Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Can you hear me now?

Tuesday, 24 November 2009

Viewed 2058 times, 1 times today | 54 Comments |

Imeii – USA

 

Can you hear me know? Begitulah bunyi dari sebuah iklan cellphone provider terkenal di US.. kalimat itu yang selalu ditanyain suamiku setiap kali aku memasang alat pendengar di kuping kiriku.. yup.. temen2 sekalian, sejak bulan Juni kemaren, aku memasang alat bantu dengar buat kupingku.. di sini akan kuceritakan sedikit pengalamanku, semoga bisa berguna buat teman2 pembaca Baltyra….


Bermula dari  general medical check up  tahun 2002, sekedar untuk memanfaatkan health insurance yang ada, setelah minta surat referensi untuk mammogram, dokter nanyain ada keluhan apa lagi..  daku iseng bilangin kalo di kupingku ada semacam bunyi denging, dering atau apalah sebutannya.. oleh dokter daku dirujuk untuk hearing test…daku dipakaiin head phone, kemudian dikasih dengar macam2 suara dari yang kencang sampai yang lembut, di tanganku ada semacam alat tombol, aku harus menekan tombol kalo suara tsb bisa kudengar, ada juga bunyi seperti suara hujan, gemuruh angin, desis, denting dan lain2, macam2 deh…

 

Ternyata kuping sebelah kiriku sudah menurun daya dengarnya.. waktu itu hasilnya sudah menunjukkan hearing loss sebanyak 60%, daku sempat ngga percaya juga… biasa sih, masih in denial, pikirku masa sih gue budek, wong kupingku normal2 aja, ngga kepentok, ngga kecolek, ngga mungkin gw budek… dan juga karena menganggap sepele hal ini, jadi tidak ku follow up, ternyata setelah bertahun, baru terasa kekuranganku, apalagi suara suamiku lembut sekali, jadi sering banget minta diulang, atau WHAT, say it again, untungnya beliau sabar dan tidak komplen apa2, tapi saat berhadapan dengan orang lain, ada rasa ngga enak hati juga, kadang tulalit, apalagi waktu masih kerja, hadapin customer, kadang kesal kalo customer udah raised their voices, kok kayak ngebentak sih… walaupun begitu, daku tetap ngeyel ngga mau beli alat bantu dengar, beberapa kali disuruh ama suami, mungkin beliau udah bosen ngadapin bininya yang budek, tapi ngga berani ngomong apa2..


Akhirnya daku punya seorang teman yang usianya lebih muda dariku, kita juga kenalan dari internet, mungkin sudah 6 tahun lebih kita saling kenal, walaupun belum pernah ketemu muka, tapi sering ngobrol di telpon, beliau cerita kalo dirinya juga punya problem yang sama, hearing loss, dan sudah memakai hearing aids, dan dengan bangganya beliau cerita betapa nyamannya sesudah memakai alat tsb, sekarang bisa mendengar suara2 yang dulu tidak disadari ada.. dari beliau lah daku merasa udah saatnya bagiku untuk mencoba pakai… tapi juga belum  bergerak untuk merealisasikannya..

 

Saatnya mudik bulan June tahun ini, oleh saudara2ku daku didesak terus untuk give it a try, karena saudara kandung, mereka berani bilang terus terang kalo diriku ini udah tulalit sekali, memang benar sih, daku bisa dengar suara orang, tapi tidak mengerti apa yang diucapkan, adikku juga bilang, hati2 kalo nyebrang jalan, soalnya kalo budek ngga bakal kedengaran ada kendaraan liwat, so setelah cape didesak, akhirnya dengan diantar kakakku yang juga seorang dokter, daku ke dokter spesialis THT, dari dokter itu aku di test pendengaran lagi, ternyata kuping sebelah kiriku sudah tidak berfungsi lagi, dan sebelah kananku masih 60%, jadi selama ini pendengaranku mono, bukan stereo…

 

Oleh dokter daku dirujuk ke toko yang jual alat ini, dengan diantar oleh suami, dan 3 kakak dan 1 ponakan (support mereka sangat kuhargai), kita ke toko tsb, setelah dicoba, ditest daku memutuskan untuk membeli 1 dulu, yaitu untuk kuping kiriku..  

