Kelebihan kamera saku dibanding kamera DSLR

Gandalf the Grey – Middle Earth

1. Lebih murah! ini sudah jelas sekali, umumnya sebelum memutuskan membeli kamera pasti sudah mempertimbangkan anggaran dana / budget untuk kamera yang diinginkan. Tentunya selain anggaran untuk kamera juga harus dipertimbangkan anggaran untuk aksesori lainnya seperti lensa, filter, tripod, batere cadangan, tas dan lain-lain. Aksesori kamera saku relatif sedikit sehingga bisa dibilang cukup sekali beli selesai, sedang kamera DSLR perlu banyak aksesori sehingga perlu investasi lanjutan. Jika beli kamera DSLR tapi hanya mau menggunakan lensa standar satu-satunya rasanya kalah nyaman, dalam hal jangkauan lensa, dibanding kamera saku yang canggih seperti Canon Powershot seri SX.

2. Kompak, kecil dan bisa dikantongin, tentu saja tidak semua kamera saku bisa dikantongin tapi setidaknya ukurannya cukup kecil untuk masuk ke saku celana atau saku jaket atau diselipkan dalam tas bersama barang-barang lainnya. Jika membawa kamera DSLR tentu tidak bisa dikantongin (entah kalau kantongnya buto) biasanya perlu tas khusus sekaligus untuk membawa beberapa lensa dan aksesorinya (dana lagi…)

3. Ringan, saking ringannya sehingga tidak terasa membebani saat dibawa dalam tas. Kelebihan lainnya yaitu karena bobotnya ringan maka saat memotret kemungkinan goyang lebih kecil, walaupun mungkin ada juga yang tangannya segede Rambo tapi saat motret tidak bisa diam karena tremor dan parkinson. Karena ringan kamera saku juga tidak memerlukan tripod profesional yang kokoh dan kuat (dan tentu saja muahal…) tapi tripod aluminium yang murahpun cukup (ehm dana lagi…)

4. Kelebihan nomor 2 dan 3 ini membawa dampak lebih mudah dan lebih sering membawa kamera saku daripada kamera DSLR atau malah tidak membawa kamera sama sekali. Jadi kalau secara tidak sengaja (ndilalah) menemukan sesuatu objek yang menarik, kemungkinan bisa mengabadikan dalam foto jauh lebih besar daripada punya kamera DSLR yang belum tentu digendong ke mana-mana… Mendapat foto yang unik walaupun sedikit kurang sempurna masih jauh lebih baik daripada cuma bisa menyesal karena tidak membawa kamera bukan?

5. Lebih aman, maksudnya jika kebetulan ke suatu daerah yang kurang aman maka membawa kamera saku jauh lebih aman dari kemungkinan kena todong atau kena palak preman dibandingkan jika kamera DSLR tergantung di leher. Juga lebih aman dari kemungkinan jatuh (baik kameranya, lensanya apalagi orangnya) jika misalnya jalan ke gunung, di tepi jurang, di sungai atau di laut, bayangkan jika di tepi jurang anda harus ganti lensa kamera DSLR sambil membawa tripod dan tentu tetap menggendong tas berisi macam-macam aksesori…

6. Lebih mudah untuk foto candid dan tidak menarik perhatian misalnya di jalan yang ramai atau di tempat umum. Bahkan bisa juga di tempat terlarang, karena kecil dan mudah dibawa tentu juga mudah disembunyikan di balik jaket misalnya sehingga dengan gampang bisa digunakan motret dengan curi-curi, misalnya di toko atau di mall, atau mungkin di pantai yang banyak orang berjemur terbuka-buka…?

7. Kamera saku tidak perlu gonta-ganti lensa, tidak seperti kamera DSLR yang jika ingin memotret pemandangan luas perlu lensa wide angle, untuk memotret objek jauh perlu lensa tele atau zoom, untuk memotret makro perlu lensa khusus makro. Hampir semua kamera saku bisa memotret makro, zoom, wide tanpa harus ganti (beli) lensa lagi, walaupun tersedia juga aksesori tambahan berupa adapter makro, tele dan wide untuk beberapa tipe kamera saku yang canggih (ini masih berhubungan dengan dana juga…)

8. Live-view, semua kamera saku pasti bisa live-view sebaliknya hanya kamera DSLR terbaru yang bisa live-view. Kelebihan ini membuat kamera saku lebih mudah dioperasikan pada posisi yang sulit seperti hampir nempel tembok, di atas kepala, di balik pagar dan lain-lain, apalagi jika layarnya bisa diputar / dikeluarkan (swivel / detachable). Lebih penting lagi buat yang lagi belajar setting kamera, bisa langsung melihat perubahan setting sebelum dijepret karena layar kamera saku menggunakan simulated preview, jadi pada mode manualpun perubahan setting bisa langsung diamati efeknya secara live di layar kamera, bandingkan jika menggunakan kamera DSLR harus jepret dulu baru bisa dilihat hasilnya.

