnya pun tak pernah ada Habibie berkumis.
 
Setelah menjadi warga negara biasa, dia memelihara kumis meski tipis kayak Soekarno. Ya pokoknya berkumis lah.  Gus Dur atau SBY tidak pernah berkumis sama sekali, baik sebelum atau sesudah menjabat presiden. Susah mencari visual mereka berdua berkumis, entah muda dulu atau kapan. Apalagi Megawati, perempuan pertama yang menjadi presiden Indonesia.
 
Visual artikel (2)a Rakyat Indonesia akhirnya baru bisa merasakan punya pimpinan tertinggi yang berkumis, meski cuma wakil presiden, ketika Umar Wirahadikusumah diangkat menjadi wakilnya Soeharto tahun 1983. Di daftar wakil presiden “agak banyak” yang berkumis dibanding RI-1. Bahkan sekarang kita bisa menikmati tinggal beberapa hari lagi, memiliki wakil presiden berkumis, yaitu Jusuf Kalla. Dialah orang kedua yang berkumis menjadi wakil presiden, setelah Umar Wirahadikusumah. Pengganti Kalla, yaitu Boediono malah tak berkumis.
 
Nggak tahu penggantinya kelak di tahun 2014, apakah berkumis atau tidak. Rasanya agak tipis harapan punya presiden dan wakil presiden berkumis tahun 2014 kelak. Diantara para pemimpin ASEAN juga jarang ada yang berkumis sejak organisasi itu berdiri selama 40 tahun. Paling cuma Sultan Brunei yang kumisan. Kumis mungkin bukan lagi simbol yang bisa menakutkan lagi.
 
Kumis sebagai fungsi kewibawaan bagi seorang pemakaiannya, sangat sulit dibuktikan kebenarannya untuk presiden-presiden Indonesia, kecuali untuk raja-raja Jawa. Susuhunan Pakubuwono X dari Kraton Surakarta Hadiningrat, terkenal sebagai susuhunan yang terbesar, memiliki kumis menyeramkan yang membungkus kewibawaannya sebagai raja yang diutus Tuhan untuk orang Jawa.
 
macam2kumis    
Selama setengah abad, Indonesia diperintah oleh pemimpin tak berkumis yang keras dan cenderung berkuasa mutlak. Justru pemimpin yang tak berkumis malah masuk golongan dictator atau pemimpin bengis atau sadis. Pol Pot, Mao Zedong, Mussolini, Idi Amin, Al Capone, perwira-perwira Nazi, pembunuh berantai yang psikopat atau pemimpin-pemimpin Serbia yang bengis, justru tak ada yang berkumis. Lha, kalau gitu apa fungsinya kumis? Buat mainan anaknya yang masih kecil atau jadi merek soto mungkin seperti di sekitar Jalan Blora, Jakarta. “Soto Pak Kumis” (*)

kumis    

44 Comments to "Kumis Presiden"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  9 February, 2011 at 11:41

    Huahahaha…Om Tatang bisa2nya aja. Baik lah saya laporkan ke atasan saya perihal ini. Nanti akan ditindaklanjuti. Percaya deh sama ahlinya…

  2. Tatang  9 February, 2011 at 11:09

    Gubernu DKI sekarang berkumis, malah tinggi kumisnya dari permukaan tanah jadi standar apakah air di jalanan jakarta itu genangan atau banjir, seperti statement beliau bahwa yang selama ini terjadi di Jakarta hanya genangan saja.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.