Alexa – Jakarta
Lagi liburan panjang Idul Adha kemarin sempat kaget juga membaca kabar Dubai World, perusahaan properti raksasa milik Keemiratan Dubai mengumumkan penundaan pembayaran sebagian obligasinya, Dubai World memiliki kewajiban hingga US$ 59 Miliar, menguasai sebagian besar total utang Dubai yang sekitar US$80 Miliar. Penundaan ini juga termasuk pembayaran sukuk senilai US$ 3.52 miliar yang jatuh tempo 14 Desember 2009 nanti.
Dubai merupakan salah satu dari tujuh emirat yang membentuk kesatuan Uni Emirat Arab. Emirat yang lain adalah: Abu Dhabi, Sharjah, Ajman, Umm al-Quwain, Fujariah dan Ras al-Khaimah. Sebenarnya dampak dari krisis financial global sudah dirasakan di Dubai sejak akhir tahun lalu. Mal-mal terutama yang baru sepi, apalagi pasar properti. Padahal Dubai World berinvestasi di proyek properti, proyek-proyek ambisius di Dubai:
PALM ISLAND – Pulau buatan dalam 3 kawasan, yakni Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira. Pengembangnya Nakheel Properties (anak perusahaan Dubai World). Sebelum krisis financial global, direncanakan selesai dalam 10-15 tahun.
THE WORLD ISLAND – Pulau buatan berbentuk miniature dunia, yang juga dikembangkan Nakheel Properties sudah dihentikan sementara sejak tahun 2009 lalu saat krisis financial global dimulai.
BURJ DUBAI – Menara yang pembangunannya menelan US$ 900 juta ini merupakan gedung tertinggi didunia dengan tinggi 705m dan 162 lantai. Dibangun oleh Emaar Properties,
DUBAI MALL – Suatu pusat perbelanjaan terbesar di dunia, dibangun oleh Eemar Properties. Selain berinvestasi di negara sendiri, Dubai World juga tercatat sangat agresif berinvestasi pada bisnis property di Amerika Serikat., Inggris dan Afrika Selatan. Di Indonesiapun Dubai World memiliki investasi di proyek properti:
· Limitless World International Services 6 Lt melakukan transaksi Jual Beli Saham bersyarat senilai US$ 110 juta dengan kelompok Bakrie dalam proyek Rasuna Epicentrum,
· Drydocks World SE membentuk PT. Batam Maritime Center dengan investasi mencapai US$ 500 juta pada Oktober 2009 membangun Drydocks World-Graha, salah satu dari 3 galangan kapal yang akan dibentuk di Batam,
· Dubai Ports World membeli 49 persen saham PT. Terminal Peti Kemas Surabaya dan menginvestasikan USS 175 juta.
Proyek-proyek dari investor Dubai lain di Indonesia antara pembangunan resor di Lombok – Emaar Properties dari Dubai menginvestaikan US$ 600 juta. Sementara itu 16% saham dari operator selular XL dimiliki Etisalat dari Dubai.
Konon sejak akhir 2008 sampai mencapai Juni 2009, para pekerja asing sudah banyak yang hengkang dari Dubai. Ada yang sedang asyik bekerja langsung dikasih pesangon lalu disuruh pulang ke negaranya. Para pekerja asing itupun tergopoh-gopoh meninggalkan negeri kaya itu. Jalan-jalan menuju bandara di Dubai mendadak seperti showroom mobil, lantaran pekerja asing itu meninggalkan begitu saja kendaraan milik mereka di jalanan, bahkan ada yang kunci kontaknya tertempel di tempatnya.
Untung seorang teman di Dubai tampaknya posisinya masih aman-aman saja, beliau bekerja di Istana kerajaan sebagai sparing gulat putra raja.
Walaupun kalangan bursa di Indonesia menenangkan diri dengan menghitung kemungkinan dampak dari krisis Dubai World ini kecil karena pinjaman yang diterima Dubai World kebanyakan dari bank-bank yang ada di Eropa yang keterkaitannya relatif kecil dengan Indonesia dibandingkan dengan bank-bank Amerika dengan Indonesia namun Menkeu Sri Mulyani mengingatkan bahwa krisis Dubai World ini sebenarnya menunjukkan fenomena terkuaknya gunung es, bisa-bisa masih ada krisis-krisis di belahan dunia lain yang nanti akan bermunculan.
