Can you hear me now?

Imeii – USA

Can you hear me know? Begitulah bunyi dari sebuah iklan cellphone provider terkenal di US.. kalimat itu yang selalu ditanyain suamiku setiap kali aku memasang alat pendengar di kuping kiriku.. yup.. temen-temen sekalian, sejak bulan Juni kemaren, aku memasang alat bantu dengar buat kupingku.. di sini akan kuceritakan sedikit pengalamanku, semoga bisa berguna buat teman-teman pembaca Baltyra….


Bermula dari  general medical check up  tahun 2002, sekedar untuk memanfaatkan health insurance yang ada, setelah minta surat referensi untuk mammogram, dokter nanyain ada keluhan apa lagi..  daku iseng bilangin kalo di kupingku ada semacam bunyi denging, dering atau apalah sebutannya.. oleh dokter daku dirujuk untuk hearing test…daku dipakaiin head phone, kemudian dikasih dengar macam2 suara dari yang kencang sampai yang lembut, di tanganku ada semacam alat tombol, aku harus menekan tombol kalo suara tsb bisa kudengar, ada juga bunyi seperti suara hujan, gemuruh angin, desis, denting dan lain-lain, macam-macam deh…

Ternyata kuping sebelah kiriku sudah menurun daya dengarnya.. waktu itu hasilnya sudah menunjukkan hearing loss sebanyak 60%, daku sempat ngga percaya juga… biasa sih, masih in denial, pikirku masa sih gue budek, wong kupingku normal-normal aja, ngga kepentok, ngga kecolek, ngga mungkin gw budek… dan juga karena menganggap sepele hal ini, jadi tidak ku follow up, ternyata setelah bertahun, baru terasa kekuranganku, apalagi suara suamiku lembut sekali, jadi sering banget minta diulang, atau WHAT, say it again, untungnya beliau sabar dan tidak komplen apa2, tapi saat berhadapan dengan orang lain, ada rasa ngga enak hati juga, kadang tulalit, apalagi waktu masih kerja, hadapin customer, kadang kesal kalo customer udah raised their voices, kok kayak ngebentak sih… walaupun begitu, daku tetap ngeyel ngga mau beli alat bantu dengar, beberapa kali disuruh ama suami, mungkin beliau udah bosen ngadapin bininya yang budek, tapi ngga berani ngomong apa2..


Akhirnya daku punya seorang teman yang usianya lebih muda dariku, kita juga kenalan dari internet, mungkin sudah 6 tahun lebih kita saling kenal, walaupun belum pernah ketemu muka, tapi sering ngobrol di telpon, beliau cerita kalo dirinya juga punya problem yang sama, hearing loss, dan sudah memakai hearing aids, dan dengan bangganya beliau cerita betapa nyamannya sesudah memakai alat tsb, sekarang bisa mendengar suara-suara yang dulu tidak disadari ada.. dari beliau lah daku merasa udah saatnya bagiku untuk mencoba pakai… tapi juga belum  bergerak untuk merealisasikannya..

 

Saatnya mudik bulan June tahun ini, oleh saudara-saudaraku daku didesak terus untuk give it a try, karena saudara kandung, mereka berani bilang terus terang kalo diriku ini udah tulalit sekali, memang benar sih, daku bisa dengar suara orang, tapi tidak mengerti apa yang diucapkan, adikku juga bilang, hati-hati kalo nyebrang jalan, soalnya kalo budek ngga bakal kedengaran ada kendaraan liwat, so setelah cape didesak, akhirnya dengan diantar kakakku yang juga seorang dokter, daku ke dokter spesialis THT, dari dokter itu aku di test pendengaran lagi, ternyata kuping sebelah kiriku sudah tidak berfungsi lagi, dan sebelah kananku masih 60%, jadi selama ini pendengaranku mono, bukan stereo…

 

Oleh dokter daku dirujuk ke toko yang jual alat ini, dengan diantar oleh suami, dan 3 kakak dan 1 ponakan (support mereka sangat kuhargai), kita ke toko tsb, setelah dicoba, ditest daku memutuskan untuk membeli 1 dulu, yaitu untuk kuping kiriku..  

