Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Ekonomi China

Monday, 7 December 2009

Viewed 3301 times, 1 times today | 13 Comments |

Mpek Dul – Holland

APAKAH   PERKEMBANGAN TIDAK MEMBAWA AKIBAT NEGATIF?
 
“Setiap kemajuan juga membawa pengorbanan dan kemunduran”. Tanpa terkecualian, kata-kata ini berlaku juga untuk China.
 
Setiap ekonom mengetahui bahwa perkembangan ekonomi yang bertahun-tahun mencapai 8 -10 % adalah sesuatu yang tidak wajar, karena statistik pertumbuhan ekonomi, jika dunia stabil, sampai sekarang hanya berada disekitar 4,5% setahunnya dengan kekecualian sekitar 6% di masa konjunktur yang tinggi seperti akhir tahun 70-an.
 
Siapa menilai bahwa perkembangan dalam bidang teknologi dan ekonomi di China ini berarti tidak membawa akibat yang membahayakan untuk negara itu sendiri dan dunia lain dan mengganggu stabilitas dunia, adalah orang yang sempit pandangannya dan menyangkal satu realitas. Jika memang demikian keadaannya, pertanyaan yang timbul selanjutnya adalah: Dalam bidang apa?
 
Hal ini tidak mudah untuk diuraikan begitu saja dengan beberapa patah kata.
 
Setiap perkembangan satu negara dalam bidang apapun juga sering disertai akibat yang tidak diinginkan, dan dapat menimbulkan persoalan-persoalan untuk negara itu sendiri. Baik yang  bersangkutan dengan politik, ecologi, sosiologi, psykologi, moral, dan moneter ekonomi. Satu faktor destabilisasi dunia yang lebih berbahaya dari revolusi massa akibat dari kelaparan. Semakin pesat dan tinggi perkembangan ekonomi satu negara, semakin besar “tekanan-tekanan” yang saya sebut di atas dan semakin besar kemungkinan ledakan yang akan terjadi bilamana ada gangguan di dunia dalam bidang politik dan moneter. Apa yang dapat menanjak ke atas juga akan dapat merosot ke bawah.
 
Satu pohon yang tinggi bila sampai tumbang, pasti akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar dari satu pohon yang kecil yang jatuh. Semakin tinggi dan lebatnya pohon itu, semakin besar akibat kerusakan yang disebabkannya. “Economy bubble” adalah istilah yang diberikan dalam bidang makro ekonomi.
 
Contoh yang masih hangat adalah berita meledaknya persoalan real estate di Dubai minggu lalu di mana pemerintah memutuskan untuk membekukan pembayaran bunga dari hutang yang berjumlah US$ 80 miljard yang ditanam di real estate, sehingga dunia digetarkan lagi oleh rasa ketakutan adanya gangguan moneter lagi seperti yang awal mula terjadi di AS.
 
Perkembangan demikian ini sudah pernah terjadi di pasaran saham di Shanghai beberapa waktu yang lalu akibat dari overvaluation exchange-ratio profit (penilaian yang berlebihan yang diberikan kepada satu saham perusahan yang tidak sesuai dengan fakta antara keuntungan perusahaan dan nilai saham yang diberikan dan diperdagangkan).
 
“National Development and Reform Commission” China baru-baru ini memberitakan bahwa di pertengahan tahun pertama 2009 diperkirakan sudah 67.000 perusahaan partikelir kecil yang bangkrut, yang juga membawa akibat untuk dunia perbankan.
 
Perekonomian China dapat digolongkan “ekonomi campuran terpimpin”, kombinasi antara Keynesianisme dan liberal kapitalisme. Satu sistim unik yang tidak dikenal di dunia perekonomian di negara lain yang hanya diterapkan dan berjalan di P.R. China.  
 
Perkembangan industri di China yang begitu pesat sampai sekarang, tidak dengan alat-alat produksi mesin yang modern dan “bersih” sesuai dengan tuntuan modern saat ini, dan memenuhi syarat-syarat protokol konvensi Kyoto. Banyak mesin-mesin kuno yang masih dipakai sebagai alat-alat produksi industri berat, karena innovasi atau pembaharuan adalah salah satu faktor yang baru akhir-akhir ini saja dikenal yang lebih lambat perkembangannya dari produksi sendiri.
 
