Accupunto

Josh Chen – Global Citizen

Ada yang pernah dengar nama Accupunto? Mungkin orang asing atau bule jauh lebih tahu dan paham mengenai nama ini dibanding kita semua…

Terdengar atau terkesan Italia? Padahal bukan sama sekali…pencipta dan pemilik nama ini adalah orang Indonesia…lho…apa sih ini? Merek? Produk? Barang apa? Bentuknya kayak apa?

Accupunto diciptakan oleh Yos S. Theosabrata…hah…siapa lagi itu? Beliau adalah salah satu dari segelintir orang Indonesia yang mempunyai kiprah internasional dan mendapatkan berbagai penghargaan internasional atas ciptaannya.

Yos S. Theosabrata sendiri cukup “misterius”… Usaha untuk mendapatkan sedikit biodata atau keterangan mengenai apa dan siapa ternyata menemui jalan buntu. Bahkan Mang Google juga kesulitan menemukan sekelumit informasi tentang beliau ini.

Terlahir di dalam keluarga Tionghoa (kalau tidak salah dari Bogor), anak ke 2 dari 11 bersaudara. Pak Yos tidak melanjutkan pendidikannya karena adanya konflik dengan gurunya waktu itu. Yos kecil sering berselisih paham dengan guru yang menerapkan cara-cara otoriter dan dilawan terus oleh Yos kecil waktu itu.

Demikian pengakuan dan penuturan beliau dalam salah satu seminar di mana beliau menjadi salah satu pembicara kunci berdampingan dengan para world class furniture designer di Surabaya. Berpenampilan penuh percaya diri, menggunakan bahasa Indonesia, dan tidak merasa berkewajiban menggunakan bahasa Inggris, Pak Yos membawakan materi yang sangat dikuasainya mengenai furniture design dengan fasih dan apik. Diselingi berkali-kali tepuk tangan dari peserta karena mendapati point-point yang tepat dan menggugah semangat.

Dalam usianya yang menjelang 60 tahun, dunia design furniture sudah dijelajahi dan malang melintang baik dalam maupun luar negeri, terutama di luar negeri, nama beliau lebih dikenal daripada di dalam negeri. Produk-produk’nya menempati showroom furniture premium di kota-kota tolok ukur mode dunia, New York, Milan, Singapore, dan kota-kota di Eropa. Berbagai penghargaan disabetnya, di antaranya adalah: reddot design award, Good Design Award, interior innovation Award, Wallpaper Award, dan masih banyak lagi. Namanya terukir di Reddot Museum Singapore.

Karya-karyanya harus ditebus dengan merogoh kocek dalam-dalam, karena memang sebanding dengan kualitas, estetika dan filosofi yang dianut oleh beliau dalam menciptakan satu hasil karya.

Menurut Pak Yos, proses penciptaan karya-karyanya selalu diilhami oleh alam dan tidak selalu proses penciptaan itu berjalan dengan mulus. Ada satu hasil karya beliau yang diciptakan dengan merenung berbulan-bulan, menyepi dan “bertapa” tapi masih saja ide itu buntu. Berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, beliau berpikir keras, menggambar, mendesign, dsb, tapi tetap saja buntu, padahal deadline untuk mengirimkan hasil karya untuk lomba sudah mendekati batas akhir.

Di satu sore di salah satu rumah beliau di Amerika, beliau sedang duduk merenung dan memainkan ballpoint sambil mencoret-coret sesuatu di atas kertas. Sambil tangan terus memainkan ballpoint tsb, tiba-tiba jreeeennnggg melintaslah ide itu, seketika byaaarrr ide datang mengalir bak air bah. Ide datang dari tombol ballpoint yang di ujung paling atas untuk mengeluar-masukkan ujung pen. Dari ide sampai dengan penuangan ide di atas kertas serta mewujudkan model furniture pertama hanya butuh kurang dari seminggu.

Beliau segera terbang balik ke Tanah Air dan merealisasikan ide baru itu. Tapi kemudian kendala terjadi yaitu dari pemilihan bahan. Berbagai bahan dicoba di workshop beliau, setelah beberapa kali trial and error, ditemukanlah bahan yang sekarang dipatenkan dan paling pas untuk membuat keseluruhan seri Accupunto. Inilah generasi pertama Accupunto.

Prinsip Pak Yos dalam menciptakan design dan nama produk selalu diilhami dari alam dan kesederhanaan serta berani tampil beda. Salah satu kursi malas ciptaan beliau terinspirasi dari daun pisang. Daun pisang utuh yang digunakan sebagai payung ketika hujan di pedesaan membuat Pak Yos menggoreskan rancangannya sehingga dihasilkan kursi malas seperti ini. Waktu dicoba, memang sungguh nyaman duduk dan leyeh-leyeh di situ…

Dalam kesempatan lain lagi design beliau terinspirasi dari tulang rusuk ikan paus…dan jadilah kursi seperti ini…

Hasil karya terbaru beliau adalah Airgonic Airsping Mattress, yaitu teknologi ciptaan beliau yang dinamainya BEST (Balanced Ergonomic Support Technology). Teknologi yang pertama dan satu-satunya di dunia ini di’klaim bisa memberikan kualitas tidur yang asik dan menyehatkan karena support technology yang menopang sempurna tubuh kita.

Sekarang Pak Yos sudah mulai mengurangi kegiatan berbisnis, hanya sesekali mendesign sesuatu yang baru. Bisnis ini mulai dilanjutkan oleh anak beliau yang bernama Leonard Theosabrata…

Satu lagi Putra Terbaik Bangsa yang berkiprah internasional…yang pernah memenangi penghargaan bergengsi mengalahkan 1.494 peserta dari 28 negara…


Photographs by:
accupunto.com dan Penulis
Disclaimer:
Baltyra.com dan/atau Redaksi tidak memiliki afiliasi atau hubungan atau program promosi untuk produk-produk Accupunto. Kebetulan salah satu Redaksi pernah menghadiri satu acara di mana Pak Yos S. Theosabrata menjadi salah satu pembicara, sempat berbincang dan berfoto dengan beliau.

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.