Kotagede Kota Perak

Dewi Aichi – Brazil

Ya Kotagede adalah," the old capital city" yang menjadi kebanggaan Jogjakarta. Kotagede berjarak kita-kira 10 km dari jantung kota Jogjakarta. Di sini terdapat sekitar 180 bangunan kuno yang dibuat tahun 1700 hingga 1930.

DSC_2416_800_600

Dari awal masuk ke Kotagede,  sudah bisa menikmati galery-galery dan showroom yang menampilkan berbagai kerajinan perak. Kalau  masuk dari arah JEC (Jogja expo Center), dan gudeg bu Tjitro(maaf ejaannya lupa), lurus ke arah jalan Gedong Kuning, pas penghabisan jalan Gedong Kuning langsung kita akan disambut Tom Silver di pojok sebelah kanan, dan Yon silver di sebelah kiri, jalan lurus terus adalah jalan Kemasan yang semuanya merupakan galery dan showroom kerajinan perak di sekitar jalan Kemasan.

Kerajinan perak sendiri merupakan budaya turun temurun yang dulunya sebenarnya kerajinan emas. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya peraklah yang banyak di minati, sehingga pengrajin lebih memilih untuk mengolah perak. Hingga saat ini, kerajinan perak dari Kotagede sudah di ekspor ke mancanegara terutama Eropa.Model perhiasan yang sangat terkenal adalah jenis filigri, yang proses pembuatannya sangat rumit, karena perak terlebih dahulu diproses menjadi benang perak yang sangat halus.

Kalau ke Jogja berkunjunglah ke Kotagede, masuklah ke showroom dari yang sederhana sampai yang sangat mewah seperti HS silver, Tom Silver, Ansor Silver atau Narti Silver (bilang saja saya temannya Dewi he he..pasti dikasih teh manis…hush…canda ding..yang ini ngapusi).

PB230056_800_600

PB230071_800_600

PB230063_800_600

PB230064_800_600

PB230052_800_600

PB230053_800_600

PB230054_800_600

PB230057_800_600

PB230060_800_600

Eh iya, kata pak Bandi (bukan nama samaran) salah satu pengrajin perak di Kotagede, kita bisa melihat salah satu bangunan kuno yang di sebut "rumah kalang", rumah ini dibangun oleh almarhum Pawiro Suwarno tahun 1920, beliau seorang pengusaha kaya di Kotagede. Menurut cerita , "orang kalang", adalah pendatang yang diundang raja Mataram untuk menjadi tukang ukir di kerajaan.

Setelah kena gempa kemarin saya sempat mengunjungi bangunan itu , deket Ansor silver, rumah unik, perpaduan Jawa  dan Eropa, ada bangunan Joglo yang diletakkan di belakang sebagai rumah induk, dan bangunan model Eropa di letakkan di depan. Joglo di bangunan ini cenderung tertutup, tidak seperti joglo-joglo pada umumnya.Terdapat relief-relief dan kaca berwarna warni yang menjadi mozaik penghubung antara pilar-pilar bangunan. Masih katanya, bangunan ini sekarang menjadi milik keluarga Ansor. Dan bangunan ini sebagian rusak akibat gempa Jogja waktu itu. Saat saya ke sana pun ada plang terpampang di depan"DIJUAL TANPA PERANTARA", iseng-iseng saya tanya, katanya ditawarkan 100 milyar rupiah.

Nah..ngomongin Kotagede, saya ngiler dengan makanan khas Kotagede yaitu "kipo" terbuat dari tepung beras dan diisi dengan parutan kelapa yang dibumbui gula, dibentuk seukuran jari dan dihidangkan dengan alas daun pisang. Satu lagi yaitu "yanko", masih dari ketan, tapi sudah lebih apik dan modern dalam penampilannya, rasanyapun sudah bermacam-macam. kalau kipo penampilannya masih ndeso he he, tapi rasanya luar biasa enak.

kipo01_800_599

Yanko Pak Prapto_798_600

Gambar-gambar yang saya sertakan adalah proses pembuatan perhiasan perak jenis filigri, dengan terlebih dahulu memproses perak mentah menjadi benang perak. Aku sertakan juga beberapa perhiasan jenis filigri.

NONE_200_200

S-202.BROSS_200_200

S-182.BC_200_200

s-193.bross_200_200

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.