Dewi Aichi – Brazil
Makanan merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk hidup. Makanan juga merupakan sumber energi yang membantu aktivitas makhluk hidup. Kita sebagai manusia, selain untuk mempertahankan hidup, semakin berkembangnya peradaban, makanan atau makan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Bahkan untuk acara makan, butuh peraturan peraturan tertentu tidak asal makan, ditelan, kenyang dan selasai. Banyak sekali etika/aturan yang musti diketahui dan dipelajari. Setiap keluarga atau setiap orang mempunyai aturan dasar dan penilaian yang berbeda mengenai etika di meja makan. Dan dari sekian aturan, Eropa merupakan basic dari table manners yang berlaku pada umumnya.
Pengalamanku 2 bulan yang lalu diundang oleh kerabat, untuk makan malam. Sebenarnya orang tuanyalah yang sampai saat ini masih memberlakukan etika-etika di meja makan. Dengan menu yang siap santap, meja makan diatur serapi mungkin dan seindah mungkin. Letak piring dengan posisi terbalik. Garpu, sendok dan pisau terbungkus rapi dengan kain putih diletakkan sebelah kanan.
Aku sendiri merasa kurang suka dengan acara makan-makan yang formal, ngga bisa menikmati jamuan dengan bebas, tanpa terikat aturan ini itu yang tidak semua orang mengikuti. Kalau aku sendiri, biasa saja dengan aturan makan sehari-hari, seperti yang berlaku sejak masih bersama orang tua. Yang penting, makan pada tempatnya(ruang makan), bersikap santun, bersih dan rapi setelah makan.
Sedang kalau acara makan-makan dengan teman, di restorant misalnya, biasanya makan sambil cerita-cerita, bercanda, pokoknya bebas tapi beraturan. Kadang-kadang juga pilihan menu yang mengharuskan makan pakai tangan, atau paling tidak bantuan untuk memegang makanan. Contohnya, kita makan dengan menu kepiting,sayap ayam, atau pecel lele, sepertinya menu-menu ini harus membutuhkan bantuan jari jemari kita untuk memudahkan menyantap.
Bagaimana kalau menu-menu tersebut diterapkan di acara formal yang memberlakukan etika di meja makan? pastinya akan susah, dan malah ngga ada nikmatnya sama sekali. Masa iya sih, tangan kita harus pegang garpu disebelah kanan dan pisau di tangan kiri untuk menyantap pecel lele, atau kepiting. Susah kan? Enaknya juga di santap pakai tangan.
Tapi memang menu disesuaikan kali ya? Di acara jamuan-jamuan resmi, biasanya menu menyesuaikan. Yang mudah di santap dengan menggunakan garpu dan pisau. Oya, di Brasil, sendok tidak berlaku, kecuali untuk menyantap yang berkuah. Jadi yang digunakan sehari-hari adalah garpu sama pisau. begitu juga di jamuan formal.
Apa saja biasanya menu yang di hidangkan di jamuan formal? Misalnya saja untuk hidangan pembuka(appetizer),berbagai macam salad, roti, ataupun hot appetizer kalau sedang musim dingin misalnya saja sop. Dilanjutkan dengan menu utama, umumnya ada 2 cara yaitu, ala Amerika biasanya daging dipotong dahulu, baru kemudian disantap dengan sendok (memakai tangan kanan). Yang kedua,ala Eropa yaitu daging yang sudah berada di piring langsung dipotong dengan pisau yang dipegang tangan kanan, dan dimakan dengan garpu yang dipegang sebelah kiri (dan ini yang berlaku di Brasil).
Untuk hidangan penutup biasanya cocktail, juice, ice cream, buah, ataupun puding.

Setiap negara, setiap bangsa, setiap keluarga dan setiap orang pastinya mempunyai peraturan sendiri-sendiri. Mungkin bagi bangsa lain makan dengan tangan itu tidak beretika, tapi bagi bangsa kita yang terbiasa makan dengan tangan, tentu nikmat-nikmat saja. Dan itu bukan sebuah ketidaksopanan. Aku pribadi menyesuaikan dengan keadaan, dan apapun itu selagi tidak merasa beda, tidak masalah. Yang penting tau dimana kita harus menerapkan table manners , tau dimana kita harus makan dengan santai, tau dimana kita harus makan sambil bercanda dengan teman-teman.

