Mpek Dul – Holland
Tuvalu sampai 1 Oktober 1978 bernama Ellice – Islands berada di Samudra Pacidic besar di sebelah selatan Kiribati, di sebelah utara Fiji, Wallis, Futuna dan di sebelah timur Solomon Islands. Tuvalu merupakan negara yang sangat terisolir di dunia sesudah Vatican.
Negara ini adalah anggota British Commonwealth dan Queen Elizabeth II adalah sebagai kepala negaranya.
Pendapatan negara ini berdasar dari penjualan perangko dan menyewakan daerah perikanan. Juga dalam bidang penjualan hak top level domain negara ini berpegang peranan yang penting dalam dunia internet. Salah satu perusahaan internet AS VeriSign yang berpusat di Mountain View, California, membeli hak selama 12 tahun untuk memakai domain TV dengan membayar US $50 juta setahunnya membuat negara ini mendapatkan devisa yang sangat besar sekali bila ditinjau bahwa kepulauan ini hanya mempunyai penduduk sekitar 12.000 orang.
BNP dari penduduk hanya dari penghasilan ini sudah mencapai sekitar US$ 4.000,- sekitar 8 x Indonesia.
Tuvalu yang berarti « delapan pulau « seluruhnya terdiri dari 113 pulau-pulau. Hanya 9 yang dapat didiami dan berpenduduk. Funafuti, Nanumea, Nanumanga, Niutao, Nui, Niulakita, Nukufetau, Nukulaelae, Vaitupu.
Berhubung dengan rendahnya kepulauan ini yang hanya 5 meter di atas permukaan laut, membuat kepulauan ini peka dan sering terlanda banjir bila permukaan air laut meluap.
Tuvalu sejak 2000 tahun telah dihuni oleh suku Polynesia dan diketemukan untuk pertama kalinya oleh seorang Spanyol Spanjaard Alvaro de Mendaña de Neira pada tahun 1568.
Semula hanya menjadi tempat singgah para pedagang perbudakan. Sekitar tahun 1892 kepulauan ini menjadi perlindungan Inggris bersama dengan pulau Gilbert and Ellice Islands, Gilbert Island dihuni oleh suku Micronesia dan Tuvalu yang dihuni suku Polynesia termasuk Ellice Islands. Baru pada tahun 1915 menjadi jajahan Inggris. Pada tahun 1974 penduduk Polynesia mengajukan untuk merdeka dan lepas dari konfederasi Gilbert and Ellice Islands, dan baru tanggal 1 Oktober 1978 secara resmi memperoleh kemerdekaan dengan memilih nama Tuvalu, sedangkan Gilbert Island sejak itu bernama Kiribati.
Seperti banyak negara-negara bekas jajahan Inggris yang telah merdeka, Tuvalu juga tetap menjadi anggauta Commonwealth Inggris yang mengakui Queen Elisabeth II sebagai kepala negara mereka secara simbolis tanpa mempunyai kekuasaan apa-apa, dan diwakili oleh seorang gubernur jendral. Perdana menteri sebagai pemimpin negara diangkat oleh parlemen, sedangkan anggota-anggota parlemen diangkat oleh gubernur jendral atas petunjuk dari PM.
Karena Tuvalu tidak mengenal partai politik apapun, sehingga membuat salah satu negara yang stabil di dunia ini.
Sejak 1980 penduduk berlipat ganda dari 5000 orang menjadi 12.000. 96% Polynesia dan 4% Micronesia. 97% dari Tuvaluan adalah anggauta gereja Tuvalu yang beraliran bahaïsme dan Advent hari ke tujuh. Selain Tuvaluaans, juga bahasa Inggris merupakan bahasa yang resmi dipakai di sini. Sedangkan minoritas Micronesia memakai bahasa Kiribatish.
Dalam bidang turisme, negara ini masih belum berkembang meskipun pemandangannya yang sangat indah sekali penuh ketenangan, hal ini mungkin dikarenakan masih belum berkembangnya infrastruktur yang menghubungkan dengan dunia luar. Satu-satunya bandara internasional , Funafuti International Airport yang berada di Fongafale dihubungkan dengan dunia luar dua minggu sekali dengan penerbangan oleh Air Fiji-dari Nausori International Airport Suva, ibu kota Fiji. Ini adalah satu-satunya jalan yang menghubungkan Tuvalu dengan dunia luar terutama ke Nadi (Fiji), Auckland (Nieuw-Zeeland) en Sydney (Australië).
Dari foto-foto yang saya lampirkan, saya harapkan anda dapat mengikuti serta perjalanan ke Tuvalu.
Dilanjutkan – To be continued.. : Tahiti























March 4th, 2010 at 11:13
Mpek, asyik dong jalan2 ketempat2 keren terus. Saya suka Tahiti. Ikut ya? Saya bawa kursi sendiri deh
March 4th, 2010 at 10:55
Huahahaha…telaaat…telaaat…
Ternyata mpek Dul ini kocak gila !!
Komennya gak kalah lucu sama artikel humor..apa karena kebanyakan makan gethuk telo?
Bravo mpek…
November 20th, 2009 at 20:10
Payah nih Jane pake acara diare, minta turun terpaksa stop nih planenya.
Mpek, beneran ngak ngibul, dichina sekarang gereja banyak. Dulu memang ngak ada gereja, sekarang kan jaman sudah berubah.
Ayo Mpek habis dari Moscow jgn balik ke holland, langsung ke china, sudah dekat nyebrang lewat Inner Mongolia, langsung ke Beijing, ntar kita ketemu di Lapangan Tian An Men, aku traktir makan bebek peking sambil merayakan pergantian tahun, masa makan getuk telo terus
Tidur ya mpek, gud nite ya, ini habis turunin Jane, mau terbang lagi.
jane jangan lupa makan norit ya
Itu Alexa dibilang berkokok, apa dikira ayam betina hahahaha..ampun Mpek ampun, piss ya.