Melanesia: Solomon Islands

Mpek Dul – Holland

Luas Negara 28.896 km² (3,2% terdiri dari air).
Jumlah penduduk : 581.318 (2008) = 20,1/km²
Bahasa resmi : Inggris
Ibu kota : Honiara yang terletak dipulau Guadalcanal
Mata uang : Solomon islands dollar (SI$)
Bentuk negara : Parlementer monarki, anggauta dari British Commonwealth
Kepala negara : Ratu Elizabeth II
Agama : Anglicaans 34%, Roma-Katholiek 19%, Methodisten 17%
Lagu kebangsaan : God Save Our Solomon Islands

Title

SolomonIslandsMap

Solomon Islands adalah grup pulau2 di sebelah barat dari Samudra Pasific, di sebelah timur dari Papua New Guinea, terdiri dari dua dereten dari enam pulau2. Choiseul, Santa Isabel, Malaita, New Georgia, Guadalcanal en Makira. Disamping itu masih ada sekitar seribu pulau2 kecil yang tidak semua dihuni.

Pulau yang ke 7 yaitu Bougainville secara geografis termasuk Solomons Island, tetapi adalah negara bagian dari Papua New-Guinea.

Di kepulauan Salomon ini mengenal 70 bahasa. Bahasa nasional adalah bahasa Inggris Melanesia (Pidgin). Meskipun menjadi protektorat Inggris, namun orang2 dari kepulauan ini sendiri banyak yang tidak menguasai bahasa Inggris sendiri.

Mata pencaharian penduduknya adalah dari pertanian, perikanan dan perhutanan, bahan2 bakar seperti bensin harus diimport dari luar negeri, meski negara ini sangat kaya nikkel, emas, timah.

Solomon Islands pertama kalinya diketemukan oleh seorang Spanyol yang bernama Alvaro de Mendaña de Neira. Dalam perlayarannya dari Peru pada th 1586 mencari legenda Ophir, di mana Salomo mengambil emas. Akirnya dia menemukan pulau2 ini sehingga dinamakan Salomo Islas atau Solomon Islands.

Baru sekitar awal abad ke 19 orang2 Eropa pertama mendarat disini dengan maksud mencari budak2 dan juga para missionaris.

Untuk pertama kalinya pada th 1893 negara ini menjadi perlindungan Inggris ketika Inggris menganggap Negara ini sebagai jajahan mereka.

Pada tahun 1942 Jepang mendarat di Guadalcanal, sehingga negara ini terlibat PD II dan pertempuran yang sangat dikenal di sejarah yaitu “Battle of Guadalcanal“, di mana AS terlibat dan lebih dari 24.000 tentara gugur di medan pertempuran itu.

Pada tahun 1976, megara ini mendapatkan autonomi dan tahun 1978 merdeka. Pada th 1998 terjadi perang saudara yg berlangsung sampai th 2001, sehingga negara ini bangkrut, sehingga tidak dapat membayar gaji pegawai negeripun dan membuat negara ini tergantung sepenuhnya dari bantuan luar negeri, terutama dari Taiwan, yang sebagai imbalannya, negara ini mengakui kedaulatan Taiwan sepenuhnya. Di samping itu negara ini tergantung dari New Zealand di dalam bidang keamanan dan kepolisian.

Baru sejak 2003 ada perbaikan sehingga keadan ekonomi dan turisme mulai berkambang. Pada bulan april 2007 bagian barat dari pulau ini terkena tsunami sehingga beberapa desa hancur dan 52 orang meninggal dunia. Pulau2 ini hampir tiap tahun ditimpa orkan dengan kecepatan angin yang dpt mencapai 300km/jam dan gelombang setinggi 5 meter.

Solomon air

Solomon Island sendiri terbagi dari sembilan provinsi dengan ibu kota dan pusat pemerintahan yang berada di Honiara; Central dengan ibu kota Tulagi, Choiseul = Taro Island, Guadalcanal = Honiara, Isabel = Buala, Makira = Kirakira, Malaita = Auki, Temotu = Lata, Western = Gizo, Rennell-Bellona = Tigoa.

