Nasi Liwet Yu Sani dan Disinflasi di Solo

Junanto Herdiawan – Indonesia

Kalau mampir ke Solo, mencicipi nasi liwet adalah sebuah hal yang “die die must try”. Nasi Liwet adalah masterpiece atau magnum opus dari kota Solo, yang menandakan peradaban kuliner kota ini. Selain nasi liwet Keprabon yang "kalkulator kasir"-nya sering rusak, cobalah cicipi Nasi Liwet Yu Sani di daerah Solo Baru. Nasi liwetnya sungguh lezat, dan harganya sungguh murah dibandingkan dengan Keprabon.

nasi liwet

Kalau mencicipi nasi liwet yu Sani, kita akan berpikir bahwa inflasi bukan sebuah hal yang serius di kota Solo. Proses disinflasi harga terlihat saat kita mencicipi satu pincuk nasi liwet yang sungguh murah. Kami makan berlima dengan sajian lengkap, namun total kerusakan hanya Rp 27 ribu.

Soal tempat, memang Nasi Liwet Yu Sani berbeda dengan nasi Liwet Wongso Lemu di Keprabon yang sudah mirip dengan warung. Sementara Nasi Liwet Yu Sani, masih dijual di emperan toko. Oleh karenanya, warung ini baru bisa buka kalau tokonya sudah tutup. Kitapun bisa memilih untuk duduk di bangku atau lesehan di tikar-tikar yang tersebar sepanjang trotoar.

sepincuk nasi Nasi Liwet disajikan di pincuk, atau daun pisang yang ditusuk biting (lidi) tanpa alas piring. Nasi yang gurih karena dimasak dengan santan dan kaldu ayam, diguyur dengan sayur waluh atau labu siam. Untuk kondimen silakan pilih sendiri, mau uritan (telor muda ayam), ayam opor suwir, tempe tahu bacem, rempelo ati, ceker, serta aneka rambak dan kerupuk. Jejeran ubo rampe itu cukup menggoda dan menggiurkan. Nasi juga disajikan dengan siraman orek/areh kental yang begitu gurih. Areh ini tampilannya mirip odol, dibuat dari kerak santan. Rasanya gurih dan lezat. Cicipilah sesendok nasi liwet, hmmmmm gurihnya nasi diperkuat oleh pilihan ubo rampe dan ayam suwiran yang menggunakan ayam kampung. Soal rasa, jaminan mutu.

yo man Soal hiburan, kalau di Bu Wongso Lemu kita bisa mendengarkan live music sinden dan sitar yang mengalunkan lagu-lagu klasik jawa, di Yu Sani sajian hiburannya lebih kontemporer. Kita akan dihibur oleh Yo Man, seorang pemuda yang menyajikan hiburan nyanyian dan irama dari kertas, meniru suara-suara kendaraan bermotor, dan memainkan Yo yo secara unik. Tak heran dia dinamakan Yo Man.

 

 

Selamat mencicipi Nasi Liwet.

jejeran sayur

 nasi liwet 1

19 Comments to "Nasi Liwet Yu Sani dan Disinflasi di Solo"

  1. puntowati  14 March, 2011 at 00:50

    Ngawur penjelasan si anak desa….”ngliwet nasi” itu berbeda dg ‘nasi liwet’. Bhs jawa menanak nasi memang ngliwet. Tanpa disebut nasi orang sudah tahu bhw yg dimasak adalah nasi. Tidak ada orang yg menyebutkan ngliwet tempe atau ngliwet jangan. Jd untuk mengatakan menanak nasi tidak perlu disebut “ngliwet sego”. Ngliwet nasi juga jarang diucapkan karena “ngliwet” bahasa jawa, sedangkan nasi adalah bhs Indonesia. kalau mau tetap menyebut apa yg diliwet maka disebut “ngliwet sega”.

    Adapun ‘nasi liwet’ adalah suatu pengertian makanan khas Solo yaitu nasi yg dimasak dg santan dan dilengkapi dg lauk2 tertentu. Mudah2an penjelasan saya bisa memperjelas. Jaman sekarang memang suka rancu karena orang suka mencampur adukkan bhs daerah dg bhs Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.