Dari Kaliurang sampai Kaliadem

Dewi Aichi – Brazil

Halo sahabat Baltyra di seluruh dunia,

Yuk kita bahas masalah perkalian ya, saya bukan bu guru yang mengajar matematika lho ya, tapi ini nama tempat di wilayah Jogjakarta. Sahabat Baltyra yang pernah ke Jogja pasti tau tempat ini, apalagi yang memang asli Jogja. Atau yang pernah sekolah di Jogja..tempat ini biasa untuk janjian, pacaran he he…sampai sekarang lho..malah lebih meriah oleh pasangan muda mudi.

Ha ha..jadi inget kenangan masa remaja, rame-rame ke Kaliurang berboncengan motor masih pake seragam putih abu-abu. Nyampe di Kaliurang ya paling pol makan bakso , trus jalan masuk hutan Turgo, trus mulai deh pada aksi mengukir hati di pohon pinus, trus dikasih gambar panah dan dikasih nama pacarnya ato cowo yang sedang ditaksir, Dewi love ??*%%$#@. Kira-kira masih ngga ya pohon itu sekarang setelah sekian tahun?

Kita awali dari Kaliurang ya! Saya ingat dulu waktu masih SD, kebiasaan menggambar gunung Merapi dan Merbabu, yang seakan berdampingan. Di tengahnya ada jalan lurus disertai dengan hamparan hijau yang menggambarkan sawah dengan tanaman padinya.

Sampai saat ini, pemandangan gunung Merapi masih memberikan sensasi tersendiri bagi saya. Pemandangan seperti ini tidak bisa dipisahkan dengan tempat sejuk di Kaliurang.

Merapi

Berjarak 28 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat, serta menjadi tempat yang menyenangkan. Ke arah timur laut, terdapat Plawangan Turgo. Bisa memasuki kolam renang Telogo Putri yang airnya berasal dari mata air bukit Plawangan.

Dulu saya suka sekali treking ke Turgo bersama temen-temen. Di sana bisa menikmati pemandangan alam dan suasana hutan pinus di kawasan kaki gunung teraktif di dunia ini. Suasana pedesaan yang menawarkan suasana kehidupan asri, perkebunan teh yang hijau, dan di sana kita bisa menikmati bagaimana memproses daun teh sampai menjadi teh manis hangat.

Di Pintu masuk ke Turgo, kitapun bisa menikmati lezatnya tahu dan tempe bacem yang disertai dengan jadah gurih (jangan kuatir ini halal jadah kok).

Pemandangan desa yang indah dengan hamparan hijau dan sejuk bisa menghilangkan kepenatan dari panasnya udara kota yang ramai dan penuh kendaraan bermotor.

Dan sekarang tempat wisata Kaliurang dilengkapi dengan museum Gunung Merapi yang terletak di Hargobinangun Pakem. Museum ini dibangun selama 4 tahun, dan sudah di buka bulan ini.MGM ini merupakan patungan antara pemerintah pusat, propinsi, dan kabupaten. Tujuannya untuk sebagai wahana informasi, penelitian, pendidikan, dan wisata tentang kegunungapian.

Fasilitas yang ditampilkan antara lain maket Gunung Merapi, animasi erupsi Merapi, plasa tematis, gedung teater, dan foto-foto dokumentasi aktivitas gunung-gunung berapi dunia.

Di museum tersebut, pengunjung dapat melihat‑lihat koleksi yang dipajang, diantaranya diorama Gunung Merapi, foto‑foto Gunung Merapi, foto awan panas, batu‑batu Merapi, foto erupsi Merapi dari tahun 1900 sampai dengan 2007.

Saya sendiri belum pernah berkunjung wong waktu Agustus kemarin masih dalam tahap penyelesaian, dan persiapan untuk peresmiannya. Sayang sekali saya ngga sempat fotoin itu bangunan museum, berhubung cuma lewat di depannya, dan tidak kepikir untuk membuat tulisan ini.

Kaliadem,

Beralih ke Kaliadem, dulu di sini merupakan sebuah desa yang subur, hijau. Berdiri beberapa kios souvenir di samping bunker. Dari kaliadem ini kita bisa memandang puncak gunung Merapi dengan sangat jelas , melihat keluarnya lava panas, apalagi di malam hari, material panas berwarna merah bergulir ke bawah perlahan merupakan pemandangan yang sangat eksotik.

Kini setelah terjadinya erupsi pada tanggal 14 Juni 2006, maka pemandangan di Kaliadem berubah total. Setelah 3 tahun, tumpukan material erupsi itu masih ada, dan ini merupakan daya tarik sendiri bagi wisatawan. Kaliadem yang terletak di desa Cangkringan Sleman itu kini telah menjadi lautan batu dan pasir, meski sudah berkurang akibat penambang pasir dan guyuran hujan.Udaranya masih sejuk,pemandangan alam yang luar biasa indah.

Kaliadem 2 minggu setelah erupsi

bangunan kios yg tertimbun erupsi, 2 minggu setelah erupsi.

Ini baru satu dari sekian ribu tempat di wilayah Indonesia yang bisa di banggakan. Merupakan harta yang harus dikembangkan terus , mengingat letak geografis wilayah Indonesia sangat mendukung untuk itu. Dari Sabang sampai Merauke, merupakan hamparan permadani yang layak untuk di nikmati oleh siapapun. Tinggal kita sebagai warga negara Indonesia untuk merawat dan memeliharanya.

Kepada pembaca Baltyra, gambar-gambar yang saya sertakan ini adalah gambar yang saya punya saja, jadi tulisan saya ini tidak didukung oleh gambar yang memang saya siapkan untuk tulisan ini. Maaf ya sodara-sodara he he..!

Tebing

penambang pasir

Merapi di latar belakang

Lembah Pasir

Lagi mojok

Iki aku

Nampang

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *