Mari Berbagi Pengalaman Mencontek!

Osa Kurniawan Ilham

Anda pernah mencontek ? Saya mengakui bahwa saya pernah mencontek dan itu benar-benar saya lakukan. Dosa mencontek itu saya lakukan saat saya masih kelas 2 di sebuah SMP negeri favorit di kota asal saya. Masih terekam di otak saya, untuk ujian mata pelajaran apa saya mencontek saat itu. Sstt…jangan tertawakan saya, saya mencontek untuk ujian mata pelajaran Seni Musik.

nyontek

Itulah dosa mencontek yang pertama kali saya lakukan. Saya juga nggak tahu, mengapa malah di pelajaran yang kata orang nggak penting saya kok melakukan dosa itu. Sementara di pelajaran yang lebih sulit semacam Matematika atau Fisika, pantang untuk saya mencontek. Tapi itulah kebodohan saya. Dan itu benar-benar menjadi pengalaman berdosa mencontek yang pertama dan terakhir sepanjang hidup saya. Mengapa ? Karena ibu guru Seni Musik yang selama ini baik kepada saya itu mengetahui kelakuan saya saat itu. Saat saya deg-degan, lalu mencoba menolehkan kepala ke arah jawaban teman sebelah, telunjuk sang ibu guru yang baik itu menyentuh pusat kepala saya. Saya terkesiap dan menoleh ke beliau…..dia hanya terdiam sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan wajah sedih. Saya tertunduk…saya malu….dan saya berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi lagi.

Saya pikir mencontek itu dosa turunan untuk anak-anak yang bodoh dan malas saja. Tapi dugaan saya keliru. Sejak SMP, kebetulan saya bersekolah di sekolah-sekolah favorit yang hanya menerima siswa dengan nilai ujian tertinggi di kota kami. Karena favorit, semua yang sekolah di situ adalah anak-anak cerdas dan pintar. Tapi saya tetap harus bergulat untuk tidak mencontek, di tengah-tengah sebagian besar teman-teman yang mencontek. Padahal di lingkungan seperti itu, betapa kerasnya aroma persaingan prestasi dan nilai pelajaran. Jadi seringkali saya harus menelan ludah mendapatkan nilai lebih jelek dibandingkan teman-teman lain.

nyontek02

Saya pikir mencontek adalah pantang bagi mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswa sebuah institut teknologi negeri yang memang saringan masuknya sudah begitu berat. Tapi itulah hidup, mencontek adalah dosa yang sulit untuk dicari tandingannya. Dia adalah dosa berjemaah, bak korupsi di negara kita. Andaikata dosa pertama saya tidak diketahui oleh Ibu Guru seni musik dulu, saya pun akan berkubang dalam dosa yang sama sampai saat ini. Betapa sulitnya bertahan di saat semua teman-teman Anda melakukan kebiasaan haram itu.

Saya ingat ketika harus ujian mata kuliah Analisis Vibrasi saat itu. Soalnya hanya 3 tapi susahnya minta ampun. Waktu terus berjalan, tapi tidak ada 1 soalpun yang bisa saya kerjakan. Teman-teman sekelas pun rupanya juga sama. Mereka semakin gelisah, saya juga. Dan horeee…sang dosen pun akhirnya keluar ruangan. Hampir semua mulai membuka catatan dan diktat, malah beberapa orang bergerombol mengerjakannya barengan. Keringat dingin meleleh…saya juga ingin mencontek….untuk apa saya jujur kalau saya tidak lulus kuliah ini, sementara hampir semua melakukan yang sebaliknya. Saat terpikir untuk mengikuti godaan mencontek…..Ah, bayangan Bu Guru Seni Musik itu muncul lagi…..saya urungkan niat mencontek itu. Sampai waktu habis, saya tidak bisa mengerjakannya semua. Saya mengumpulkan kertas jawaban hanya dengan menulis ulang data-data yang di soal itu, sama sekali tidak ada jawabannya selain rumus yang saya ingat yang entah berkaitan dengan soalnya atau tidak.

nyontek01

Di kampus saya dulu ada istilah baceman, istilah untuk contekan. Membacem….istilah untuk mencontek. Memang ada 1 dosen yang sama sekali tidak mentolerir mahasiswa yang mencontek. Pernah suatu kali sang dosen tahu ada yang membacem, lalu dirampasnya kertas jawabannya, dirobeknya dan diusirnya keluar mahasiswa itu. Tapi itu tidak cukup menghentikan perbuatan haram ini. Mungkin bagi sahabat-sahabat yang belajar di luar negeri bisa berbagi dengan kami apakah mencontek juga menjadi hal biasa di kampus Anda.

Setelah saya bekerja, saya diminta perusahaan untuk melakukan rekrutmen di kampus saya dulu. Kebetulan para pesertanya ada yang teman seangkatan saya, ada pula adik kelas saya.

Yang saya herankan, dosa itu ternyata tidak pernah bisa dihentikan. Untuk mencari pekerjaanpun, mencontek ternyata tetap tidak haram untuk dilakukan. Dan untuk kali ini saya yang berkuasa di ruangan itu. Yang ketahuan mencontek, saya suruh keluar saat itu pula he..he…

Tapi jangan salah. Kalau Anda tidak pernah mencontek, bukan berarti hidup Anda akan lebih mudah. Kalau Anda tidak pernah mencontek bukan berarti Anda akan lebih sukses dalam hidup ini, karir lebih baik ataupun lebih cepat kaya. Percayalah kepada saya, yang suka mencontekpun hidupnya bisa lebih berhasil daripada Anda, jabatannya lebih tinggi dari saya, mungkin malah bisa menjadi penguasa Anda.

Jadi untuk apa tidak mencontek ? he..he…

 

Balikpapan, 29 Sept 2009

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.