Finally, the Twin is separated…

Nuni – Melbourne

Ahli bedah di Australia akhirnya sukses memisahkan dua balita kembar dempet kepala asal Banglades Krishna and Trishna, melalui operasi panjang berdurasi lebih dari 27 jam yang berakhir Selasa (17/11) ini.trishna krishna

Kepala ahli bedah Royal Children's Hospital Melbourne Dr Leo Donnan mengatakan operasi itu digambarkan seperti suasana penuh haru dan mendebarkan saat dua balita berusia 2 thn 11 bulan itu akhirnya benar-benar terpisah satu sama lain pada pukul 11 pagi waktu Australia bagian timur (7 pagi WIB).

Dr Donnan menjelaskan bahwa operasi itu direncanakan sejak 2 tahun lalu karena melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran. Pembedahan kompleks itu melibatkan sekitar 16 dokter ahli dan beberapa bidan yang semuanya mengakui bahwa hasil kerja keras mereka sangat fantastis karena akhirnya benar-benar sukses memisahkan kedua balita itu.

Saat ini kedua balita masih dalam pengawasan para ahli bedah plastik setelah bagian kepala mereka mengalami operasi yang cukup rumit itu. Krishna dan Trishna untuk sementara waktu masih tinggal di bagian ICU sampai kondisi mereka benar-benar pulih dan sehat kembali. Setelah itu pelan-pelan keduanya diharapkan bias hidup normal layaknya anak-anak pada umumnya yang selalu ceria.

twinsLewat kejadian ini sepertinya dunia kedokteran terutama di Melbourne Australia kembali mendapat tugas berat. Tim dokter harus memisahkan kembar piatu tersebut yang menyatu di bagian batok kepala (bagian atas). Karena kondisi yang memprihantinkan seperti itu si kembar seperti satu sosok yang menyatu sehingga menyulitkan untuk bergerak satu sama lain.

Sejak Senin (16/11) kemarin operasi untuk memisahkan si kembar berlangsung di Rumah Sakit Royal Children Hospital Melbourne selama 15 jam. Seperti berita yang ditulis The Age, operasi maraton itu akan dilanjutkan hari Selasa (17/11) ini untuk mengembalikan berfungsinya kembali semua jaringan di otak yang mengalami gangguan akibat operasi panjang tersebut.

Direktur bagian Anastestik Dr Ian McKenzie, yang memimpin operasi dari ruang operasi yang bertanda 24 jam non stop itu melaporkan sampai saat ini kondisi si kembar masih baik, meski tim dokter masih berusaha untuk memisahkan mereka dengan sempurna. Operasi lanjutan itu diharapkan akan berlangsung sampai 16 jam.

Dr McKenzie menjelaskan setelah operasi pemisahan tersebut mungkin kemajuan akan berlangsung secara perlahan, karena itu kerja yang sangat rumit meski operasi berlangsung baik di beberapa hal. Oleh karena itu tim dokter berharap kondisi si kembar akan lebih kuat paska operasi.

Tim dokter cukup lega karena banyak hal yang dikhawatirkan mereka tidak terjadi meski masih khawatir hal-hal buruk bisa saja akan terjadi paska operasi.
Setidaknya si si kembar masih berpotensi menghadapi hal yang mungkin akan membahayakan hidup mereka. Saat ini (operasi berlangsung) mereka masih fokus pada problem ginjal yang dialami Krishna.

Operasi yang sangat menegangkan itu dikabarkan hanya memberi kesempatan sekitar 25 persen tanpa kesalahan. Sementara tim ahli berpendapat mereka tetap waspada tentang adanya kemungkinan sekitar 50 persen kerusakan otak pada level tertentu, juga kekhawatiran terbesar kemungkinan akan kematian.

Dr McKenzie seperti yang diwartakan The Age mengatakan kondisi si kembar masih belum ada perubahan. Meski semua tim dokter yang terlibat dalam operasi Senin kemarin mengatakan sejauh ini semua tanda merujuk ke hal-hal positif. Sementara itu ahli operasi plastik Tony Holmes mengatakan dukungan positif dari semua pihak akan memberi benefit untuk tim nya lebih optimistis dan bersemangat menangani si kembar.

Operasi si kembar berlangsung dalam 3 tahap. Holmes mengatakan, sebelumnya mereka sukses memisahkan pembuluh darah yang dimiliki secara berbagi oleh si kembar dan tanpa efek samping yang penting. Jika pembuluh darah kembali menyatu maka tim dokter menghadapi masalah besar, untungnya kekhawatiran itu tidak terjadi.