Jika mencermati beberapa data ekonomi dunia tampaknya berakhirnya krisis financial global ini kelihatannya masih lama, Itali baru saja merilis berita bahwa tingkat pengangguran di negara itu mencapai 9% – tertinggi semenjak 5 tahun terakhir.
Krisis ekonomi begitu menggerogoti warga Amerika Serikat sehingga memaksa banyak warga mencari bantuan dari bank makanan di Los Angeles -Los Angeles Regional Foodbank (LARF) yang memasok kedai makanan lokal diseluruh wilayah tersebut kini mengirim 1 juta pon makanan per minggu – sama dengan 750.000 porsi makanan/ minggu. Michael Flood – Presiden dari LARF mengatakan, “Akibat dari pemotongan anggaran negara dan peningkatan angka pengangguran, kelaparan menjadi masalah yang makin kritis.”
VOA Indonesia melansir berita bahwa untuk merayakan Natal Desember nanti – warga Amerika menurunkan anggaran pengeluaran/ orang dalam belanja hadiah dari yang tadinya US$ 700 pada tahun lalu menjadi US$ 650.
Saat ini publik AS dikejutkan oleh proyeksi ekonomi Federal Open Market Committee ( FOMC – komite yang bertanggung jawab mengatur kebijakan moneter) dimana FOMC memperkirakan tingkat pengangguran yang tinggi akan membayangi ekonomi AS hingga tahun 2012.
|
Proyeksi
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
|
Tingkat Pengangguran (%)
|
9.9 – 10.1
|
9.3-9.7
|
8.2-8.6
|
6.8-7.5
|
|
Pertumbuhan Ekonomi (%)
|
(0.4)-0.1)
|
2.5-3.5
|
3.4-4.5
|
3.5-4.8
|
Ekonom terkemuka dunia Paul Krugman menyatakan saat terjadi Distorsi Ekonomi seperti saat ini maka peran Pemerintah sangat diperlukan – dan beberapa sudah dijalankan oleh Pemerintah Amerika seperti memberikan bantuan likuiditas ke perusahaan keuangan yang too big to fail, beberapa program untuk meningkatkan daya beli masyarakat seperti pemotongan pajak pendapatan, refinancing kredit perumahan dan insentif pembelian mobil baru. Tapi dengan program stimulus konsumsi macam ini maka program penciptaan lapangan kerja belum terjadi.
Sungguh memprihatinkan kondisi ekonomi AS saat ini, kelihatannya belum ada exit strategi yang pas dari krisis financial global saat ini – sehingga dipastikan warga AS yang menganggur akan semakin mewarnai jalan kota besar AS seperti New York, Los Angeles dan Chicago.
Bagaimana di Indonesia sendiri?
Walaupun Indonesia tercatat sebagai Negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif bersama India dan China tapi semuanya itu masih didukung sektor konsumsi yang tinggi – akibat tingginya jumlah penduduk Indonesia. Kedepan seharusnya sektor manufakturer yang mengambil peranan dalam kegiatan ekonomi karena bertumbuhnya sektor manufacturer berarti bertumbuhnya kegiatan pembangunan riil dan membuka lapangan pekerjaan baru. Berita kemarin malah menyebutkan ada 74.000 sarjana menganggur di DKI. Banyak kendala yang menghambat pertumbuhan sector manufacturer, misalnya kepastian ketersediaan listrik serta kepastian hukum. Masalah berlarutnya KPK-Polisi-Kejaksaan yang berkaitan dengan Bank Century juga membuat investor asing menunda niatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Sayang sekali Indonesia yang masih tumbuh positif tidak bisa fokus pada pembangunan karena penanganan masalah-masalah hukum di atas terlalu berlarut-larut.
Bahan bacaan:
Ternyata kelaparan juga melanda warga AS- Kompas.com, Kamis 17 September 2009.
Kontan, Edisi Selasa, 1 Desember 2009.
Koran Jakarta, 28 Novmeber 2009.
Picture : Ianfraser

Posted by
Alexa
Friday, 4 December 2009 on 00:02.