 

Sedikit cerita saat kita di toko tsb, yang ngantri banyak, ternyata banyak orang yang punya masalah pendengaran, dari anak2, remaja, sampai yang sudah sepuh, jadi daku merasa tidak sendiri, rasa malu juga jadi hilang…

 

Bermacam model, merk dan harga, ternyata ngga murah alat ini, harganya dari yang termurah 3 juta rupiah, masih analog, yang digital dari 4 juta sampai 26 juta, tergantung kebutuhan dan kerusakan kuping kita, punyaku tidak banyak pilihan, karena sudah parah sekali (ama dokternya aku dicandain udah bolot), jadi daku dianjurkan / diharuskan pakai yang Super Power dan bentuknya agak besar,  yang mini2, mungil dan warna warni juga ada, modelnya bagus2 deh, tapi itu bukan untukku, tidak cocok dengan kebutuhan kupingku.

 

Alat bantu

Setelah memakai alat bantu  ini, suara2 yang tadinya tidak terdengar olehku dan karena itu kuanggap tidak ada, sekarang bisa kudengar, contoh yang paling sepele, suara sein mobil tanda mau belok, tadinya daku tidak tau kalo itu ada tik tik tik nya, sekarang baru tau, sampai sempat kutanyaiin suamiku, beliau senyum2 kecil aja.

 

Baru deh kusadari.. selain pendengaranku jadi stereo,  there were a lots of sound I missed, ternyata tanpa kusadari selama bertahun tahun aku hidup dalam dunia yang semi (hampir) senyap… memang jadi berisik sekali, bunyi yang lembut juga rasanya jadi kencang banget, suara kencing sendiri (maaf ya) juga terdengar seperti suara air terjun hihi.. apalagi di gereja, yang biasanya hening, terasa ribut apabila ada anak kecil di belakang lagi unhappy, suara pintu ditutup juga bisa membuatku kaget..


Aku yakin, lama2 daku akan terbiasa, yang jelas, rasa percaya diriku makin bertambah,  komunikasi juga lebih nyaman, mertuaku sampai bilang: “I’m so happy for you”.. jadi kupikir mungkin dulu mereka juga udah cape ber tulalit denganku.. daku sendiri juga sudah cape mereka-reka apa yang diucapkan teman2ku, karena malu kebanyakan minta diulang kalimatnya… suamiku juga happy sekali dan akhirnya ngaku kalo udah cape dengan ke’budek’an ku… kesian deh ah…


Sekarang daku jadi tambah pede.. sudah bisa bebas berkomunikasi, kalo kita berkomunikasi dengan teman2 atau di toko2, biasanya suamiku harus mengulang percakapan karena daku budek…


So teman2 pembaca, kalo merasa ada tanda2 tulalit karena berkurangnya fungsi pendengaran, sebaiknya segera periksa ke dokter, kalo dianjurkan dokter untuk memakai alat bantu dengar, jangan ragu2 dan tidak perlu malu (aku dulu juga malu karena selama ini anggapanku yang pakai hearing aids adalah orang2 yang sudah sepuh, ternyata ngga juga tuh) karena makin ditunda, akan makin parah kerusakan daya dengar seperti kasusku… niscaya hidup akan terasa lebih indah, lebih bervariasi…


Share This Post

Posted by Tuesday, 24 November 2009 on 01:01.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

54 Responses to “Can you hear me now?”

Pages: [6] 5 4 3 2 1 »

  1. 54
    Emi Endayani Says:

    Makasih mbak imeii atas pengalamannya.saya jg ingin skali beli hearing aid.abis suka tersinggung kalo ada pelanggan yg ngerasin suara kayak mbentak.

  2. 53
    Serena Safa'i Says:

    While many music lovers are aware that listening to iPods and MP3 players at high volumes can lead to hearing loss, not many of them — especially not teens — do anything about it. In fact, when teens are pressured by friends or family to turn down the volume on their iPods, they do exactly what you’d expect them to do: they turn the volume up instead. Even teens who express concern about the risk of hearing loss listen to music at potentially dangerous levels — higher on average than kids who say they’re not worried about deafness.

    http://www.time.com/time/health/article/0,8599,1881130,00.html

  3. 52
    probo Says:

    imeei terima kasih sudah berbagi…
    saya yakin ini amat bermanfaat bagi banyak pembaca….
    prunan saya (cucu kakak saya) juga memakai, tapi bawaan…jadi saat dalam kandungan ibunya kena campak jerman…..

  4. 51
    puspa Says:

    mbak imeii, beli alatnya di mana? periksa tht di mana? tlg info selengkapnya donk. soalnya anakku yang umurnya baru 12 thn telinga kirinya juga sudah menurun 75%. please ya …

Pages: [6] 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)