The children of Solomon isIands

Chinese from Solomon Islands

Solomon Islands- Age marovo lagoon village header

Solomon Islands - Uepi lagoon

Solomon Islands - Romantic Kangavabay

Solomon Islands - Oislet Solomon Islands from the air

Solomon Islands - Romantic Renell Tenggano Island

Solomon Islands -50th Anniversary Stamps

Solomon Island - the underwater Reef coral

Solomon Island - penduduk asli

Solomon Island - the jungle

Solomon Island - Bleny portal fish

Solomon Island - Honaria

Royal police Solomon Islands

Our hotel King Solomon in Honaria

Nice Chinese Lady from Honaria - Solomon Islands

Honaria ibu kota Solomon Islands

Gedung Parlement Solomon Island - Honaria

King Solomon hotel in Honaria
 

15 Comments to "Melanesia: Solomon Islands"

  1. mala  9 November, 2009 at 15:42

    so beauty untuk gambar2 nya……….aku suka banget………..

  2. mpek DuL  23 October, 2009 at 17:02

    Sophie said:
    saat ini sudah ngak bisa jalan2 ala backpacker lagi, mesti mencari do it, do it buat keluarga. Terima kasih atas sharingnya, nanti ya kalau pensiun baru keliling Aspac, dengan catatan kalau masih kuat dengkulnya dan ada Do It.

    Sophie anak manis,
    Memang kalu cari do-it melulu, dengkul bisa keropos, jadi nggak bisa backpacker, dan bukannya tidak bisa jalan2 pake backpacker utn cari do-it de3n dengkul yg kerops, jadi jangan dibalik. Telur ama ayam itu duluan mana diciptakannya?

    RYc no mama said:
    …. kalau mau dolan backpacker….modal muka badak , harus berani tanya , kalau di tolak ya cari orang lain lagi…hahahaha……ditunggu artikel selanjutnya…bagus pemandangannya , terutama pemandangan lautnya ….makasih ya buat artikelnya

    Ryc, memang kalau seperti ini ya muka harus tebal, kulit kaya badak, tanduk seperti banteng, Wong ndablek itu warek, semakin ndablek makin banyak pengalamannya., nah ini baru ditengah jalan kan yg Polynesia belon dimuat ama cukong nya Baltyra

    Jane said:
    Zep zep zep!!! Hiks kena bangets! Cuma sulit mpek untuk bisa seperti itu, mungkin kalo dari eropa/amerika akan lebih mudah.

    Jane,
    Lha lebih mudah itu gimana maksudnya? Becak nggak ada, dokar nggak ada. angkot itu cuma berhenti di halte tertentu ya gjaraknya satu dgn lain 1 km, susah kan? di Jkt bisa naik turun tiap meter asal nyetop aja, kan lebih mudah

    Aaaaach ini cuma alasan melulu buat tidak usah melakukannya….

    Dasar anak2 muda jaman sekarng! Maunya hidup enak tanpa bergerak dan berkeringat, takut luntur kalo kepanasan dan kehujannan. Gimana bisa maju?

    Saya cari orang2 yang bersedia berjalan kaki dengan mpek untuk ziarah dari Perancis tengah menuju ke Santiago de Compostella di Baskenland, Spanyol. Nggak jauh, cuma sekitar 600 km, ditempuh 10 hari. Pulangnya naik kereta api.
    Silahkan lapor.

  3. RYc no mama  21 October, 2009 at 20:09

    ikutttt…duh , asyik banget petualangan-nya….yup , kalau mau dolan backpacker….modal muka badak , harus berani tanya , kalau di tolak ya cari orang lain lagi…hahahaha…ditunggu artikel selanjutnya…bagus pemandangannya , terutama pemandangan lautnya ….makasih ya buat artikelnya

  4. Jane  21 October, 2009 at 10:23

    Jangan cuman melulu cari do-it,do-it,do-it, sampai mata ijo kaya kacang ijo, sebab tidak hanya dari roti saja manusia itu dapat hidup. Pengalaman adalah guru terbaik. Cuma angan2 kepingin melulu dan mimipi saja iya nggak bakal ada perubahan

    Zep zep zep!!! Hiks kena bangets! Cuma sulit mpek untuk bisa seperti itu, mungkin kalo dari eropa / amerika akan lebih mudah.

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  20 October, 2009 at 22:08

    Aduh…negara-negara kecil (microstate) di Pasifik, lebih baik dijadiin satu aja deh. Udah kecil, jarang orang, mencar-mencar lagi dan statusnya sama dengan negara macam Cina, AS di PBB, yang penduduk sejuta kali banyaknya dengan mereka. Kayaknya nggak adil deh.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)