Surf in Komamba

Dewi Aichi – Brazil

Tahun lalu, tepatnya menjelang summer, saya sekeluarga masih sempat menyaksikan aksi para surfista di Jepang. Lokasi untuk surfing tersebut yaitu pantai Komamba, salah satu pantai yang berada di wilayah Iwata – shi, di Aichi -ken. Beruntung sekali, hanya beberapa hari sebelum kepulanganku ke Indonesia, ada teman yang mengajak. Maka dengan semangat suamiku langsung jawab "ya", berhubung dia juga suka.

Mereka yang mengikuti kejuaraan adalah kebanyakan orang Brasil, hanya beberapa peserta saja yang warga Jepang. Ombakpun biasa-biasa saja, tidak sampai 4 atau 5 meter seperti yang ada di wilayah Indonesia. Bila dibandingkan dengan wilayah Indonesia seperti di Uluwatu, Padang-Padang, atau di luar Jawa yang paling terkenal yaitu Pantai Tanjung Setia di Lampung Barat, pantai-pantai di Jepang tidak banyak yang bisa dijadikan lokasi surfing.

Di Brasil, waktu untuk surfing bisa sepanjang tahun, seperti juga di Indonesia. Tapi khusus di Indonesia, untuk memperoleh ombak yang bagus adalah musim kering yaitu antara bulan Juli hingga Oktober.

Seperti Komamba dan pantai-pantai di Jepang, lokasi pantai biasanya jauh dari pemukiman penduduk, panoramanyapun hanya pantai saja, tidak ada restoran, maupun penginapan.Komamba bukanlah pantai yang indah dan eksotik, namun hanya ramai kala summer, itupun kalau ombaknya bagus.

Ini hanyalah surfing yang diikuti oleh grommets(surfer muda), yang mengharapkan bisa berprestasi dibidangnya. Dengan pasir putihnya, air laut yang tampak biru dan bersih, angin yang membantu melahirkan gelombang antara 2 sampai 3 meter saja, tidak mengurangi semangat para peserta.

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.