Operan Nasi Bungkus

Fire-Yogyakarta

Pada suatu hari, kuturut acara kumpul-kumpul dan makan-makan. Sebagai panitia, ketika acara kelar hidangan makan yang tersisa bisa dibungkus dan dibawa pulang. Perut kenyang dan bersemangat pulang, dapat nasi bungkus pula, lumayan bisa menyenangkan yang di rumah.

Jebulnya sampe rumah baru ketahuan kalo kantong plastik yang kucantelkan di gantungan sepeda motor, ternyata bolong dan bungkusan nasinya jatuh ke bawah. Ahh .. masak balik lagi ngukur dalan buat ngambil nasi bungkus yang sudah jatuh? Yah diiklaskan saja deh.

Bagi yang pernah jadi anak kost, atau sedang jauh dari rumah, tentu tak asing dengan nasi bungkus. Bahkan mungkin ada juga yang sudah dimasakkin di rumah tapi masih beli nasi bungkus. Saya pernah lihat cerita komedi, di mana seorang anak yang sedang ngambek mengancam mau mogok makan pada ortunya. Jebulnya diam-diam di kamar dia menikmati nasi bungkus yang dibeli di luar. Pantesan betah betul mogok makan.

Alasan pilih dibungkus ketimbang makan di tempat juga macam-macam. Ada yang sekalian pulang kost buat dimakan nanti saja. Bagi yang sedang bekerja, mungkin sedang malas keluar tempat kerja, jadi minta nitip dibungkus saja.

nasi

Ada juga karena warungnya penuh, jadi mending dibawa pulang saja makan di rumah. Kalo di rumah kan merdeka, makannya bisa sambil jegang sak-kayange (suka-suka), sambil nggligu. Lho apa hubungannya makan dengan nggligu? Jelas ada, kalo kepedasan terus keringatan, kan lebih enak nggligu sambil kipas-kipas, hihihi….. Perasaan kalo lihat orang yang sedang makan nasi bungkus sambil ndeprok lesehan di lantai itu nampak jauh lebih menikmati ketimbang yang sedang ber-table-manner ria plus jas-dasi komplit di restoran elit dengan nama-nama menu yang untuk menyebutnya saja posisi keluarnya angin dari hidung perlu diatur supaya tidak salah sebut.

nasi bungkus 4

Nasi bungkus adalah salah satu menu andalan dalam acara kumpul-kumpul berbudget ekonomis. Rasanya lebih guyub makan bareng dengan nasi bungkus, sama rasa sama rata. Selain itu juga praktis, kalo begitu selesai kumpul-kumpul mau langsung pulang dibawa, terutama bila mayoritas peserta adalah anak kost, hihihi …

Maka kala itu ada taktik untuk mengumpulkan para wadya-bala anggota, yaitu pada pengumuman jangan lupa ditulis "Disediakan nasi bungkus". Dijamin jumlah yang datang cukup banyak, inilah yang disebut politik nasi bungkus, wakakak…. Saya teringat usulan di koran supaya para anggota DPR kita bila rapat makannya cukup disediakan nasi bungkus saja, biar lebih hemat. Tapi diprotes, lha kalo rapatnya di hotel berbintang masak makannya pake nasi bungkus tho, nanti dibilang nggak level?

Lain kali saya mau coba deh, kalo masuk hotel bintang lima sambil membawa tas kresek isi nasi bungkus, apa detektor di pintu hotel bakal bunyi "nguingg ….." Awas "intruder alert" , nasi bungkus are prohibited, hihihi …

Jangan mengira nasi bungkus itu masalah sepele. Suatu kampanye dengan nuansa semangat45 nan bergelora, bisa bubar jalan karena stok nasi bungkus tak mencukupi. Para pendemo yang tadinya penuh antusias mendadak mogok, bila nasi bungkus yang dijanjikan tak kunjung datang. Jadi jangan pernah meremehkan kesaktian nasi bungkus.

Pernah juga saya dapat jatah nasi bungkus yang menjadi 'petaka'. Soalnya dimasukin tas, terus lupa dikeluarkan sampe besok. Akibatnya nasi terlanjur basi dan mlenyek, tas terlanjur dikerubuti semut. Padahal sudah dikasih sambel lho nasinya, kok semut doyan pedes juga? Ada yang lebih konyol lagi, beli makanan berkuah, disatukan dengan nasinya. Kuah pun berceceran menumpahi tas. Terpaksalah tas beserta segala isinya yang terjamah kuah mesti dijemur.

Sayang sekarang banyak penjual termasuk pedagang kaki lima yang sudah beralih ke styrofoam ketimbang bungkus kertas. Mungkin karena kemasan styrofoam dianggap berpenampilan lebih apik, padahal sebenarnya bisa lebih banyak menimbulkan masalah kesehatan bagi yang makan juga bagi lingkungan. Jadi lebih aman pake bungkus kertas kan, apalagi kalo dengan daun pisang wah jan aromanya menggoda tenan …..

nasi bungkus02

Baiklah teman-teman, kapan terakhir panjenengan makan nasi bungkus? Jadi, apapun makanannya, hidup nasi bungkus …..

NB (Nodong Baltyra):
1. Judul artikel tidak salah, memang "operan" bukan "opera", masih ingat kan cara pembagian nasi bungkus biasanya dioper dari depan, cuma biasanya yang paling ujung gemar melakukan "penimbunan", hayooo … sopo kuwi sing kemaruk ndobel ….

2. Habis terima artikel ini, Pak Redaksi terus beli nasi bungkus buat difoto, hihi…. Karetnya jangan buat main jepretan yak? Dikumpulin aja ntar buat kita main lompat karet. Tiarapppp ……

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.