Contoh-contoh yang jelas adalah di dalam bidang kesehatan rakyat, sosial masyarakat, ecologi, polusi, CO2, tetapi dinegara seperti China di mana rakyat hanya tergantung dari informasi sepihak yang diberikan oleh pemerintah, bukanlah satu hal yang mudah untuk mengetahui apakah latar belakangnya mengapa pemerintah merahasiakan faktor-faktor yang buruk, yang berbahaya untuk kesehatan umum, dan adanya kecelakan-kecelakaan dipertambangan, sehingga tidak diberikan informasi sepenuhnya dan terbuka.
 
Alasan yang biasanya banyak dipakai adalah: “untuk kepentingan umum, keamanan Negara dan masyarakat, tidak dipublikasikan”, satu istilah yang jelas dapat diartikan bebas dan sangat luas sekali, tetapi pada hakekatnya, -meski seringkali disangkal-, tidak lain adalah satu tindakan sensur demagogis.
 
POLITIK – MONETER
Salah satu tradisi China sejak masa kaisar jaman dulu adalah menganut sistim “tertutup”, artinya, peristiwa-peristiwa yang terjadi di balik layar pemerintahan, tidak pernah diberitakan kepada rakyat secara terbuka, karena “kebebasan” adalah satu istilah yang tidak pernah dikenal, dan dinilai sebagai satu kegiatan yang menggerogoti wibawa pemerintah yang  berwenang. Sistim hirarki masyarakat dan kebudayaan sampai sekarang adalah paternal, artinya vertical dari atas kebawah, yang “tua” mengawasi yang “muda”, kakek ke ayah, ayah ke anak-anak, anak ke cucu, buyut dan seterusnya, sedangkan sistim barat adalah horizontal integral, kesamaan, yang berlandaskan falsafah Yunani dan dikenal sebagai demokrasi δῆμος (dèmos), "rakyat" dan κρατέω (krateo) atau yang berarti "menguasai dan memerintah"; diilhami asas-asas utama yang berasal dari Perancis: Liberté (kebebasan)– Egalité (persamaan) – Fraternité (persaudaraaan), satu “open door” politik.
 
Akibat dari semua ini adalah kejelekan-kejelekan dan kesalahan-kesalahan yang terjadi, duduk perkara yang sebenarnya tidak akan diketahui oleh rakyat. Dengan demikian pemerintah tidak usah memberikan pertanggung jawaban kepada mereka.
 
Bila kita membicarakan “pemerintah”, dalam hal ini adalah Partai Komunis yang sebetulnya berkuasa. Di atas kertas China mengenal istilah proforma “parlemen”, tetapi hampir seluruh anggautanya, tidak lain adalah terdiri dari anggauta partai komunis, karena China tidak pernah mengenal betul-betul sistim multi partai.
 
Sistim demikian ini tidak banyak berbeda dengan sistim diktator di dunia. Hanya partai komunis yang menentukan kurs politik negara, baik di dalam maupun di luar negeri, siapa yang harus menjadi presiden, menduduki jabatan kementrian tertentu dsb.
 
Anggauta parlemen yang bertepuk tangan setelah mendengarkan pidato presiden bukan berarti karena kagum, melainkan juga satu tradisi, meskipun seringkali mereka tidak tahu mengapa mereka harus bertepuk tangan. “Social control” yang begitu mendalam di kebudayaan kehidupan China yang memungkinkan adanya pengawasan secara masal.
 
Di masa revolusi th 1966, setiap orang adalah spion negara yang potensial. Semua harus ikut, meskipun tidak tahu untuk apa. Kritik terhadap pemerintah adalah satu hal yang tabu dan tidak dikenal yang bahkan dapat dinilai sebagai satu kegiatan subversif.
 
