Lani – Kona Hawaii
Iron Man race dimulai di Honolulu, O’ahu 31 tahun yl. Kemudian dipindah ke Kailua Kona, the Big Island of Hawaii. Iron Man adalah pertandingan triathlon (renang, sepeda, lari) kelas dunia, pesertanya untuk tahun ini datang dari 57 negara, total dengan 1775 atlit, pria dan wanita.
Kota Kailua Kona yang biasanya sepi, lengang, tiba2 jadi ramai karena para atlit yang datang dari 57 negara, bersama dengan sanak keluarga mereka, supporter, masih ditambah dengan turis biasa, bak pasar tiban.

Pertandingan diadakan tanggal 10 Oktober akan tetapi para atlit sudah berdatangan 2 minggu sebelumnya, karena mereka harus berlatih dan terutama menyesuaikan dengan iklim Hawaii, yang panas dan lembab, akan tetapi tidak sepanas seperti di Indonesia, karena Hawaii adalah sub-tropic.
Sebelum hari H, diadakan 2 kali parade pertama tanggal 5 Oktober dinamakan Parade of the Nations, peserta pawai sepanjang jalan dimulai dengan alphabetis. Yang sangat mencengangkan M’sia ikut berpartisipasi, heran juga timbul pertanyaan mana neh peserta dari Indonesia????





Parade kedua diadakan tanggal 8 Oktober dinamakan Underwear parade (underwear run), bener juga sesuai dengan namanya, peserta lari dengan hanya mengenakan underwear saja, lucu, aneh, tapi nyata.




Tanggal 9 Oktober hari istirahat tidak ada kegiatan apapun karena esok hari adalah hari pertandingan, pertempuran hidup-mati buat semua atlit peserta.
Sejak beberapa hari sebelum pertandingan Kailua Kona Pier sangat sibuk, mereka menyiapkan tower, kursi track seperti yang di stadium, dan segala macam tetek bengek pirantinya.
Tanggal 10 Oktober jam 6:00 pagi saya sudah menyemut bersama penggembira lainnya sudah pasti mereka datang dari manca negara, karena bisa saya dengar mereka berbicara dengan berbagai macam bahasa yang saya tidak mudenk!
Semua dengan tujuan yang sama ke Pier pada pagi hari itu, dan berkumpul untuk melihat peserta adu otot berenang dilautan Pacific dengan jarak 2.6 miles.

Peserta termuda usia 20 tahun, tertua 80 tahun, ada beberapa peserta disable tuna kaki, satu peserta cancer survivor+heart transplant.
Diawali dengan pidato singkat dari mayor Kailua Kona, kemudian disusul dengan national anthem, kemudian pak mayor membunyikan canon sebagai tanda start pertandingan renang.
Saya tidak mendapatkan posisi yang dekat untuk bisa ambil foto peserta tapi saya bisa melihat mereka dari layar bioskop dari tower.
Bak cendol para atlit berenang berebut paling depan, suasananya ramai, hiruk pikuk oleh para supporter.
Entah demi pengamanan atau alasan apa, sehari sebelumnya angkatan laut Amerika yang berpusat di Honolulu berlabuh di Pier, banyak para cadet (?) berlalu lalang di jalanan.
Kemudian diumumkan dari tower kalau group navy seals (navy parachute team-Leap Frogs) America mengadakan terjun payung, secara serentak semua penggembira mendongak ke atas angkasa.

Betapa indahnya group navy seals ini terjun payung tandem, dan di kaki mereka tersembur asap berwarna-warni seperti pelangi saja, apalagi mereka dengan meliuk-liuk diangkasa membentuk lingkaran, tanda bintang, bunga, menambah keindahan penampilan mereka (saya sempat ngobrol dengan salah satu group penerjun payung dan dikasih sticker mereka).
Setelah sejenak sempat terkagum-kagum dengan aksi mereka, pandangan kita fokuskan kembali pada pertandingan renang, tak lama satu persatu atlit naik ke darat, langsung naik ke sepeda mereka dan mulailah perjalanan panjang menempuh jarak 112 mile bike ride.