Categories: Ekonomi & Politik.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
You can leave a response or trackback to this entry
November 9th, 2010 at 11:36
XA : balik kerja buka dan moco artikelmu…..wes mblandaaaaaang 60+ komentarnya……larisssss…..manisssssss…..tanjung kimpul………koyok sing nulis artikel kkkkkkkk……..
menurutku, proyek raksasa DUBAI itu se-mata2 cm GREED! jd maklum langsung ambruk begitu kena imbas runtuhnya ekonomi global.
mmg betooooooool ekonomi AMERIKA msh deleg2…….amburaduuuuuuul……..morat-marit…….cilaka 13 1/2 keliling! yg mengkis2 adl HAWAII……….krn sbg tourist destination, klu turis ora teko moriaaaaaaaaar! kuwi wes jelasssssss banget!
krn plesir kan duit turah, duit tabungan/simpanan yg disisihkan…….plesir bukan tujuan utama, kecuali buat org2 sing duite bak hujan dr langit……jebrolllllll wes kayak raya……millionaire/billioner kkkkkkkk……..
apalagi HAWAII letaknya in the middle of no where………sebagian besar barang/kebutuhan kudu IMPORT!……..yg jelas biaya kehidupan di HAWAII mahal……..
begitulah…….mau hidup ditempat yg enak…….paradise…….jd kudu bayar mahal……..kerjaan sulit, makanya di HAWAII sgt amat lumrah org punya 2-4 pekerjaan part time……..jd kerja jumpalitan esuk, awan, bengi……..ora cucuk dgn pengeluaran……..pokok-e iso dinggo urip wae………kkkkkkkkk……….
UNTUNG (sll bawa2 nama mas, bang, kang, den untung) dasar wong jowo……….aku msh ada kerjaan, malah dua lagi hehehe……..ya dilakoni dgn seneng hati, drpd ora duwe……nangis guling2-lah……..
itu aja komenku yg sll dowoooooooooo…….moler2………
November 9th, 2010 at 10:17
sebuah proyek raksasa manusia diakhir jaman,membuat impian menjadi kenyataan,merupakan kombinasi peradaban yang modern dari seluruh belahan bumi. sayangnya tidak setiap orang di bumi ini yang mampu tuk datang dan menikmati produk tersebut,namun hanya mereka yang bergelimangan harta sebagai wahana tuk menikmati surga dunia.
December 7th, 2009 at 16:33
Pak Edy: Hahaha…ini perusahaan keuangan yang mo tambah modal Pak. So far dah jalan dan direct investor kita kebanyakan Pension Institutions, sekarang kasih returnnya 18%/thn B4T. Nah dgn IPO kita harapkan bisa tekan return ke nasabah sampai 13-15% – masih menarik dibandingkan dgn Obligasi Pemerintah. Disamping itu kita juga mo jual via bank syariah – sedang menjajaki dan itu harus lewat dewan pertimbangan syariah mereka. Jhiah jadi jualan nih …..wkwkwkwk
December 7th, 2009 at 13:43
IPo barang baru atau barang lama nih? Kalau mau dpt IPO bukannya prioriy untuk yg megang barangnya duluan? Kalau IPO benar2 baru sih mau saja…drpd pakai joki hahhaa
December 7th, 2009 at 11:33
Hem disini rencananya ada 7 perusahaan mo IPO Desember ini tapi rasanya itu target yang terlalu ambisius ya, perusahaan saya sih rencananya 2010 nih IPO ntar aku tawarin Pak Edy akh…kqkqkqkq…
Betul sekali pegang 50% cash lebih baik…..
December 6th, 2009 at 21:17
Yup..WS di akhir tahun, atau sudah nduluin sewaktu anjok minggu lalu?
Thn 2010 keknya masih suram, the FEd akan narik uang nya pelan2 dari market untuk menanggulangi ekonmoi negaranya. Bursa Indonesia tahu sendiri, banyak hot money parkir disana, mending keep cash at least 50% lah. Mid east masih optimis lah.
December 6th, 2009 at 19:39
Window dressing menjelang tutup tahun ya? Trus gimana 2010nya… ?
December 6th, 2009 at 19:17
Minggu lalu saham di mid east sempat anjlok limit down (AR kiri) 10%, deg deg an kalo akan terus begitu, ternyata hari berikutnya rebound lagi,sempat stres semalaman. Tinggal nunggu window dressing nih…
December 6th, 2009 at 17:18
Wkwkwkwk…Aimee usaha terus…