Autoritair? Ya! Protes adalah satu pengertian yang asing. Meskipun disangkal, faktor-faktor demikian ini tetap berpegang peranan di modern China, terutama di desa dan pelosok. Mungkin di kota besar sudah berkurang karena penduduk yang begitu banyaknya, dan mereka mulai mengenal kebebasan a.la barat, yang sering “dikritik”. Selain itu juga banyak mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari luar negeri dan merupakan generasi yang lain dengan pembesar-pembesar saat ini.
PeoplesBankofChina
 
The People's Bank of China (PBC atau PBOC  中國人民銀行) adalah bank sirkulasi dari PR China yang sekaligus merupakan satu institut yang mengkontrol politik moneter China. 
Gubernur bank ini adalah Zhou Xiaochuan ( 周小川), dilahirkan pada tanggal 29 Januari 1948. Sekalipun dikenal sebagai "China's most able technocrat" dia adalah anggauta partai Komunis China. Pengangkatan demikian hanya mungkin atas tunjukan partai Komunis China lewat National People’s Congress, kongres nasional rakyat, semacam parlemen.zhaoxianhua
 
Ini menunjukkan bahwa politik moneter yang diambil tidak mungkin “independence” dan akan bertentangan dengan kurs dari Partai. Dengan kata lain, partai Komunis yang menentukan kurs negara, pemerintahan dan politik moneter, dan bukan bank sentral (sirkulasi)  yang otonom sepenuhnya seperti dikenal di dunia moneter pada umumnya.
 
EKOLOGI
Seperti yang telah saya uraikan di atas, industri berat dengan mesin-mesin kuno yang tidak lagi memenuhi syarat-syarat dan tuntutan standar modern saat ini, pasti menyebabkan polusi dan gangguan kesehatan. Banyaknya kecelakan-kecelakaan di pertambangan di China (yang dikenal sebagai paling berbahaya di dunia!) juga antara lain karena disebabkan oleh jeleknya fasilitas mesin-mesin pertambangan yang sudah tua dan tidak lagi memenuhi syarat tuntuan keamanan modern), tidak akan pernah diberitakan dengan resmi, apa sebab-sebab sebetulnya.
polution
 
polusi
 
Menurut statistik World Bank, 16 dari 20 kota-kota terkotor udaranya di dunia, terletak di China di mana Linfen, kota di propinsi Shanxi menduduki tempat yang utama, belum lagi kita membicarakan kota-kota besar lain seperti   Shanghai, Beijing, Guangzhou, Shen Zhen.
 
Apakah latar belakang semua ini yang membuat China sangat ambisius dan rakus dalam mengembangkan perekonomiannya? Secara pasti tidak akan dapat diketahui, namun salah satu faktor psykologis yang berperanan penting adalah karena rasa kekuatiran kehilangan “power” terhadap massa, seperti yang pernah dilakukan AS pada awal tahun 50-an, di samping kebohongan untuk mengalihkan persoalan-persoalan dalam negeri yang sebenarnya yang dapat menimbulkan kemungkinan adanya protes dari rakyat demi “menjaga keamanan negara dan ketenangan politik dalam negeri” belaka.
 
Cara yang terbaik adalah mempertinggi kemungkinan konsumsi, karena konsumen adalah pondasi dari ekonomi dan konsumsi yang mencukupi adalah satu factor stabiltas dalam bidang politik. Satu politik demagogis.
 
Apakah demagogi itu sebenarnya? Demagogi (bhs Yunani δημος= demos = rakyat dan αγ(ωγ)ειν = agein = memimpin) adalah satu strategi propaganda untuk mempertahankan kekuasaan politik pemerintah dengan maksud mengalihkan pandangan, emosi dan rasa ketakutan umum, sehingga dengan demikian pemerintah mudah menjalankan politik “divide et impera” (memecah dan menguasai).
 
Demagogy (ancient Greek word δημαγωγία, from δῆμος dēmos "people" and ἄγειν agein "to lead") is a strategy for gaining political power by appealing to the prejudices, fears emotions, and expectations of the public — typically via impassioned rhetoric and propaganda, and often using nationalist, populist or religious themes.
Bila faktor-faktor yang berbahaya demikian dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar, karena mereka yakin bahwa kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan itu bukan satu perbuatan yang salah, atau tidak wajar, dan yakin bahwa itu justru hal yang umum, maka kesalahan-kesalahan tidak akan diperbaiki.
 
Salah satu contoh yang jelas adalah korupsi di Indonesia. Saya percaya bahwa tidak akan ada lagi orang yang terkejut bila mendengar ada pembesar yang korup, karena hal yang tidak wajar ini sudah dinilai sebagai satu kegiatan yang umum terjadi. Hal yang tidak “wajar”, tetapi dinilai sebagai hal yang wajar. Pandangan yang demikian ini adalah satu pandangan demagogis. 
 
SOSIOLOGI – MORAL
Politik satu anak di China juga membawa akibat yang negatip dan mulai terasa. Banyak bayi-bayi perempuan pada awal mulanya diaborsi, atau diadopsikan keluar negeri, karena hanya bayi laki yang “berhak” hidup dan dibesarkan, terutama di pelosok dan desa-desa karena anak lelaki adalah penyambung keluarga, sehingga bayi perempuan harus dikurbankan saat itu. Terkejut?
 
One-Child
 
Akibat jangka panjang dari “one child” politik saat ini di China sudah mulai nampak: Kekurangan wanita muda pada saat ini. Bagaimana dengan generasi selanjutnya bila ada kekurangan wanita? No woman no cry? Banyak kaum muda sekarang juga sudah tidak mau lagi mempunyai anak lebih dari satu, karena faktor ekonomi dan mencari uang lebih beperanan. China juga sudah dilanda gangguan moral di mana pelacuran di kalangan kaum muda, kriminalitas dan narkoba juga sudah mulai menampak, meski tidak diberitakan oleh pemerintah. China sudah mempunyai generasi muda lain yang tidak lama lagi akan mengambil kekuasaan negara.
 
Apakah akibat lain dari politik ini? Anak-anak tunggal yang tergolong generasi ini, sedari kecil mereka, tidak pernah mengenal istilah “sharing”, di mana mereka terutama dalam bidang materi dimanja, baik oleh kedua orang tuanya, kedua kakeknya, kedua neneknya, dan mendapatkan hampir semua yang mereka inginkan. Mereka tidak mempunyai adik atau kakak yang dapat diajak “membagi dan menikmati” semua itu secara bersama, sehingga istilah ini adalah satu pengertian yang asing. Dengan demikian jalan menuju ke kehidupan masyarakat  yang super individualis sudah mulai dirintis.
 
Hukuman mati di China adalah satu hal yang wajar dan normal. Apakah dengan adanya hukuman mati ini kriminalitas di China lebih berkurang? Bahkan ada di antara para narapidana yang dikenakan hukuman mati itu ada juga organ-organnya yang diambil, segera setelah ditembak mati untuk dijual dan ditransplantasikan. Harga satu ginjal? US $ 12.000,- Siapa yang terkejut bila mendengar berita demikian? Siapakah yang masih terkejut lagi mendengar berita demikian yang juga beredar di China sendiri? Manusia dapat mengingkari kenyataan, tetapi kenyataan itu sendiri tidak dapat diingkari. Berapa di antara rakyat dan kita yang mengetahui hal ini ? Berita yang demikian tidak akan dipublikasi di China.
 
Uang dan harta untuk bangsa Tionghoa sudah begitu mendarah daging dan membuat orang Tionghoa dikenal sebagai orang-orang yang sangat materialistis di dunia dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Ini adalah satu kenyataan yang tidak dapat diingkari. Kekayaan harta sering menjadi status, ukuran penghargaan dan kehormatan. Ini adalah satu pengertian yang umum. Ekonomi berputar 24 jam sehari, sedapat mungkin dengan ongkos-ongkos, gaji yang sangat rendah sekali, dan jam kerja yang lama, yang pada hakekatnya dapat disamakan dengan perbudakan modern. Kondisi, gaji dan kesejahteraan buruh tidak menjadi faktor-faktor pertimbangan.
 