9. Video, hampir semua kamera saku bisa merekam video sedang hanya kamera DSLR terbaru yang bisa. Video dari kamera saku lebih simple karena resolusinya rendah (640 x 480) tapi cukup halus untuk layar TV konvensional sedang video dari kamera DSLR malah berkualitas HD / High Definition dengan resolusi tinggi sehingga ukuran file menjadi super besar dan susah di-edit. Jika memang tujuannya lebih banyak ke video lebih baik menggunakan kamera video handycam yang pasti bagus dan lebih enak digunakan.

10. Ruang tajam alias DOF (Depth of Field) lebih luas, karena sensor gambar kamera saku lebih kecil maka mempunyai sifat DOF lebih luas daripada kamera DSLR, artinya kalau setting fokus dan apperture agak kurang pas masih mungkin mendapat foto yang tajam karena DOF-nya masih cukup luas, Jika menggunakan kamera DSLR DOF-nya lebih sempit sehingga salah fokus sedikit saja bisa menyebabkan kabur, setting apperture yang kurang tepat bisa menyebabkan fokus pada potret wajah orang hanya tajam di sekitar mata tapi hidung dan telinga kabur!

11. Bebas dari resiko sensor kotor / berdebu, lensa kamera saku tidak bisa dibuka dan tidak ada bagian dari body di dekat sensor yang bisa dibuka sehingga bisa dibilang bebas dari kemungkinan masuknya kotoran atau debu yang bisa menempel di sensor gambar, sedang kamera DSLR harus sangat berhati-hati sewaktu mengganti lensa karena jika sampai ada debu menempel maka untuk membersihkannya perlu alat dan prosedur khusus dengan resiko sensor gambarnya rusak!

12. Tidak ada umur mekanis shutter (shutter life). Semua kamera DSLR mempunyai umur mekanis shutter yang terbatas karena adanya sistem mekanik untuk menggerakkan cermin / mirror saat pengambilan gambar, sedang kamera saku tidak mempunyai cermin dan shutter-nya menggunakan sistem elektro-mekanis yang tahan lama.

13. Beberapa kamera saku masih menggunakan batere jenis AA yang bisa dibeli di banyak tempat bahkan di warung-warung kecil, jadi kalau kehabisan batere di tengah jalan bisa dengan mudah membeli batere untuk emergency. Sedang kamera DSLR rasanya tidak ada yang bisa menggunakan batere AA.

Beberapa asumsi (salah) dari orang yang ingin beli kamera DSLR:

1. Kamera DSLR pasti lebih bagus dari kamera saku. Secara teknis teoritis iya tapi secara praktek belum tentu, ingat foto bagus atau tidak BUKAN dibuat oleh kamera tapi oleh the man (or the monkey) behind the camera. Secara kualitas hasil foto kamera saku dan kamera DSLR akan sulit dibedakan jika hanya untuk foto sehari-hari dengan ukuran cetak 10×15 cm yang hanya perlu resolusi 2 megapixel (lihat http://baltyra.com/2009/09/30/size-does-matter/ )

2. Hanya kamera DSLR yang bisa di-setting manual untuk belajar fotografi. Tidak benar, beberapa kamera saku canggih bisa setting manual apperture, shutter, ISO, white balance, metering, exposure compensation bahkan fokus juga manual sehingga kemampuannya tidak kalah dengan kamera DSLR. Malahan banyak seri Canon Powershot yang bisa di-hack sehingga bisa memotret dengan format RAW, bisa merubah maksimum/minimum apperture dan kecepatan, bisa 'bracketing' dan banyak hack menarik lainnya.

3. Sekalian beli kamera DSLR jadi tidak perlu kamera saku lagi. Salah juga, bisa dilihat banyak orang yang sudah punya DSLR tetap memerlukan kamera saku yang gampang dibawa sehari-hari atau untuk back-up. Fotografer profesionalpun biasanya hanya menggunakan kamera DSLR-nya untuk pekerjaan serius / profesional, sedang untuk sehari-hari kadang hanya menggunakan kamera saku yang canggih.

4. Kamera DSLR tongkrongannya keren. Lha ini mau motret atau mau nongkrong ya? Kalau memang cuma mau bergaya nongkrong dengan keren tapi hasil fotonya 'ya begitulah' ya silahkan beli kamera DSLR. Biasanya sih mode andalan yang selalu ter-setting di kamera adalah kotak ijo alias 'fully automatic'…

Jadi, ada banyak kelebihan kamera saku yang tidak dimiliki kamera DSLR lho…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *