56 Etnis Suku di China : The Miaos

Sophie Mou

Dengan jumlah penduduk 8.940.116, Suku Miao adalah salah satu etnis minoritas terbesar di barat daya China. Suku Miao tersebar di daerah GuiZhou, Yunnan, Hunan dan provinsi Sichuan dan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang dan sejumlah kecil tinggal di pulau Hainan di Provinsi Guangdong dan di barat daya Propinsi Hubei. Sebagian kecil yang tinggal di Yunnan- Guizhou membentuk desa2 yang terdiri dari beberapa keluarga, hidup di lereng gunung.

Kelompok minoritas etnis Miao adalah salah satu yang memiliki populasi yang luas yang ada di dalam dan keluar dari daratan Cina. Tersebar di seluruh dunia, The Miaos ada di lima benua dan banyak negara, termasuk Thailand, Myamar, Laos, Burma, dan Vietnam, bahkan Amerika, dan Canada.

Di China sekitar 4 juta The Miaos tinggal didaerah GuiZhou, sehingga dikenal sebagai Propinsi Suku Miao, 97% dari The Miaos berkumpul di daerah Tai County.

Etnis Miao terbagi atas 4 kelompok :

  • Ghao Xong; Red Miao; di barat Hunan.
  • Hmu, gha Ne (Ka Nao); Black Miao; di tenggara Guizhou.
  • A-Hmao, Big Flowery Miao; dibarat laut GuiZhou and timur laut Yunnan.
  • Hmong, White Miao, Mong, Green (Blue) Miao, Small Flowery Miao; di selatan Sichuan, di barat GuiZhou dan selatan Yunnan.

map of Guizhou

GuiZhou

Guizhou 2

Sejarah

Pada awal dinasti Qin dan Han 2.000 tahun yang lalu, nenek moyang dari orang-orang Miao tinggal di bagian barat saat ini yaitu Hunan dan bagian timur saat ini, Guizhou. Mereka disebut sebagai Cina Miaos dalam dokumen-dokumen yang ditulis pada periode Dynasti Tang dan Song (AD 618-1279).

Pada abad ketiga Masehi, nenek moyang dari Miaos pergi ke barat laut saat ini Guizhou dan Sichuan selatan sepanjang Sungai Wujiang. Pada abad kelima, beberapa kelompok Miao pindah ke timur barat Sichuan dan Guizhou. Pada abad kesembilan, ada yang dibawa ke Yunnan sebagai tawanan. Pada abad ke-16, beberapa Miaos menetap di pulau Hainan. Sebagai hasil dari migrasi berskala besar selama berabad-abad Suku Miaos menjadi tersebar luas.

Dikarenakan imigrasi tersebut maka terjadilah perubahan budaya antar sesama Suku Miao, dikarenakan pengaruh lingkungan yang berbeda telah menghasilkan perbedaan dialek, nama dan pakaian. Beberapa Miao orang dari berbagai daerah memiliki kesulitan besar dalam berkomunikasi dengan satu sama lain. Festival seni dan budaya juga berbeda antar daerah.

village

miao village 2

miao village

miao village 4

bridge

Bahasa

Bahasa The Miao milik bahasa Miao-Yao cabang dari bahasa cina-Tibet. Memiliki tiga dialek utama di Cina – satu yang berbasis di barat Hunan, satu di timur Guizhou dan yang lainnya di Sichuan, Yunnan, dan bagian dari Guizhou. Di beberapa tempat, orang-orang yang menyebut diri The Miao menggunakan bahasa-bahasa kelompok etnis lain. Di daerah Chengbu dan Suining di Hunan, Longsheng dan Ziyuan di Guangxi dan Jinping di Guizhou, sekitar 100.000 orang berbicara Miao dialek Cina. Di daerah Sangjiang di Guangxi, lebih dari 30.000 The Miao berbicara dalam bahasa Dong, dan di pulau Hainan, lebih dari 100.000 orang berbicara bahasa Yaos. Karena berabad-abad mereka telah menjalin hubungan dengan Hans, banyak juga The Miaos yang dapat berbahasa Cina.

Budaya

Sebagian besar daerah Suku Miao tinggal berbukit atau terletak di pegunungan, mengalir beberapa sungai-sungai besar. Dengan curah hujan yang cukup, dan daerah yang kaya sumber daya alam, Suku Miao bercocok tanam, dengan tanaman utama meliputi padi, jagung, kentang, kacang-kacangan, kacang tanah, tembakau, tebu, kapas, bunga kamelia, teh dan pohon tung. Sedangkan di Pulau Hainan berlimpah dengan buah-buahan tropis.

rice

corn

Pakaian mereka memiliki ciri khas yang berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain. Di barat laut timur laut Guizhou dan Yunnan, pria Miao biasanya memakai jaket linen dengan desain berwarna-warni, dan bulu wol dengan pola-pola geometris di atas bahu mereka. Di daerah lain, laki-laki memakai jaket pendek dengan kancing di bagian depan atau ke kiri, celana panjang dengan ikat pinggang, dan syal hitam panjang lebar. Pada musim dingin, laki-laki biasanya memakai celana kain tambahan yang dikenal sebagai putis.

Pakaian wanita bervariasi bahkan dari desa ke desa. Di timur laut barat Hunan dan Guizhou, wanita mengenakan jaket berkancing di sebelah kanan dan celana panjang, dengan hiasan bordir di kerah, lengan baju dan celananya. Di daerah lain, perempuan mengenakan baju berkerah tinggi dengan jaket pendek dan rok setengak lipit atau rok panjang. Mereka juga mengenakan berbagai macam perhiasan perak di acara-acara perayaan yang meriah.

ornament

ornament 1

ornament 2

Di bagian tenggara Guizhou, dan bagian barat Hunan, Rongshui di Guangxi dan Hainan Island, makanan pokok Miaos adalah beras, jagung, ubi jalar, dan beras sebagai makanan pokok. Suku Miao ditenggara ini juga menyukai beras ketan, dan asinan sayur2an. Di Guizhou di barat laut, timur laut Sichuan dan Yunnan, makanan terutama mereka adalah jagung, kentang, soba, dan gandum. Sebelum tahun 1949, karena kurangnya garam, banyak orang Miao membumbui makanan dengan merica atau rasa asam. Banyak bahkan harus hidup dengan makan dari  sayuran liar.

Guizhou 2

Guizhou Girls

Bangunan rumah Suku Miao sangat bervariasi dalam gaya. Di daerah pegunungan, mereka biasanya membangun di lereng dan dalam bentuk rumah di atas panggung. Hewan disimpan di bawah kolong rumah.

Di daerah Yunnan Zhaotong dan pulau Hainan, sebagian besar Miaos tinggal di pondok-pondok beratap jerami terbuat dari anyaman cabang bambu dan ranting atau potongan bambu.

Ciri Khas Suku Miao adalah tipikal keluarga kecil dan monogami. Orang tua biasanya menjadi tanggung jawab anak bungsu.

Di beberapa daerah, nama anak laki-laki diikuti oleh ayahnya, tetapi umumnya Suku Miao hanya menggunakan namanya sendiri. Dipengaruhi oleh sistim patriarkal feodal suku Han, Miaos mempunyai upaya untuk mempertahankan silsilah keluarga mereka, dengan membangun semacam rumah aula untuk menulis dan menyimpan nama2 nenek moyang secara turun temurun.

Perkawinan biasanya diatur oleh orang tua, tapi kaum muda masa kini kebanyakan bebas menentukan pilihan. Kesempatan untuk mencari pasangan biasanya pada saat liburan dan para kaum muda berkumpul diaula desa untuk bernyanyi dan berbalas pantun.

Di Chuxiong, Provinsi Yunnan, pada saat ini masih ada budaya berkumpul di aula desa untuk laki-laki dan perempuan yang belum menikah, mencari jodoh sambil bernyanyi dan berbalas pantun.

Suku Miao juga mempunyai kebiasaan melakukan "penculikan pengantin." Jika gadis yang diculik menyetujui tawaran pernikahan, pesta pernikahan besar diadakan .Jika ia tidak setuju, ia bebas untuk pergi.

Masyarakat Miao dalam komunitas yang berbeda merayakan perayaan hari raya yang berbeda. . Bahkan festival yang sama mungkin jatuh pada tanggal yang berbeda.

Di tenggara Guizhou dan Rongshui County di Guangxi, Suku Miao merayakan Tahun Baru pada "Hari Rabbit" atau "Hari Kerbau" pada kalender lunar. Pesta ditandai dengan pemukulan genderang, menari dengan musik dari sebuah lusheng (instrumen angin), pacuan kuda dan pertempuran banteng.

Di kabupaten dekat Guiyang, orang-orang memakai pakaian yang baru dan terbaik berkumpul di air mancur terbesar di kota pada tiap 8 April pada calender tahun lunar, sambil memainkan  lusheng dan seruling, bernyanyi memuji pahlawan legendaris, Yanu.

Di banyak daerah, The Miaos merayakan festival Perahu Naga dan festival bunga (5 Mei), festival panen beras yang pertama (antara bulan Juni dan Juli), festival Awal Musim Gugur .

Di Yunnan, "Melangkah di Pegunungan Bunga" adalah perayaan yang populer untuk Miaos. Pasangan yang mengharapkan anak menggunakan kesempatan untuk menyembah dewa kesuburan. Mereka menyediakan anggur untuk kaum muda, bernyanyi dan menari di bawah pohon pinus, dan dibawahnya tergantung sebotol anggur. Kaum muda laki-laki dan perempuan yang jatuh cinta pada kesempatan ini, diharapkan, akan membantu membawa anak-anak kepada pasangan tanpa anak.

The Miaos percaya pada banyak dewa, dan beberapa ritual takhyul. Di timur laut barat Hunan dan Guizhou, misalnya, doa-doa untuk anak-anak atau untuk menyembuhkan penyakit disertai dengan pembantaian dua sapi sebagai korban. Perayaan kemudian akan diadakan untuk semua sanak keluarga selama tiga sampai lima hari.

The Miao memiliki budaya yang sangat beragam berkembang dari akar yang sama.Mereka suka bernyanyi dan menari. Lagu-lagu mereka, disertai dengan sajak yang panjang bervariasi dari beberapa baris sampai ada yang lebih dari 15.000 baris , yang mudah dimengerti dan sangat populer di kalangan Miaos.

miao village

miao dance

lusheng adalah alat musik favorit mereka. Selain itu, seruling, drum, yang xiao (seruling bambu vertikal) dan tanduk suona juga sangat populer. Tarian yang populer adalah lusheng dance, drum dance and bench dance.

lusheng

lusheng 1

The Miaos menciptakan berbagai warna-warni seni dan kerajinan, termasuk pekerjaan menyulam, membordir, menenun, batik, seni melukis diatas kertas. Teknik batik mereka kembali pada masa 1.000 tahun. Sebuah pola pertama kali digambar di kain putih dengan pisau panas dicelupkan ke dalam lilin. Kemudian kain direbus dalam pewarna. Lilin meleleh untuk meninggalkan pola putih pada latar belakang warna biru. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan teknologi telah memungkinkan untuk mencetak lebih berwarna desain, dan banyak kerajinan Miao sekarang diekspor.

batik

embroidery

embroidery 1

Struktur sosial-ekonomi

Suku Miao pada awal masyarakat melewati tahap primitif yang panjang. Nenek moyang Suku Miao mengenal ibadah penyembahan totem sebagai  keselamatan pada era Dinasti Jin,1.600 tahun yang lalu.

Pada Dinasti Han Timur (25-220 M), etnis minoritas di daerah Wuxi mulai bertani, dan telah belajar untuk menenun dan mewarnai dengan benih rumput, dan perdagangan atas dasar pertukaran telah muncul. Tapi produktivitas masih sangat rendah dan para pemimpin suku dan rakyat biasa tidak mempunyai perbedaan status.

Kehidupan bermasyarakat Suku Miao primitif berubah dengan cepat antara abad ketiga dan kesepuluh Masehi, mereka mulai hidup bermasyarakat, hubungan keluarga berkembang dan mereka membentuk desa-desa komunal di berbagai daerah.

The Miaos membentuk Organisasi yang dikenal sebagai Men Kuan dalam Dinasti Song Selatan (1127-1279), dan sebagai Zai Kuan selama Dinasti Qing (1644-1911), dibentuk antara beberapa desa-desa tetangga. Pemimpin Kuan dipilih oleh anggotanya, yang bertemu secara teratur. Aturan dan peraturan yang dirumuskan oleh seluruh anggota untuk melindungi hak milik pribadi dan menjaga ketertiban. Siapa pun yang melanggar aturan akan didenda, diusir dari masyarakat atau bahkan dihukum mati. Semua desa di Kuan mendukung satu sama lain.

Pada akhir Dinasti Tang (618-907), The Miaos telah mengenal kasta dan mulai membagi masyarakatnya menjadi kelas-kelas sosial yang berbeda. Pemimpin komunal memiliki kewenangan atas tanah, dan dikarenakan pengaruh dari Suku Han, maka dampak ekonomi Feodal dari tuan tanah mulai mempengaruhi perkembangan kehidupan Suku Miao. Kaum feodal mulai menyebut diri mereka "para pejabat," dan memanggil budak di bawah kekuasaan mereka "orang lapangan."