Itulah salah satu sebabnya mengapa barang-barang produksi dari China sampai sekarang memungkinkan begitu murah sekali.
 
Di dalam kehidupan harian hal-hal ini nampak sangat jelas sekali dan tidak hanya terbatas sampai di China saja, melainkan juga orang-orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara barat dan timur, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, AS, Eropa. Balans yang terganggu antara komersi dan moral ?  
 
Meskipun kekayaan harta dan cadangan devisa China saat ini yang begitu besar sekali, dalam bidang politik luar negeri China tetap tidak mengenal “bantuan luar negeri”. Bantuan dalam bidang ini hanya diberikan bilamana China sendiri dapat mengambil keuntungan untuk ekonomi negara, dengan“memberi bantuan” membangun infrastruktur jalan-jalan di Afrika. Untuk apa?  Karena memungkinkan pengangkutan kebutuhan bahan baku industri China, terutama tambang minyak atau lainnya seperti biji besi, tembaga.
 
Amerika Serikat adalah satu negara konsumen terbesar di dunia dan mempunyai tambang minyak yang diolah, dikonsumsi sendiri, meskipun masih harus impor dari luar negeri.
 
China saat ini adalah negara kedua di dunia yang mengkonsumsi minyak, tetapi tidak banyak mengambil hasil pertambangan sendiri. Itulah sebabnya akibat dari permintaan yang berlebihan ini menyebabkan harga pasaran minyak di dunia begitu tinggi. Meskipun negara ini sendiri kaya sekali akan minyak, tetapi masih belum diolah dan disimpan untuk menunggu bila sumber di dunia sudah habis. 80% dari kebutuhan minyak China di import.
 
Juga surplus devisa yang begitu besar sekali dan rendahnya $ US yang merangsang China menanamkan surplus ini dalam emas sehingga pasaran emas di dunia begitu naik dan harga emas di pasaran dunia sudah melonjak mencapai sekitari US $ 1.200 /troy ounce nya.
 
Taktik yang rakus ini sangat bahaya untuk stabilitas di dunia, karena dua kemungkinan konflik besar di dunia di masa depan itu mungkin disebabkan oleh emas hitam atau minyak dan air yang bersih.
 
Data di bawah ini dapat dinilai sendiri:
  • Zimbabwe yang meskipun hampir diboikot oleh seluruh dunia akibat dari politik Mugabe, menerima “bantuan” € 33.000.000 dari China sebagai investasi untuk pertambangan emas, platina nikkel, berlian a.l. untuk expor ke China.
  • Dem. Republik Congo € 30.000.000 untuk reparasi infrastuktur pertambangan kobalt, tembaga yang dikirim ke China.
  • Angola, € 1.400.000.000 dalam bidang pertambangan minyak, untuk memenuhi 18% dari kebutuhan industri China. Meskipun China sendiri kaya bahan ini, tetapi sengaja tidak diolah, untuk dipakai cadangan bilamana tambang dunia sudah habis. Lebih dari 50% saham Marathon Oil Angola telah berada di tangan China.
  • Gabon € 41.000.000 untuk tiga pertambangan minyak yang harus diolah.
  • Nigeria € 175.000.000 sebagai imbalan 45% saham minyak di Akpo yang berada ditangan Royal Dutch Shell yang diperkirakan seluruhnya berharga € 2,3 miljar.
  • Sudan € 1.300.000 proyek pertambangan minyak, karena 60% dari hasil minyak negara ini diexport ke China dan selain juga sebagai gantinya China mengexpor senjata ke Sudan yang termasuk negara yang paling tidak stabil di dunia.
  • Kenya € 37.000.000 untuk export minyak ke China.
  • Libia € 23.000.000 untuk suapan karena Libia memblokir dan melarang membeli Canadian Verenex Energy yang beroperasi di Libia.
  • Aljazair € 723.000.000 kontrak expor minyak dan € 350.000.000 untuk membangun instalasi penyaringan.
Ini hanya sebagian kecil dari data-data yang dapat saya ambil. Jangan dilupakan bahwa konglomerat CNOOC – Pertamina, yang salah satunya meledak di Bojonegoro pada 29 Juli  2006. Di Sumatra tenggara CNOOC yang memiliki 65,6%, hampir 2/3 saham Production Sharing Contract (PSC) dan berfungsi sebagai exploitan,  KNOC Sumatra Ltd.  Partner dari INPEX, OrchardThe PSC partners include Japan's INPEX Sumatra Ltd, KNOC Sumatra Ltd, Orchard Energy Sumatra BV, Fortuna Resources (Sunda) Ltd, Talisman UK (Southeast Sumatra) Ltd and Talisman Resources (Bahamas) Ltd. Energy Sumatra BV, Fortuna Resources (Sunda) Ltd, Talisman  UK (S.E.-Sumatra) Ltd.
 