Tidak ada salahnya kita belajar dan mengetahui tentang table manners secara basic seperti di bawah ini:
- Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan
- Berbicara dengan volume suara yang rendah
- Tutupi mulut saat batuk atau bersin
- Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi
- Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan
- Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan
- Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk
- Jangan bersendekap di meja makan
- Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan
- Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan
- Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.
- Jangan menimbulkan suara saat memakan sup
- Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan.
- Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan
- Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor
- Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga
- Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum
- Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi
- Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan
- Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda
- Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan
- Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan
- Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki
- Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal.
- Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan (sumber: dunia makanan.com).
Picture :
pbskid, ehow.









December 11th, 2009 at 07:19
Dewi, makasih ya buat ilmu table manner-nya..
December 11th, 2009 at 07:15
IMEII:
Lani.. aku dulu juga pernah ikutan kursus table manner sampai cara jalan dan berkebaya segala.. skr ilmunya udah kukembaliin ke gurunya.. cara jalanku tetep.. kayak preman
—————–
LA MBOK AKU DIAJARI, CARA JALAN ALA PREMAN KUWI……ONO2 WAE MLAKU KOK KOYOK PREMAN, PASTINE MEDENI TENAN…..KKKKKKKKK
December 11th, 2009 at 07:15
Makan mie ala Jepang, boleh diseruput dengan menempelkan bibir cawan ke mulut kita, boleh mengeluarkan suara, makan dengan sangat cepat…duuuhhh…begitu balik ke aturan table manner…nggak sopan sama sekali!!
December 11th, 2009 at 06:52
Enakan makan di warteg
December 11th, 2009 at 06:31
kalopun sampai bersin:
hachii (sneezing).. excuse me
God Bless You
Thank you
You are welcome…. duh ribetnya hihi
Lani.. aku dulu juga pernah ikutan kursus table manner sampai cara jalan dan berkebaya segala.. skr ilmunya udah kukembaliin ke gurunya.. cara jalanku tetep.. kayak preman
December 11th, 2009 at 04:50
Tammy: menurutku emang ribet, ngga nikmat ya, apalagi pernah aku ikut acara dinner, udah formal, trus di deket kita makan berdiri pelayan, padahal aku biasa makan bareng pembantu di rumah ortu. Bikin bete..dan kebetulan juga tadi malam ada acara makan bersama dengan teman2 suami di sebuah buffet..kita tinggal duduk…pelayan tiap menit nyodorin menu berbeda..kalau yang semalam sih lumayan santai, jadi bisa menikmati.
December 11th, 2009 at 04:41
Mnrtku cara orang bule ini ribet banget. Kebanyakan aturan. Perangkat makannya kebanyakan. Enakan juga cara Indo, praktis. Gak ada piring ya pake daun pisang. Gak ada sendok ya pake tangan. Hehehe…. Ato cara China juga praktis. Cuma butuh mangkok n sumpit, beres deh.
DA: aku kalo lagi kumpul makan bbq ikan ato ayam sama keluarganya suami kadang makannya pake tangan. Mrk udah ngerti sih.
Kita kalo cuma kumpul2 keluarga dan teman aja emang gak pernah yg formal gitu sih.
December 11th, 2009 at 04:38
Imeii: bener sekali, di warteg bisa angkat kaki ha ha…pake tangan, bisa nambah semaunya kalau mau, pokoknya nikmat deh, ngga usah pake aturan-aturan. ngga takut lauknya loncat gara-gara grogi.
Lani: ha ha ha…wah siapa tau lho dapat undangan beneran dari kerajaan Inggris! Jadi untuk persiapan saja, belajar tata krama di meja makan. Padahal opo enak’e yo…kalau menunya lele goreng, mangut lele, pecel lele, susah milihin durinya , yang ada malah keselek duri.
Lani: API yang di Ambarukmo itu kampusku dulu , kalau hotel Ambarukmo kayaknya sudah ganti nama dan ganti pemilik, namanya apa ya kok jadi lupa sih.
December 11th, 2009 at 04:04
DA: emank ribettttttt banget ya aturannya….tp namanya ilmu pengetahuan, ya jd nambah pinter, wlu mungkin gak pernah akan dipraktekkan, tp sapa tau dpt undangan mendadak dr Prince Andrew, Charles you name it kkkkkkkk…..jd udah siaaaaaaaap graaaaaaaaaaak!
dadi eling, duluuuuuuuuuuuuuuuuu sekali pernah ikutan kursus table manner di htl Ambarukmo, YK
wes lali kabehlah….mahalo for sharing
December 11th, 2009 at 00:27
iih ribet..enakan makan di warteg nih.. boleh angkat kaki.. hehe..
DA.. perlu dibaca pelan2 trus dicernakan nih, sebagai reminder.. abis selama ini jarang sekali mempraktekkannya… siapa tau mendadak dapat undangan fromal dinner (moga2 sih ngga
)