Jilbab

Budiman Hakim – Indonesia

Mau pake jilbab malah dilarang. Jaman sudah edan!

Setelah mendalami agama Islam cukup dalam, seorang teman, terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap dan bertekad untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab. Sebagai orang yang cukup berada dan gaul, dia tidak pergi ke sembarang toko pakaian.Sebagai orang yang senantiasa stylish, dia ingin tetap tampak gaya walaupun berpakaian muslim yang serba tertutup.

Di sebuah butik terkenal, dia membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model. Setelah memperoleh apa yang diinginkannya, dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.

Sesampainya di rumah, dia mencoba lagi semua pakaian itu. Satu persatu dia kenakan lalu berdiri dan berputar-putar di depan cermin. Merasa puas dengan penampilannya, dia pun ke luar dari kamar dan menunjukkan penampilan barunya pada orang tuanya 'TAARAAAAA!!'

Tapi apa yang terjadi? Bapak dan ibunya langsung terkejut dan menjerit. Mereka murka bukan main melihat anaknya berpakaian seperti itu. Dengan suara keras mereka meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.

Anak itu tentu merasa terpukul sekali hatinya…bayangkan! Bukannya mendukung, Ayah ibunya sendiri malahan menentangnya untuk mengenakan jilbab.

Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya. Dia memberikan berbagai alasan dan argumentasi. Akan tetapi ayah ibunya tidak bergeming. Bahkan mereka mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras. Dia tidak akan diaku anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab.

Anak itu menangis menggerung-gerung. Kesedihan yang luar biasa membuat dia merasa tidak berharga. Dia merasa menjadi anak yang paling malang sekali nasibnya.
Setelah tangisnya mereda, pikirannya pun lebih terbuka. Dia meminta guru agama tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Setelah berbicara panjang lebar, nasib belom juga berpihak kepadanya. sang guru menolak untuk jadi penengah.

Tidak berputus asa, dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya. Inilah harapan terakhir, dia sangat berharap ustad ini mau membujuk orang tuanya agar diizinkan memakai jilbab… hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak permintaannya mentah-mentah.

Aaahh…belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu. Dia merasa betul2 sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir. Dia menghampiri orang tuanya.

"Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri. Saya tidak main2. Saya akan bunuh diri!!!" Pekiknya dengan suara amat memilukan diselingi sedu sedan isak tangisnya.

Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya. Belom pernah ada kemelut begitu besar dalam keluarga itu sebelumnya.

Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih,
"Bambang! Mek wong wedok sing karepe ngono. Kowe lanang la'po nganggo jilbab?" (Terjemahan : Bambang! Cuma perempuan yang keinginannya seperti itu. Kamu laki ngapain mau pake jilbab?)

ngakak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.