PetroChina Company Limited (中国石油天然气股份有限公司) dengan market capitalization sekitar satu trilliun US$ diperkirakan sudah melebihi modal dari Exxon-Mobil, Royal Shell, BP and Elf-FinaTotal.
 
Bila generasi tua yang sekarang berkuasa sudah tidak mengenal istilah ini, bagaimana dengan generasi dari politik satu anak ini nantinya, bila mereka menggantikan kekuasaan?  Apakah mereka juga mengenal rasa “sosial” dan solider dengan kemiskinan di dunia?
 
Ataukah ini satu “malapetaka” dalam bidang moral dan sosiologi? Bukankah kita semua sebagai manusia mempunyai pertanggung jawaban karena kita juga hidup di bola dunia yang sama dan bukan saja sebagai individu?  Lihat saja berapa persen dari kekayaan dan surplus devisa China yang disumbangkan ke negara-negara tetangga yang miskin dengan cuma-cuma dan diperhitungkan dalam anggaran belanja negara?  Belum mencapai 0,2%, sedangkan indikasi dari PBB adalah 0,7 dari anggaran belanja negara.
 
“Market capitalization” dari Bank of China saja saat ini sudah melebihi dari Citycorp dan Bank of America, sehingga merupakan bank terbesar di dunia. Beijing juga tidak merahasiakan bahwa China akan memperlebar sayap untuk ikut partisipasi di dunia perbankan, terutama di Afrika karena masih murah. Selain itu juga mencoba membeli pelbagai bank di AS, Eropa, Asia dan Australia, yang berada di dalam kesulitan, karena dalam keadaan demikian biasanya sangat murah harganya, sehingga memungkinkan negara ini menjadi dominan di bidang keuangan dan monopolist di dunia.
 
Sebaliknya untuk investasi di China sampai saat ini masih tetap mengalami halangan, proteksi karena pasar dalam negeri China masih belum terbuka sepenuhnya untuk investor dari luar negeri. Perusahaan asing yang ingin membeli satu bank di China adalah satu ilusi, karena tidak akan diberi ijin oleh pemerintah, karena dunia perbankan adalah monopoli negara yang tidak lain adalah lengan dari partai komunis, satu-satunya penguasa tanpa saingan.
 
MORAL
China adalah satu dari lima negara yang menduduki kursi tetap di Dewan Keamanan PBB, tetapi dalam bidang politik luar negeri, biasanya acuh tak acuh dan bersikap netral atau plintat-plintut, dengan alasan: “tidak mau mencampuri urusan dalam negeri“, kecuali bila ada hal-hal yang bersangkutan dengan kepentingan ekonomi China sendiri.
 
Latar belakang sebetulnya adalah karena “operasi keamanan didunia seperti Afghanistan, Irak, sangat membutuhkan ongkos-ongkos yang banyak sekali“, dan lebih suka mengexport senjata-senjata ke negara-negara korup yang tidak stabil di mana terjadi pertengkaran seperti Somalia, Iran, Pakistan, Venezuela, Nigeria, karena ini lebih memasukkan devisa luar negeri. Saat ini China adalah exportir senjata ketiga di dunia sesudah AS dan Russia.
 
