The Truth is out there…

Josh Chen – Global Citizen 
 
Pada waktu tulisan ini saya persiapkan, kasus bergulir terus. Kasus apa sudah tidak jelas lagi, Kasus Cicak vs Buaya? Kasus Century? Kasus SKRT Departemen Kehutanan? Kasus Kriminalisasi KPK? Kasus Pembunuhan Nasrudin? Kasus BLBI? Kasus apa lagi? Tidak ada yang tahu dan tidak jelas lagi…
 
Diagram, gambar dan foto di artikel ini memang dipersiapkan untuk mempermudah pembaca memahami dan mempersingkat alur "Kisah Menakjubkan" ini…
 
Kalau digagas, dirasakan, dipikir, ya mungkin juga, ya bisa jadi, ya logis juga…tapi siapa yang tahu?
 
Tulisan ini dimaksudkan untuk mencoba menelisik dan sedikit menganalisa rangkaian kasus tsb, dengan mencoba menelusur kepingan-kepingan puzzle…
 
Kepingan 1: Lobby & Networking
 
Kakak beradik Anggoro dan Anggodo Widjojo merupakan pemain lama dunia persilatan dari Jawa Timur. Dulunya mereka adalah bandar besar Porkas dan SDSB. Bagi yang masih ingat, Porkas dan SDSB adalah kupon undian berhadiah resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah Orde Baru ketika itu, dimaksudkan untuk pembiayaan kegiatan dan pengembangan olahraga Tanah Air.
 
Di dekade 80’an, Porkas/SDSB (susul menyusul satu dan lainnya, saya lupa yang mana duluan), ditengarai sebagai “judi resmi” yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan membuat ekses luar biasa di masyarakat luas di mana terjadi buntutan di mana-mana meluas di seluruh Indonesia. Buntutan di sini adalah pengundian buntutnya saja dari hadiah utama Porkas/SDSB. Ada 2 angka belakang, 3 angka belakang, 4 angka belakang. Hadiahnya mulai dari sekian-kali lipat dari nilai yang dipasang, sampai dengan 1000x dari hadiah yang dipasang (tepatnya range berapa sampai berapa, saya juga tidak ingat).
 
Di seluruh penjuru negeri, dari kuli, tukang becak, sopir, bapak-bapak, karyawan kantoran, guru, dosen, pegawai pemerintah, anak remaja, banyak sekali yang tertular virus Porkas/SDSB ini. Setiap minggu akan diundi buntutan tsb, mulai dari yang cocok dengan 2 angka, 3 angka dan 4 angka. Dari warung sampai dengan resto, dari emperan rumah tinggal sampai dengan koridor rumah sakit, bisa didengar pembahasan mimpi angka berapa yang akan tembus. Buku-buku tafsir mimpi dari berbagai penulis, dukun, suhu, cenayang, paranormal beredar secara luas. Di mana-mana terlihat orang melamun di siang bolong, menggagas dan memikirkan arti mimpi, arti pertanda, arti kiasan, arti semedi, arti kisikan dari mbah dukun dsb.
 
Markus
Sebagai bandar besar, sudah bukan rahasia lagi, tidak dulu tidak sekarang, lobby dan networking dengan segenap aparat adalah hal yang biasa. Siraman upeti setiap bulan ke segenap penjuru aparat pemerintah sudah bukan hal yang aneh lagi.
 
Sejak jaman rikiplik, ternyata pembinaan jaringan sudah dimulai dari Jawa Timur, dan tentu saja sebagai pemain kawakan Anggoro – Anggodo akan terus melakukan “pembinaan berkelanjutan” yang berkesinambungan sampai dengan akhir 90’an dan awal 2000’an. Mulai dari Susno Duadji, Wisnu Subroto, Abdul Hakim Ritonga ternyata sudah dibina sejak dari Surabaya…
 
Recruitment
 
Jaksa Wisnu Subroto dengan terang-terangan, tidak malu dan malah bangga sempat mengatakan waktu diwawancara TV One, bilang siapa yang tidak kenal Anggoro – Anggodo. Seluruh jajaran aparat dan pejabat Jawa Timur pasti kenal mereka ini. Wisnu dengan tegas mengakui keakraban pertemanan dengan Anggodo.
 
Wisnu
 
Jenderal Anggodo
 
Kepingan 2: Dugaan Korupsi SKRT (Sistem Komunikasi Radio Terpadu) Departemen Kehutanan
 
 
16 Juli 2008: Yusuf Erwin Faisal, mantan ketua Komisi IV DPR, ditahan KPK karena diduga menerima uang suap alih fungsi lahan untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
 
29 Juli 2008: KPK menggeledah ruang kerja Yusuf di gedung PT Masaro Radiokom di Jalan Talang Betutu 11-A, Jakarta Pusat. Sebanyak sembilan dus dokumen disita.
 
30 Juli 2008:  Setelah penggeledahan tersebut, KPK menemukan kasus baru, yakni dugaan korupsi pengadaan alat Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Yusuf dan Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo.
 
15 Agustus 2008: KPK menggeledah kantor Departemen Kehutanan, termasuk ruang Setjen Dephut.
 
10 Oktober 2008: Ketua KPK Antasari Azhar bertemu dengan Anggoro di Singapura.
 
13 Oktober 2008: Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, setelah diperiksa oleh KPK, mengatakan proyek SKRT senilai Rp 730 miliar dengan Motorola harus dinegosiasikan ulang.
 
14 Oktober 2008: Anggota Komisi Kehutanan DPR Tamsil Linrung, menyerahkan dokumen ke KPK berisi dugaan korupsi kasus SKRT pada 2007 senilai Rp 180 miliar dan laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2007 tentang pembelian alat komunikasi fiktif Rp 13 miliar.
 
20 Oktober 2008: Menteri Kehutanan M.S. Kaban diperiksa KPK terkait dengan kasus suap yang melibatkan anggota Komisi Kehutanan DPR Periode 1999-2004.
 
Asal Muasal
 
Kepingan 3: Bank Century dan Susno
 
Lepas dari pretensi apapun juga, dan tendensius apapun juga, nalar saya berkata, untuk apa seorang petinggi polisi (reskrim) sampai segitunya bela-belain mengeluarkan surat rekomendasi untuk pencairan dana nasabah tertentu (hanya seorang tepatnya)? Sepengetahuan dan seingat saya belum pernah ada petinggi polisi yang sampai begitu gigih “membela kepentingan seorang nasabah”. Padahal jumlah nasabah Bank Century yang terkena masalah ini jelas sangat banyak dan nilai uang yang sampai sekarang belum beres juga cukup lumayan.
 
Apa memang si Susno itu menjunjung tinggi falsafah dan semboyan polisi yaitu “MELAYANI dan MELINDUNGI” (baca: melayani sopo, melindungi opo?).
 
Century & Susno
 
Bank Century
 
 
 
Kepingan 4: Kasus Antasari – Rani – Nasrudin
 
Kasus pembunuhan Nasrudin yang konon didalangi oleh Ketua KPK Antasari Azhar, yang menyuruh Williardi, dst, dst, sampai akhirnya si Williardi mengaku kalau dia ditekan oleh petinggi Polri untuk membuat pengakuan palsu yang menyudutkan Antasari…kebenarannya entah bagaimana.
 
Antasari
 
Kepingan 5: Kasus Chandra – Bibit
 
Kita semua sudah tahu…karena konon pengakuan Antasari, Chandra dan Bibit terkena pasal penyalahgunaan wewenang dan kemudian berbelok menjadi penyuapan…dst, dst…kita juga semua tahu, masyarakat bereaksi keras dan akhirnya Chandra – Bibit dikeluarkan dari tahanan, penangguhan penahanan.
 
Aliran Dana
 
Misteri Yulianto
 
Kemudian Presiden SBY membentuk Team 8 untuk menginvestigasi kasus ini, dan kabarnya Team 8 akan melaporkan serta memberikan rekomendasi kepada SBY besok atau Rabu. Sementara itu, secara mendadak SBY memanggil Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala BIN ke kediamannya di Cikeas. Entah untuk apa dan apa hasilnya semua masih tertutup rapat.
 
Yang menakjubkan adalah:
 
TIDAK ADA SATUPUN lawan politik SBY, TIDAK SEPATAH KATAPUN dari lawan politik SBY yang biasanya sangat bersemangat ngepruki SBY dan semua kebijakan serta semua tingkah laku SBY pasti dicerca, dikritik habis…
 
Sebut saja Si Mbok…ini adalah paling juara kalau sudah masalah SBY, kritikannya, plerokannya, cerocosannya, dan prengutannya…kali ini?? Angkrem-mingkem-ndekem-bungkem total, satu patah kata juga tidak ada….
 
Prabowo…mana ada komentar…

Wiranto…lenyap bagai ditelan bumi…

Amien Rais…tak terucap sehurufpun…

Bahkan mantan wapres, JK juga tak ada suaranya sama sekali…
 
The question is: W H Y?? Atau W H O?? Atau W H A T??
 
Apakah ada sesuatu atau seseorang di luar sana yang begitu sangar-angker-serem-medeni segitunya kah? Sampai-sampai sanggup membungkam seluruh komponen politik negeri ini? Dari SBY sendiri sampai dengan lawan politik terfanatik untuk mencerca beliau juga dibuat bungkam total kali ini?
 
Conspiracy theory seperti di: http://politik.kompasiana.com/2009/11/15/fakta-di-balik-kriminalisasi-kpk-dan-keterlibatan-sby/ (artikel ini sudah dihapus oleh Admin Kompasiana) rasanya juga terlalu mbulet…walaupun di salah satu komentar juga disebutkan bahwa penggiringan logika ke arah situ kemungkinan ada, namun keberpihakan terhadap tokoh tertentu dari sang penulis juga jelas terasa. Dan kalau itu memang terjadi, kenapa lawan-lawan politik SBY diam saja kali ini?
 
Bisa jadi ada sesuatu yang jauh lebih besar kepentingan yang tersenggol dan terganggu akan bergulirnya ini semua…siapa? Apa? Kenapa? Silakan pembaca menyusun sendiri dan berimajinasi apa hubungan, pertalian, benang merah dari semua keping di atas…karena saya pun tidak tahu dan tidak bisa menebak jawabnya…
 
Wallahualam bishawab…
 
 
Ilustrasi, diagram, referensi:
Koran Tempo
Kompas & Kompasiana
Suara Pembaruan
Jawa Pos
Berbagai sumber
 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.