Sophie
Warning :
saat membaca tulisan ini, tolong pikirannya jangan dibawa ke hal yang menjurus ya..
Tergerak menulis artikel ini karena mendapat kiriman artikel dari teman di milis mengenai Jupe yang menjadi duta kondom wanita di Indonesia. Bagi yang belum mengetahui Jupe, silahkan tanya mang gugle, sekilas info saja kalau Jupe adalah bintang film Indonesia yang terkenal akan ke-sexy-annya.
Temanku bertanya memangnya ada kondom untuk wanita ? Hah, hari gini masih belum tau ada kondom untuk wanita. Kondom selama ini memang hanya identik dengan laki-laki. Di Indonesia sendiri sosialisasi adanya kondom perempuan tidak sebanyak dan sebaik kondom laki-laki. Wajar jika tidak semua orang tahu adanya kondom perempuan. Pemakai kondom perempuan jumlahnya juga sangat terbatas.
Kondom perempuan sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak 1993, kondom perempuan adalah kondom yang khusus dibuat untuk kaum perempuan berbahan dasar plastik (polyurethane) yang sudah dilumasi. Kondom ini berbentuk tabung dengan cincin fleksibel di kedua ujung yang mana salah satu di antara ujung ini adalah buntu.

Kondom wanita ini didesain sesuai dengan bentuk organ vital perempuan yang katanya lebih enak dipakai daripada kondom laki-laki. Kondom ini memiliki panjang 17an cm dan diameter 6 hingga 7 cm. Untuk saat ini, harga kondom perempuan sekitar 60 sen dollar AS, jauh lebih mahal dibandingkan kondom pria yang 4 sen.
Dalam pengunaanya, kondom perempuan tidak sesimpel kondom laki-laki. Salah satu penyebab yang menjadikan kondom wanita tidak sepopuler kondom pria. Berbeda dengan kondom laki-laki yang sekali latihan pasti bisa menggunakan, khusus kondom perempuan ini perlu latihan beberapa kali untuk bisa terpasang dengan benar.
Kondom telah ada sejak ribuan tahun lalu. Gambar kondom paling tua ditemukan di Mesir dari sekitar 3000 tahun yang lalu. Orang Mesir Kuno diperkirakan memakai lapisan linen untuk membungkus alat kelaminnya, sedangkan orang Cina menggunakan kertas sutera yang dilumuri minyak. Lain lagi dengan orang Jepang yang memakai kulit binatang dan lapisan penutup yang terbuat dari kulit kura-kura, dan orang Romawi Kuno yang menggunakan kantong kemih kambing sebagai kondom.
Referensi resmi pertama tentang pemakaian kondom di Eropa dibuat oleh Gabrielle Falllopia di tahun 1500an. Pada waktu itu tengah terjadi wabah syphilis yang melanda daratan Eropa yang memicu diciptakannya kondom dari lapisan linen yang bertujuan melindungi kaum lelaki dari syphilis.
Tetapi di kemudian hari kondom dikenal sebagai pencegah kehamilan. Hal itu diawali dari percobaan terhadap kain linen yang dibasahi dengan cairan kimia tahun 1500-an.
Ketika linen direndam dalam cairan kimia kemudian dikeringkan dan dikenakan oleh pria, maka kain itu dapat mematikan sperma.
Penggunaan kondom dari linen kemudian turut dipopulerkan oleh playboy kondang dari Eropa bernama Casanova.
Kemudian ditemukan lagi kondom yang terbuat dari usus binatang, dan kemudian dikenal kondom yang terbuat dari karet alam. Namun, kondom dari karet yang pertama-tama diproduksi ini sangat tebal, seperti ban dalam sepeda, dan dijahit di salah satu sisinya, sehingga tidak nyaman dipakai. Baru setelah Goodyear dan Hancock menemukan proses vulkanisasi karet di tahun 1843, kondom dari karet bisa diproduksi secara massal, lebih elastis, lebih murah dan tidak terpengaruh perubahan suhu udara.
Tahun 1861 untuk pertama kali kondom dipublikasikan di Amerika Serikat di surat kabar The New York Times. Tahun 1880 kondom dibuat dari lateks, tetapi pemakaiannya secara luas baru tahun 1930-an.
Tahun 1935 sebanyak 1.5 juta kondom diproduksi setiap hari di Amerika Serikat.
Sejak pil KB ditemukan pada awal tahun 1960an, pemakaian kondom sempat menurun popularitasnya. Keadaan berubah sejak awal 1980, dengan adanya penyakit HIV/AIDS. Cara yang efektif walaupun tidak menjamin 100%, salah satunya pemakaian Kondom adalah yang terbaik mencegah untuk mencegah Infeksi penyakit menular melalui Sex, termasuk HIV.
Ada lagi jenis kondom pengaman untuk wanita, yaitu Kondom wanita anti perkosaan. Penemunya adalah Sonette Ehlers, seorang wanita dari Afrika Selatan untuk mencegah tindak pemerkosaan terhadap wanita.
Alat ini berbentuk kantong dari Latex yang diberi duri-duri logam mikroskopis yang mengarah ke dalam, dan dipakai di dalam vagina seorang wanita seperti layaknya sebuah tampon. Bila seorang pemerkosa berusaha memperkosa wanita pemakai, penis pemerkosa akan terluka oleh duri mikroskopis di dalam kondom tadi dan menyebabkan rasa sakit. Ini dianggap akan menyebabkan sang pemerkosa mengurungkan niatnya untuk memerkosa dan memberikan waktu yang memadai buat korban untuk melarikan diri.
Setelah itu, kondom akan tetap melekat pada tubuh si penyerang dan hanya dapat dilepaskan dengan operasi kecil.
Emansipasi wanita juga terdapat dalam hal perkondom-an….
Referensi :











November 16th, 2009 at 10:33
Iiiih…bener deh Aimee….kalo jalan kriat-kriut.
Lha kalo pas pulang malam2 sendirian, siap dengan kondom anti perkosaan, trus serasa merinding karena ada yang ngikutin, trus mempercepat langkah, weks..lha kok seret nih ???
Trus lari tunggang-langgang…aduh, aduuh…gedubragggg !!! jatuh karena kesrimpet !!!
Hikz…
November 15th, 2009 at 22:14
Wah lihat gambarnya….aku enggak kebayang deh bagaimana memakainya hi hi hi.
Ogah akh !!!
November 15th, 2009 at 22:11
Yaiiiikksss…nglindur bengi-bengi iki…
November 15th, 2009 at 22:06
Sekarang poto dari gravatar kenapa burem ya ? yg salah computerku atau memang begitu ? dulu lebih jelas ya.
November 15th, 2009 at 22:02
3 pendekar cantik dari gunung bandulan
November 15th, 2009 at 22:01
Kesambet Kang Ouw Sam Lie Hiap…sopo iku bertiga sikep-sikepan? Teletubbies yo?
November 15th, 2009 at 21:34
Malam2 kesambet ya..
November 15th, 2009 at 21:22
Tambahi ah…kok tambah ancur kenopo Jon? Halah…pokok’e Buto ora melu-melu…(sambil celingukan penulis ora ono)
November 14th, 2009 at 19:50
wis artikel ini tambah ancurrrr hahahhaa