Pada pukul 8 pagi, si kembar yang sudah tidak sadar dibawa ke ruang operasi yang biasanya digunakan untuk operasi jantung. Seperti yang dikutip The Age, ruang operasi dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan tim dokter melakukan operasi. Di antaranya dengan menyediakan dua meja operasi berbentuk letter L yang memudahkan si kembar untuk beristirahat selama di ruang operasi. Selama 2 jam pertama tim anastetik bekerja untuk menyiapkan si kembar menghadapi pembedahan.

Holmes menjelaskan selalu banyak tata cara dalam operasi seperti ini (pemisahan untuk anak kembar). Terutama untuk fokus pada masalah posisi terbaik dan memastikan pembuluh darah dalam kondisi baik, sehingga tidak ada tekanan pada bagian mata dan kejang di pembuluh darah.

Ketika si kembar menunjukkan respon positif, maka ahli anastetik hanya memiliki kesempatan kecil untuk berperan serta. Setelah menunggu beberapa saat, tim ahli bedah memulai kerjanya sekitar pukul 10 pagi.

Setelah tim ahli bedah menuntaskan kerjanya, memishkan bagian kepala yang menyatu giliran ahli bedah plastik melakukan operasi untuk si kembar. Mereka harus melakukan operasi plastik untuk kulit kepala si kembar yang tepaksa digunduli untuk operasi dan menutup kembali batok kepala si kembar yang terbuka paska operasi. Tapi walau telah melalui proses yang rumit ini, Holmes yakin kondisi kulit kepala si kembar yang sehat akan memudahkan mereka untuk pulih setelah operasi.

Sekitar jam 1 siang Senin kemarin tim dokter bedah mulai membuka bagian batok kepala yang menyatu setebal 3 cm dan berdiameter 20 cm sebagai lubang yang memudahkan operasi pemisahan itu.

Kemudian mereka mulai bekerja untuk memisahkan pembuluh darah yang menyatu di bagian kepala, otak yang ternyata juga menyatu dalam kepala si kembar. Dalam tahap ini dokter harus bekerja keras untuk menjaga agar kondisi si kembar tetap stabil.

Tahap demi tahap yang mereka lakukan untungnya berjalan sukses. Komentar seorang ahli bedah, “kita engga bisa mempercepatnya atau memperlambatnya, harus sesuai aturan rencana (semua ahli yang terlibat).”

Setelah operasi di bagian syaraf otak selesai giliran ahli bedah plastik yang ambil peranan menutup bagian tempurung kepala yang masih terbuka akibat pembuatan lubang tadi. Juru bicara rumah sakit menjelaskan operasi maraton seperti ini yang memisahkan kembar dengan kondisi cukup kompleks dan melibatkan banyak ahli kedokteran adalah baru terjadi di rumah sakit tersebut. Walau melibatkan sekitar 16 dokter bedah namun kenyataannya hanya dua dokter bedah yang bisa bekerja dalam ruang operasi secara bersamaan.

Prestasi luar biasa yang dilakukan tim dokter adalah si kembar akan memiliki sistem yang terpisah untuk kali pertama dalam hidup mereka. Dan kabar yang lebih bagus lagi, kondisi pembuluh darah mereka dalam keadaan baik, tim dokter berharap mudah-mudahan akan terus stabil setelah operasi, termasuk penyesuaian tubuh mereka pada sistem yang baru tersebut.

Menyusul operasi panjang tersebut tim dokter akan terus memantau kondisi si kembar terutama melakukan skan otak setelah 36 jam paska operasi untuk menindaklanjuti kapan waktu yang tepat untuk membangunkan (menyadarkan) mereka. Upaya ini mungkin bisa berlangsung sampai seminggu sampai tim dokter benar-benar yakin operasi pemisahan itu benar-benar sukses dan tanpa efek samping.

trishna krishna 1Pejabat dari lembaga sosial Children's First Foundation di Bangladesh yang mengirim si kembar ke Australia mengatakan operasi pemisahan itu benar-benar sebagai titik puncak kulminasi dari kerja keras tim dokter Australia. Dia berharap si kembar bisa pulih dan sehat kembali seperti halnya anak-anak normal lainnya.

Sumber: (The Age, Yahoo 7)

Image : abc, times

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.