 

Sedikit cerita saat kita di toko tsb, yang ngantri banyak, ternyata banyak orang yang punya masalah pendengaran, dari anak2, remaja, sampai yang sudah sepuh, jadi daku merasa tidak sendiri, rasa malu juga jadi hilang…

 

Bermacam model, merk dan harga, ternyata ngga murah alat ini, harganya dari yang termurah 3 juta rupiah, masih analog, yang digital dari 4 juta sampai 26 juta, tergantung kebutuhan dan kerusakan kuping kita, punyaku tidak banyak pilihan, karena sudah parah sekali (ama dokternya aku dicandain udah bolot), jadi daku dianjurkan / diharuskan pakai yang Super Power dan bentuknya agak besar,  yang mini-mini, mungil dan warna warni juga ada, modelnya bagus-bagus deh, tapi itu bukan untukku, tidak cocok dengan kebutuhan kupingku.

Alat bantu

Setelah memakai alat bantu  ini, suara-suara yang tadinya tidak terdengar olehku dan karena itu kuanggap tidak ada, sekarang bisa kudengar, contoh yang paling sepele, suara sein mobil tanda mau belok, tadinya daku tidak tau kalo itu ada tik tik tik nya, sekarang baru tau, sampai sempat kutanyaiin suamiku, beliau senyum-senyum kecil aja.

Baru deh kusadari.. selain pendengaranku jadi stereo,  there were a lots of sound I missed, ternyata tanpa kusadari selama bertahun tahun aku hidup dalam dunia yang semi (hampir) senyap… memang jadi berisik sekali, bunyi yang lembut juga rasanya jadi kencang banget, suara kencing sendiri (maaf ya) juga terdengar seperti suara air terjun hihi.. apalagi di gereja, yang biasanya hening, terasa ribut apabila ada anak kecil di belakang lagi unhappy, suara pintu ditutup juga bisa membuatku kaget..


Aku yakin, lama-lama daku akan terbiasa, yang jelas, rasa percaya diriku makin bertambah,  komunikasi juga lebih nyaman, mertuaku sampai bilang: “I’m so happy for you”.. jadi kupikir mungkin dulu mereka juga udah cape ber tulalit denganku.. daku sendiri juga sudah cape mereka-reka apa yang diucapkan teman-temanku, karena malu kebanyakan minta diulang kalimatnya… suamiku juga happy sekali dan akhirnya ngaku kalo udah cape dengan ke’budek’an ku… kesian deh ah…


Sekarang daku jadi tambah pede.. sudah bisa bebas berkomunikasi, kalo kita berkomunikasi dengan teman2 atau di toko2, biasanya suamiku harus mengulang percakapan karena daku budek…


So teman-teman pembaca, kalo merasa ada tanda-tanda tulalit karena berkurangnya fungsi pendengaran, sebaiknya segera periksa ke dokter, kalo dianjurkan dokter untuk memakai alat bantu dengar, jangan ragu-tagu dan tidak perlu malu (aku dulu juga malu karena selama ini anggapanku yang pakai hearing aids adalah orang-orang yang sudah sepuh, ternyata ngga juga tuh) karena makin ditunda, akan makin parah kerusakan daya dengar seperti kasusku… niscaya hidup akan terasa lebih indah, lebih bervariasi…


 

56 Comments to "Can you hear me now?"

  1. em  17 December, 2013 at 23:03

    Admin yang baik, saya cuma minta tolong dihapus nama asli saya di komen diatas karena banyak yang menanyakan kondisi saya dan ini menyebabkan saya minder.Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  2. better hearing indonesia  20 February, 2012 at 11:03

    kalau ada yang mau menggunakan alat bantu dengar hubungi kami… untuk konsultasi silahkan telpon 021 88359282, kami juga menerima panggilan untuk periksa pendengaran dan coba alat bantu dengar … hubungi kami untuk membuat janji kami akan datang ketempat anda…

    better hearing indonesia
    solusi pendengaran anda untuk hidup lebih baik
    http://www.alatbantudengarku.com
    http://www.betterhearingindonesia.com

  3. Em  15 May, 2011 at 07:33

    Makasih mbak imeii atas pengalamannya.saya jg ingin skali beli hearing aid.abis suka tersinggung kalo ada pelanggan yg ngerasin suara kayak mbentak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.