Dibawah pemerintahan feodal, rakyat biasa membayar sewa dalam bentuk pelayanan yang tidak dibayar. Para bangsawan  mempunyai kekuasaan atas mereka, dan bisa menghukum mereka dan membawa mereka ke pengadilan Jika perselisihan pecah antara para bangsawan, para "orang lapangan" harus maju ke medan pertempuran.

Pada saat jaman Dynasty Song pertanian dan kerajinan tangan telah dikembangkan lebih lanjut. Gandum diperdagangkan dengan pertukaran garam antara prefektur, dan kain Xi dikirim sebagai upeti kepada istana. Pada akhir Dinasti Song, Tekstil, khususnya batik, juga berkembang pesat.

Setelah 1951, sejumlah divisi otonom Miao didirikan di Guizhou, Yunnan, Guangxi, Guangdong, dan Hunan. Sebagian besar daerah otonom ini dibentuk dari berbagai multietnic, The Miaos hidup berdampingan dengan harmonis dengan Suku Tujia, Bouyei, Dong, Zhuang, Han, dan Li.

Di beberapa daerah Miao, sebelum pemerintah otonom didirikan, prioritas diberikan kepada hal-hal seperti pemilihan delegasi untuk kongres Rakyat dan pelatihan dan pengangkatan staf administrasi minoritas. Sekarang sejumlah besar orang-orang Miao telah dipromosikan untuk menjadi pejabat. Di daerah otonomi GuiZhou, 68% suku Miao menduduki posisi sebagai pejabat Kabupaten dan Kota.

Sebelum tahun 1949, tekstil, pertukangan, keramik, pembuatan minyak menjadi satu-satunya industri di daerah tersebut.  Setelah kelahiran People's Republic of China, banyak pabrik dan stasiun pembangkit tenaga listrik dibangun. Sekarang listrik secara luas digunakan untuk penerangan, irigasi dan pengolahan makanan.

Di daerah pegunungan, Suku Miaos telah membangun waduk, menggali kanal dan menciptakan lahan pertanian baru. Mereka juga telah mengembangkan perekonomian yang terdiversifikasi sesuai dengan kondisi lokal. Dampak dari semuanya, menbuat hasil produksi biji-bijian serta minyak, serat dan pati tanaman dan tanaman obat menjadi maju dan berkembang dengan pesat.Hal ini telah membantu untuk membuka sumber baru dan persediaan bahan baku untuk industri dan perdagangan, dan memperbaiki standart hidup Suku Miao .

Domba memiliki sejarah panjang didaerah Otonomi Weining County, Guizhou, di mana 265.000 hektar padang rumput dan pohon merupakan padang merumput yang ideal. Ternak telah berkembang dengan pesat dikarenakan telah diperkenalkannya bibit dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan yang lebih baik.

Pembangunan jalan kereta api antara Guiyang dan Kunming, dan antara Hunan dan Guizhou telah mendorong perkembangan daerah Miao. Sebelum tahun 1949, lebih dari setengah distrik di Prefektur Otonomi Qiandongnan tidak memiliki layanan bis.

Pendidikan dan kesehatan masyarakat juga berkembang pesat. Pada tahun 1984, telah ada 23.000 guru didaerah Qiandongnan, di antaranya lebih dari separuhnya adalah dari minoritas Miao atau Dong. Mereka mendirikan sekolah-sekolah di daerah pegunungan dan membawa pendidikan ke desa-desa pegunungan yang sebelumnya buta huruf. Sebelum tahun 1949, penyakit malaria mencapai  95 persen di Xinchi, desa di Ziyun County, Provinsi Guizhou. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman, daerah tsb telah bebas malaria melalui kampanye kesehatan.

Suku Miao saat ini telah menjadi salah satu Etnis yang bebas buta huruf, dan menikmati pembangunan, daerah tinggal nyaman dan kehidupan sosial yang baik.

Miao Girls

Reference :

travelguidechina.com

china.org.shaosuminchu

Sumber-sumber lain Etnis Minoritas di China

Wikipedia

One Response to "56 Etnis Suku di China : The Miaos"

  1. venancio moniz  8 July, 2019 at 09:39

    kelihatanya sedikit mirik suku dayak indonesia (kalimantan), dalam hal budaya ritual dll. Apakah ada garis keturunannya? mohon dijelaskan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.