Human right atau hak azasi adalah satu pengertian asing dan di China juga tidak dikenal serta tidak menjadikan persoalan. Hampir semua dapat dibeli, diperdagangkan begitu juga dengan “Moral”, hampir semua dapat dinilai, dibeli dengan uang, asalkan diketahui berapa harganya. Moral adalah satu ciptaan manusia dan dapat diartikan tersendiri. Norma juga berlainan dan tidak ada yang sama. Apa yang di China satu norma, di negara bebas satu doktrin.     
 
Bangga? Setiap bangsa layak mempunyai kebanggaan sendiri, tetapi apa artinya satu kebanggaan tanpa rasa sosial, dan solider terhadap kemiskinan, malapetaka sosial di dunia? Untuk direnungkan? Satu hal yang sudah pasti, sebab tidak semua yang bercahaya dan menyilaukan mata kita adalah emas.
 
Mungkin ada di antara kita yang masih berpendapat hal ini tidak mungkin terjadi?
Ah, 5000 tahun yang lalu siapa yang pernah menyangka bahwa manusia sekarang dapat terbang ke bulan dan menemukan bom atom?
 
Gunung berapi di satu saatpun pasti akan meledak. Ini adalah satu kepastian, hanya saja kita tidak akan mengetahui waktunya yang tepat.
 
Demikian juga perkembangan ekonomi yang tinggi dan pesat sekali, di satu saat gelembung angin ekonomi juga akan meletus, karena penilaian yang diberikan itu seringkali tidak lagi sesuai dengan kenyataan, melainkan tertambah harga emosionil, sehingga nilai intrinsik menjadi kabur dan menjauhi realitas.
 
 
Mpek DuL        马独儿
روﻨﯽ ﺪﺠون ﻠﻟﻴم ﺘﯽ

Share This Post

Posted by Monday, 7 December 2009 on 05:40.

Categories: Ekonomi & Politik. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

13 Responses to “Ekonomi China”

Pages: [2] 1 »

  1. 13
    Wahnam Says:

    Mpke Dul, bicara mengenai politik 1 anak,sekarang sudah ada perubahan. Kalau bayi pertama adalah perempuan, maka mereka boleh memiliki 1 anak lagi. Tapi ini tidak berlaku bagi mereka yg bekerja di pemerintah (government officials). Tapi kalau bayi pertama mereka adalah laki2, maka mereka tidak di izinkan memiliki anak lagi., andaikata mereka tetap ngotot melahirkan, maka akan di kenakan denda. Besarnya denda tergantung dari daerah dan provinsi. Ada yang denda 50 jt ada yang sampai 100 jt

  2. 12
    Kornelya Says:

    Mpek Dul, yang benar Indonesia bukan Indon. Bebas bea masuk itu kalau dari diimpor dari negara sekutunya dan chosen countries seperti Cina, Israel, dan beberapa negara south Amerika. Tahu dari mana? Selain pengalaman mengimpor setahun 2x, saya juga belajar international business law, arbitrasi iternational, termasuk import/export menjadi basisnya. Amerika mempromosikan global market, free quota tetapi diskriminasi pelaku pasar tetap ada. Peraturan di Amerika dari tingkat federal sampai state berlapis-lapis sperti bawang bombay. You are right, kultur korupsi adalah MORAL HAZARD yang membuat Indonesiaku tidak bisa maju. Selain penegakan hukum yang tebang pilih,korupsi menumpuk, asset national satu persatu ikut di jual. However, setiap tahun kami tinggal 2 bulan di Indonesia dan itu menjadi sesi yang paling membahagiakan dan selalu dinanti-nanti. Hanya di Indonesia banyak orang tersenyum, tertawa terbahak-bahak. Humanis, populis dan sangat collective. Salam!!

  3. 11
    mpek DuL Says:

    Amerika sangat melindungi produk pertaniannya, petani disubsidi, bila impor bea masuk untuk produk pertanian sangat mahal.
    *Setahu saya AS dan EU. TIDAK mengenakan beaya cukai untuk produk pangan, hasil kerajinan tangan dari 40 negara “miskin/ berkembang” didunia. entah informasi kamu didapat dari mana?

