MBS dan Ngeyelan

Fire – Yogyakarta

Tersebutlah pada suatu masa dalam suatu lingkungan sekolah yang damai, nyaman, tenteram, gemah ripah loh jinawi. Uppss.. bukan cerita tentang zaman kerajaan ala komik Oom Jan Mintaraga dhing …

Ada murid yang baik ada murid yang celelekan. Ada yang santun ada yang ndugal. Ada yang kemaki ada yang kemayu.

Ada yang kemlinthi, kementhus, sampai kemethak. Pokoknya komplit dah…

Suatu kali kehadiran guru praktek dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru, bukan Sales Promotion Girls lho) pada waktu itu.

Kalo tidak salah SPG itu setingkat SMA, tetapi lulus bisa mengajar murid SD. Jadi bayangkan mudanya mas dan mbak calon guru ini, yang masih kinyis-kinyis.

Suasana kelas dalam pengendalian guru praktek biasanya berlangsung lebih "alami", terutama saat ditinggal Pak Guru pengawas yang biasanya duduk di bangku paling belakang. So anak-anak antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh guru praktek, tanpa beban mental, tentu saja sambil braokan …

"Adik-adik, jadi pohon ini memiliki akar ….", begitu gaya khas mas calon guru . Cuma ada dua kemungkinan sih jawabnya tunggang atau serabut. Astaga sampai hari ini pun daku masih bingung yang mana punya tunggang mana serabut. Adakah yang tahu pohon taoge berakar tunggang atau serabut, hihihi.

Seorang murid dengan semangat '45 bersuara nyaring, "Akar tunggang, Pak", meski mas calon guru masih muda tetap dipanggil Pak oleh murid-murid. Sayang jawabannya salah, mas calon guru dengan nada menghibur, "Tidak apa-apa, yang penting sudah berusaha .."

Entah kesambet demit selokan di belakang sekolah gara-gara pipis sembarangan di sana, ada anak yang menyeletuk dengan nylekitnya, "Wah, mesakke wis mantep, banter, tur … salah…." Gerrrr …. bergetar seisi kelas.

Sejak itulah populer istilah MBS. Jadi kalo ada anak yang menjawab dengan penuh percaya diri dan keyakinan tinggi, tapi jebul jawabannya salah, sama anak-anak lain langsung diledekin MBS. Sementara pihak ybs (Yang Banter tur Salah), akan berusaha membuat konfigurasi wajahnya se-innocence mungkin.

Kalo pas jam istirahat, terus anak-anak ada yang hobi membual pada temannya, tapi karena sistematika bualannya kacau, diledekin MBS. Tapi biar begitu ya tetep aja ngeyel, meski dalam hati menyiapkan "pembalasan", haha …

stubbornDasar gemblungnya anak-anak, suatu kali Pak Guru pun keseleo menerangkan pelajaran, padahal sudah mantep banget menyebutkannya, langsung saja "divonis" MBS, meski sambil bisik-bisik hihihi … Ya guru kan manusia juga tho bisa salah. Tapi strategi Pak Guru untuk mengantisipasi biasanya sih, "Lho ini memang saya sengaja kok saya salahin, buat ngetes kalian semua, ngantuk apa tidak?" Hihihi …. jangan-jangan Pak Guru yang ngantuk …. Idihhh Pak Guru pake gaya kontra-intelijen segala …kikikik….

Tapi yang nggak nguwati ya itu, sudah dikasih tahu yang betul tapi masih juga ngengkel dan tidak mau merubah pendapatnya. Soalnya malu sih, terlanjur MBS. Lho apa bedanya ngeyel dan ngengkel? Seingat saya sih, ngengkel itu masih satu strain dengan ngeyel, tapi sudah stadium tiga.

Stubborn DragonTapi memang penilaian orang beda-beda sih, bagi sebagian orang, mungkin disebut teguh pendirian. Yang lainnya nyebut kepala batu. Lainnya lagi menjuluki si tukang ngeyel, hihihi. Jadi kalo ada isian di data diri, "Hobi: …", maka isi saja dengan "ngeyel". Justru hobi ini bila dikembangkan lebih lanjut dengan optimal, karena ada profesi yang justru berbasis ngeyel, makin getol ngeyel maka bayarannya makin gede, makin ngeyel makin berprestasi.

Asal jangan gemar ngeyel kalo jadi tentara, bisa dikampleng komandan nanti.

Kalo dalam goro-goro di wayang kulit, biasanya yang sering dapat casting MBS dan tukang ngeyel adalah punakawan Bagong. Begitu yang saya dengar pada wayang semalam suntuk yang salah satunya dulu sering diputar di radio MBS. Kalo MBS yang ini adalah radio Mataram Buwana Suwara.

Baiklah teman-teman, ada cangkriman nih, binatang apa yang paling suka ngeyel?

Jangan dipikir banget-banget ya, mengko pecas ndahe …..

NB:
Beberapa kosa kata:
1. kemaki dan kemayu = semacam varian dari narsis berbasis gender
2. kemlinthi, kementhus, kemethak = sok (bukan sok atuh .. euy)
3. ndugal = bengal
4. celelekan = … tanyakan pada yang milih gambar buat artikel ini .. wakakak …
5. nylekit = bikin kuping serasa digigit semut …. angkrang …

 

Ilustrasi:
rohitrohila.com
justbelieve.us

About Fire

Profile picture’nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi.

Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *