Hariatni Novitasari – Surabaya
1. Harus makan nasi. Tiga kali dalam sehari lagi. Kalau belum makan nasi, rasanya belum makan. Entah sejak kapan ada istilah kalau kesejahteraan diukur dari makan nasi. Dulu aku ingat, kita masih sering makan jagung. Kalau kita bangsa Indonesia kebanyakan makan nasi, jangan salahkan kalau semakin banyak penderita diabetes, dan paling terpengaruh krisis beras. Gimana coba, memberi makan 250 juta orang penduduk, yang makan 3 kali sehari.
2. Kalau jalan lambat. Slow motion gitu. Karena itu, teman-temanku paling benci kalau pergi ke PTC, soalnya parkirnya jauh di bawah itu…. Selain benci jalan, juga benci panas. Dibandingkan dengan sesama orang Asia saja, kita jalannya paling terseok-seok.
3. Kalau berpergian paling suka bawa kardus. Entah kenapa ya? padahal susah juga bawa kardus, soalnya harus diikat pakai rafia.
4. Suka bergosip. Tidak tua. Tidak muda. Tidak lelaki tidak perempuan. Kalau bapak2nya sih, suka nggosip di warung kopi, sambil nyolek yang jualan. Kalau ibu2nya di pengajian atau di tukang lijo. Kalau anak2nya ya di dunia maya. Chatting waktu kerja, hahahaha
5. Suka banget belanja…..terkenal sebagai Big Shopper looo… Padahal,masih terkena krisis yaaaa…. Heran dehhh…
6. Kalau bepergian, pulang pasti bawa oleh-oleh. Kalau tidak bawa oleh-oleh gak enak..entah terminologi darimana itu. Sebagai pembenar…"Berbagi Rejeki dengan Sesama" Hahahahaah. Filantropis sekali yaaa…
yeah..itulah Indonesia dengan segala paradoksnya, tapi tetap aku cinta…
April 15th, 2010 at 22:36
Tante Cinde: iya, tidak semua orang Indonesia lambat jalannya. Banyak yang cepet juga. Tp pada umumnya sangat lambat. Kalau di mall itu, sdh jalannya lambat, sukanya bergerombol lagi, hehehe.
Pak Iwan: kalau “kerasan” sama “krasan” sebenarnya artinya sama saja. Hanya pengucapan di beberapa tempat beda. Ada pengaruh sama dialek. Kalau “kebenaran” sama “kebeneran” benar2 beda jauh. Kalau kebeneran lebih dekat dengan kebetulan.
Hehee…memang, agak lucu juga. Belum lagi penambahan huruf M di depan huruf B… Pasti kalau di honocoroko juga bingung cari hurufnya….
April 15th, 2010 at 22:22
HN, beda “krasan” sama “kerasan” apa sih? Sama-sama keras? Maap bukan orang Jawa. Saya juga bingung gara-gara ada perbedaan antara “kebenaran” dan “kebeneran”. Bingung jadi orang non-Jawa nih…
April 15th, 2010 at 22:14
Wah, yang no. 2 itu gak mirip sama sekali dengan langkah kaki keluargaku yang entah mengapa dari sononya semua suka banget “ngithik” – jalannya cepet sampe kayak mau terbang
Sampe kadang bingung kalo ada yang bilang: “Mbok kalo jalan jangan cepet-cepet….”. Lha sudah biasa itu, mau gimana ?
April 15th, 2010 at 22:09
gerry dan Yona: selamat datang. Terima kasih mampir di artikel yang lama yaaa…. semoga krasan di rumah ini…
April 15th, 2010 at 21:34
Gerry, Yona, WELCOME ya…MAKE YOURSELF AT HOME…