    Petani di Indonesia berhak disubsidi, baik berupa pupuk yang by product petrolium,atau pemangkasan system distribusi untuk menekan harga eceran.
    * Setuju sekali bila hal ini betul2 dimanfaatkan oleh petani itu sendiri dan tidak dijual lewat jalan belakang atau disikat oleh pembesar setempat.

    Persoalan di Indon itu adalah karena korupsi sudah mendarah daging jadi tidak lagi satu perbuatan yg asing.
    Bila ini diberantas dan hukum betul ditegakkan, maka banyak sekali kemajuan yg dapat dicapai apalagi Indon kaya dengan bahan baku. Indonesia mepunyai pantai yang terpanjand didunia, bagaiman mungkin garam harus diimport? Tanah yng dipakai untuk pertanian jauh lebih besar dari Thailand dan Vietnam, bagaimana mungkin beras harus diimport? Mismanagement? Low producivity? Didunia ini tidak negara yg lebih subur tanahnya dari Indonesia. Biji dibuang ketanah, sebulan kemudian sudah ditumbuh tanaman. Matahari bersinar lebih dari 8 jam sehari, tenaga ini dapat dipakai – Sun panel, mengapa tidak dimanfaatkan? Sungai2 begitu banyak dan dapat dipakai sebagai tenaga air, bukan untuk tempat pembuangan sampah yg akirnya menyabkan banjir . Setiap rumah mengebor air sumur sendiri, sehingga tanah anjlok dan tambah rendah, herankah kalau setiap hujan lebat menyebabkan banjir? KESADARAN dalam membangun negara, Ingatlah Indonesia adalah negara ke 5 ygn mempunyai penduduk terbesar didunia. Kapasitas banyak sekali, Potensi konsumen ada, dan konsumen adalah pndasi dari ekonomi.Bahan baku ada dan berlebihan. Tenaga produksi cukup banyak dan “murah”, Mengapa potensi ini tidak dikembangkan. Dunia perbankan diinovasi: Bank sentral harus terlepas dari politik pemerintah dan berhak mengatur politik moneter sendiri tanpa pemerintah berhak ikut campur. Beri kementerian perekonomian otonomi besar.
    Kementerian Keuangan juga harus dapat menjalankan politik anggaran negara termasuk anggaran belanja seluruh kementerian. TEGAS – DISIPLIN – JUJUR tanpa pilih bulu atau berdasarkan nepotisme. HUKUM ditegakkan, bilamana perlu seorang mantan pembesar atau presiden sekalipun harus dapat diadili bila berbuat salah.
    KESADARAN bahwa hanya ada SATU bangsa: bangsa Indonesia meski dengan pelbagai suku dan agama sebgai warna, satu kekayaan unik ygn tidak didapat didunia manapun dan justru harus dihemat, bukan dipakai sebagai alat pertikaian dan saling menyalahkan atau membetulkan kesalahan sendiri: Kritiklah diri sendiri sebelum kita menunjukkan jari kearah lain se-akan2 “MEREKA” biang keladinya. Kita harus berani menepuk dada dan berkata: kita juga ikur bersalan dan harus diperbaiki.
    DI AS semua suku dan ras bangga: “WE are Americans” Mengapa kita di Indonesia tidak pernah berkata: “WE are ALL INDONESIANS, and we ARE proud te BE INDONESIANS, tanpa terkecualian. Together we are strong, Let us the world see that we can”. Tergantung kepada orang atau negara lain itu pada hakekatnya adalah satu penghinaan terhadap diri sendiri dan membuat kita sangat mudah menjadi alat permainan.
    Kita harus berdiri terlebih dulu didepan cermin sebelum menilai orang lain itu jelek tampangnya bukan?

    Bayak sekali ahli2 dan orang2 yg berpendidikan tinggi yang tinggal diluar negeri ygn bersedia kembali ke Indon untuk ikut membangun, bila fasilitas diberikan kepada mereka.
    Confusius mengatakan: Diantara 36 cara terbaik didalam mengatasi kesulitan adalah melarikan diri melepaskan rasa tanggung jawab. Sayang sekali banyak yg tidak mau melihat kenyataan ini karena balans antara utopia dan realitas yg sudah kabur.

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)