Titip menitip di antara “pengungsi”

Onder De Boom – Amerika

Hari Sabtu 12 September 2009 mendarat di Bandara Cengkareng, Betawi kota yang terkenal era gubernurnya Bang Ali dengan Abang dan None Betawi dan kisah legenda yang dibawakan oleh Lenong Betawi "Nyai Dasima"

Betawi penulis sebutkan karena ada hubungannya dengan None, karena dalam posting ini juga ada hubungannya dengan None Ducated (nama samaran) yang menjadi idolanya dalam kisah nyata ini, di mana saya tidak pernah mengenalnya, apalagi melihatnya. Dan yang saya kenal baik adalah kakaknya yang sama-sama tinggal di Amrik, sebutlah namanya Julia Robert (samaran).

titipan

Julia Robert dari Amrik yang beranak 2 orang (10dan 12 tahun) dan kami yang sudah bercucu 4 orang (tertua 9 dan terkecil 2 tahun) menitipkan untuk diberikan ke adiknya di Betawi alias None Ducated,sebuah kotak kardus kecil seukuran 5x5x3 inches yang katanya perhiasan dan tidak pernah saya buka apalagi melihatnya.

Hanya namanya tertera None Ducated dan nomor telponnya. Begitu sampai di rumah anak saya di Betawi, Cengkareng hari itu juga saya telpon ke None Ducated dan memberikan alamat serta no HP anak saya berikut telpon rumahnya dan bilang kalau mau datang harap telpon dulu,takut kalau tidak ada di rumah, lagi keluar. Dan dijawab oleh None Ducated “yaah, yahh sudah tahu, sopir saya tahu daerah Cengkareng dan akan datang hari Senen tgl 14 September”, langsung telpon ditutup.

Heran dan penuh tanda tanya juga dalam hati mendapat jawabannya tak ada basa basi. Sampai waktu yang ditunggu tidak pernah muncul ataupun telpon. Seminggu sebelum kembali ke Amrik yaitu tanggal 4 October, baru terima sms ke HP anak saya bahwa None Ducated mau sampai ke alamat harap dibukakan pintu karena tidak bisa tunggu lama-lama.

Lama ditunggu-tunggu kok belum muncul-muncul akhirnya terima sms, katanya:"apa maksud lu ngak buka pintu sudah diketok ngak dibuka-buka”.

Rupanya yang diketok alamat rumah kontrak, di mana kita sudah pindah balik karena rumah lama sudah selesai dibangun. Dengan marah juga anak saya balas sms "gue udah balik ke rumah lama nih alamatnya, masih satu komplek hanya beda 2 blok”.

Dengan nada marah dibalas sms lagi oleh None Ducated "Dasar lu pengungsi seumur-umur, lu ngungsi terus, lu telen tuh barang gue” SMS ditutup dan sampai sekarang barangnya tidak pernah diambil.

Sesampainya di Amrik, kami sampaikan kejadiannya kepada kakaknya Julia Robert yang juga bingung kok sampai begitu yahh adik saya? Sebagai pembaca apa sebaiknya saya kirimkan balik ke Amrik dan serahkan ke Julia Robert atau akan kah saudaranya yang lain akan mengambilkannya? Seperti apa yang diharapkan oleh Julia Robert.

Kesimpulannya janganlah bergusar hati, kalau ada yang menolak terima titipan anda untuk disampaikan.

 

Ilustrasi: mrbambang.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.