Membayangkan para atlit jadi ingat pepatah jawa “otot kawat balung wesi” pepatah itu tepat menggambarkan betapa kuat, gagah perkasanya mereka baik atlit wanita atau pria.
Ada beberapa kejadian lucu ktk para atlit menaiki sepeda, sepatu terlepas, lupa pakai kaos kaki, bahkan ada yang nyeker yang ini tak tau karena apa? Yang jelas terlihat di tubuh mereka terbalur tebal sunblock/sunscreen untuk melindungi kulit mereka dari garangnya panas matahari Kona pada siang hari itu.
Pier jadi sepi setelah para atlit bertanding sepeda. Tak berapa lama satu persatu menyelesaikan bersepedanya, mereka langsung lari menempuh jarak 26 mile.
Terik matahari membakar para atlit, mereka mandi keringat sampai terlihat ngocor dari badan mereka basah kuyub, mereka tidak nampak kecapaian masih garang, penggembira di kiri kanan jalan ikut gempar dan bersemangat jadi supporter negara mereka masing2, yang dari Australia nampak paling heboh mereka membawa atribut seperti stuff animal kangguru, koala, bel yang dipasang di leher sapi, bendera, dan yell2 mereka. Lucu, campur geli karena mendengar aksen Inggris mereka menggelitik telinga saya.


Ada juga supporter yang memberi air minum, sambil ikut lari dengan peserta dari negaranya, tak kurang pacar, istri/suami yang memberi semangat pasangan mereka yang ikut bertanding.
Pertandingan berakhir jam 24:15 pagi keesokan harinya. Biasanya saya tidur tidak lebih dari jam 10 malam, hari itu dengan terpaksa tidur jam 1 pagi, karena suasana yang sangat rame, dengan komentator dan music yang tiada hentinya diputar sebagai penyemangat.


Hasilnya pemenang pertama wanita adalah Chariissie Wellington dari Inggris, dan pememang pertama pria adalah Craig Alexander dari Australia.
Sampai ketemu pada Iron Man race bulan Oktober ditahun 2010.
Aloha and Mahalo,
Lani
Kailua-Kona The Big Island of Hawaii
November 22nd, 2009 at 14:25
wah ik,sangar banget.gk ikut?wwkwkwkwk…copot kabeh balunge.bukan manusia itu..napas’e mesti gk pedot2.hehee
November 1st, 2009 at 11:07
@andre: gmn klu taon depan km datnag? dodolan kacang godog made in Tunjungan…bakal laris manis tanjung kimpul, thanks atas komennya ya……
November 1st, 2009 at 09:48
Wah seru Puoolll..Coba dimanfaatkan seklaian bakul kacang godog made in Tunjungan ato lontong balap made in Sirabaya pasti laris manis.eman saya tdk disna peluang bisnisnya besar ;0
October 31st, 2009 at 13:06
@ Chuck: my goodness! thanks……but nope thanks……anyway..
thanks for the comment though.
October 31st, 2009 at 12:39
I am looking forward to seeing Lani as a participant next year
October 31st, 2009 at 04:43
@ J. Wagenet : Howzit, Willits????? Thanks, for your comment. Yes, language barrier but don't worry about it, at least you can still enjoy the pics, and you never think that I can be a good photographer too heheh….even amateur still….
say hi to Yvonne from me, hope she is enjoy my article too…see ya soon in my next article….
I miss you both…
@ Lia : thanks atas komennya, km pasti bs ke Hawaii……nanti kita ngedan barenk ya…..remember Lani and the Erlangga gank kakakakak….
@ pak/maz/bung Bagong Julianto : baca komennya jd geli,
"Atlit triathlon ini mestinya kaum spartan yang sangat hirau terhadap perawatan tubuh, (dan pasti) kesehatan serta gaya hidup sehat. Tubuhnya nglencir, padat, liat, nyaris gak punya tabungan gelambir lemak…….. Gak tahu, ada orang kita yang jadi atlit triathlon ini? Trims…… menarik….."
nglencir, padat, liat : komplit, emank bener adanya, apalagi klu liat sendiri, ditambah bs pegang…..wuiiiiiiiiiih yo kudu ditambah atos tenan, koyok megang besi ae…
trim's balik comment nya, pertanyaan yg sm maz..kpn yo Indo ngirim wakilnya? gmn klu maz Bagong jd pioner? mulai latihan, dan siap datang, berperang Oct' 10?
saya sempat interview peserta dr Swedia, Jerman, dan Ireland, tiga2nya co…mrk bilang, butuh latihan rutin, gak ringan, dan mendekati pertandingan latihan tambah berat…yg jelas mata gak lepas memandangi tubuh mrk yg cihuuuuuyyyyyyyyy…atooooooooooos bo…kekekek
October 31st, 2009 at 00:08
ci Lani, tq ya infonya, nice story, nice pictures, n nice comments.
Kayaknya bukan cuman lombanya yg menarik ditonton oleh penggembira, tp suasana, peserta dgn segala polah tingkah serta kostumnya lbh menarik perhatian….
Kapan ya bisa piknik ke hawaiii n ketemu ci Lani, hehehe???