Malaysia Trip – Kinabalu Part 1

[email protected] – Singapore

Salam Selalu untuk semua pembaca Baltyra, apa kabar semua, semoga sehat2 dengan cuaca yang tidak agak tidak bersahabat, disertai penyakit flu. Sekali lagi saya berusaha untuk membagi kisah perjalanan dalam photo dan sedikit tulisan. Perjalanan kali ini yang dituju adalah tanah diraja Malaysia bagian Sabah kota Kinabalu. Kalo dilihat di peta itu adalahbagian ujung atas kanan Pulau Kalimantan. (warna Kuning).

Waktu perjalanan yang dibutuhkan dari Singapura ke Kinabalu adalah 2 jam, dan menggunakan pesawat Tiger Airways. (lagi lagi Tiger Airways). Perjalanan dari Singapura adalah malam hari dan tiba di sana sudah nyaris memasuki hari berikutnya.

Yang cukup luar biasa dari kota kinabalu ini adalah, gaya bahasa yang berbeda dengan orang dari semenanjung Malaysia, dan gaya bicara orang sabah lebih mirip ke arah Indonesia (jadi lebih mudah dimengerti). Dan juga orangnya ramah ramah, berbeda dengan orang yang dari semenanjung. Oh dan yang pasti, kotanya bersih banget. Luar biasa, tidak ada sampah yang berserakan di mana mana. Bersih.

Setelah mendarat dan kita langsung menyewa taksi 40RM untuk 4 orang (1 taksi) berhubung kita ber 8 (2 pria dan 6 wanita) maka cukuplah 2 taksi. Langsung meluncurlah kita dari bandara ke guest house tempat kita menginap. Lumayan murah per-harinya dan 1 kamar bisa diisi 5 orang. Dan jg couple room.

Tak berlama lama di kamar langsung kita keluar untuk duduk makan dan ngopi di warung terdekat.

Di daerah ini, setiap hari minggu ada Sunday Market mulai dari pagi hingga jam 12 siang. Setiap minggunya, dan nggak kira kira mereka mempersiapkan barang2 dan tenda itu dari jam 2 pagi, dan mereka menyetel lagu yang cukup keras di luar. Untungnya kita semua cukup ke-capean sehingga terlelap lah kita tidur.

Di Sunday market mereka menjual berbagai macam makanan, barang hingga binatang. Luar biasa, apa saja ada, mulai dari obat gosok sampe mahluk hidup.

Bosan rasanya menunggu para wanita yang sedang berbelanja dan tawar menawar di market, maka saya jalan sendiri saja kearah laut yang hanya berjarak 2 blok (100 meter) dari tempat saya menginap. Muter2 kepanasan, gak mudeng mau ngapain, bekerjalah si kamera menangkap beberapa moment photo.

Entah kenapa kapal yang ada di atas ini, ketika melihatnya ada perasaan yang menarik ingin diabadikan. Ditungguin sampe lewat persis didepan kamera. Dijepret lah sang kapal.

Hingga sekarang, saya kadang2 melihat photo ini, dan berpikir, apakah yang menarik dari si kapal hingga benar2 saya tungguin dan saya ambil photonya.

To Be Continue ya :-

Note: Takut kepanjangan jadi di continue ntar diomelin Buto lagi.

Cherio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.