Rice Science for the Better World

Handoko Widagdo – Solo

Seandainya Sukarno dulu tidak menolak, mungkin saya tak perlu sampai ke Los Banos. Cukup ke Sukamandi saja untuk berkunjung ke Pusat Penelitian Padi Internasional. Sebab, pada awalnya Pusat Penelitian Padi Internasional ini direncanakan untuk ditempatkan di Indonesia, mungkin di Sukamandi.

International Rice Research Institute (IRRI) adalah pusat penelitian padi yang dibangun sebagai bagian dari Revolusi Hijau (Green Revolution) pada awal tahun 60-an. IRRI berlokasi di Los Banos, tepatnya di dalam Kampus University of the Philippines Los Banos (UPLB), Filipina. IRRI dibangun tahun 1960 oleh Rockefeller Foundation and Ford Foundation. IRRI telah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam menanggulangi permasalah kelangkaan pangan, khususnya padi.

Selintas Sejarah Revolusi Hijau dan IRRI

Mengapa IRRI tidak jadi dibangun di Indonesia? Beginilah ceritanya. Setelah perang dunia II selesai, negara-negara terbelah menjadi dua bagian, yaitu negara-negara yang berbasis komunis (Red Revolution/Blok Timur) dan negara-negara kapitalis (Blok Barat). Dua poros ini saling berebut pengaruh dan mencari pengikut di antara para new emerging countries (NEC) di Afrika dan Asia. Penemuan varietas gandum yang berumur pendek dan berproduksi tinggi oleh Norman Borlaug telah memicu revolusi dunia pertanian.

Penemuan ini kemudian dipakai sebagai salah satu alat oleh Blok Barat untuk menarik NEC bergabung dengan mereka. Adalah Rockefeller Foundation dan Ford Foundation yang bekerja untuk membantu NEC dalam menerapkan Revolusi Hijau. Meski sudah digaungkan sejak pasca perang dunia II, namun istilah Green Revolution sendiri baru dipakai sejak tahun 1968. Istilah Green Revolution pertama kali dipakai oleh mantan Direktor USAID bernama Bill Gaud (Bill Gaud bukanlah orang pertanian). Bill Gaud menyatakan bahwa: ‘Perubahan di sektor pertanian ini akan menjadi sebuah revolusi bagi dunia. Bukan revolusi merah ala komunis, bukan juga revolusi putih ala Shah Iran, tapi saya menyebutnya Revolusi Hijau”.

Pada tahun 1958-59, Rockefeller Foundation and Ford Foundation menawarkan kepada Indonesia untuk membangun pusat penelitian padi internasional. Namun upaya ini gagal karena Sukarno lebih memilih untuk membangun blok sendiri, yaitu Non Blok. Akibatnya rencana pembangunan pusat penelitian padi internasional dipindahkan ke Filipina. Mengapa Filipina? Mengapa bukan Thailand atau Vietnam? Padahal Thailand dan Vietnam adalah produsen padi yang lebih besar dibanding Filipina. Alasannya, Thailand jelas tidak mungkin jadi komunis, sementara Vietnam cenderung menjadi merah.

Varietas Unggul Padi

Salah satu keberhasilan awal dari IRRI (1966) adalah varietas modern yang diberi nama International Rice (IR) 5 dan IR 8. Kedua varietas ini mampu meningkatkan produksi padi dari rata-rata 2-3 ton/ha menjadi sekitar 6 ton/ha. (Di laboratorium IR 8 mampu berproduksi sampai 10 ton/ha). Keunggulan lain, IR 8 dan IR 5 berumur pendek.

Dengan cepat varietas ini menyebar di Filipina dan negara- negara produsen padi di Asia, termasuk Indonesia. Di
Indonesia, nama IR 5 dan IR 8 diganti oleh Presiden Suharto menjadi Pelita Baru (PB) 8 dan PB 5. Pelita sendiri adalah singkatan dari Pembangunan Lima Tahun (model pembangunan ala Suharto). Cerdas ya Pak Harto?

Sejak saat itu IRRI terus menghasilkan varietas-varietas padi unggul. Dua varietas unggul yang muncul kemudian –dan sampai saat ini masih ditanam oleh kebanyakan petani padi, adalah IR 36 dan IR 64. IR 36 direlease tahun 1976 dan IR 64 direlease 1985.

Gene Bank alias Bank Genetik

Salah satu fasilitas yang ada di IRRI adalah Gene Bank. Di Gene Bank inilah hampir semua jenis padi dari berbagi penjuru dunia disimpan. Penyimpanannya menggunakan fasilitas ruangan berpendingin, sehingga benih-benih tersebut ‘tidur’ sebelum digunakan kembali. Pada periode tertentu, koleksi diperbaharui dengan cara menanamnya kembali, mengolahnya menjadi benih-benih bernas yang disimpan dalam kantong aluminium dan dibawa ke ruang berpendingin tersebut.

Gene Bank telah menyelamatkan 750 jenis padi lokal di Kambodia pada tahun 1980. Akibat dari regime Khmer Merah yang sangat ganas, petani telah kehilangan semua benih padi. Akibat kelaparan, benih padi yang seharusnya ditanam malah dikonsumsi.

Pada tahun 1980, petani di Kamboja tidak punya lagi benih untuk ditanam. Akhirnya Gene Bank mengirimkan 750 jenis padi local asal Kambodia dari koleksi mereka. Jenis padi local ini kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada petani di Kamboja.



Perubahan Iklim

Saat ini IRRI sedang melakukan penelitian untuk menghadapi perubahan iklim. Akibat perubahan iklim, maka kekeringan dan banjir serta masuknya air laut ke lahan akan melanda sebagian besar wilayah pertanaman padi. Oleh sebab itu IRRI pun menyiapkan berbagai varietas yang lebih toleran terhadap kondisi iklim yang tidak menentu tersebut.

Submerge-tolerant Variety (SV) adalah varietas yang disiapkan untk menghadapi banjir. Varietas ini tahan tergenang sampai 10 hari tergenang dan masih mampu berproduksi dengan baik (di lab SV bisa bertahan sampai 17 hari). Jika varietas biasa hanya mampu memproduksi kurang dari 1 ton saat tergenang, maka SV tetap bisa menghasilkan 5 ton/ha saat tergenang. SV sendiri dikembangkan dengan memasukkan gene SUB-1 (gene yang membawa sifat toleran terhadap genangan) ke varietas-varietas yang sudah disukai oleh petani, seperti IR 64, Swarna, dan lain-lain. Saat ini berbagai varietas ini telah diujicoba di Nepal, Bangladesh, India dan China.

Drought-tolerant Variety (DV) adalah varietas yang disiapkan untuk bertahan menghadapi kelangkaan air. DV bisa bertahan dengan kekeringan yang ekstrim. DV bisa berproduksi 10% lebih tinggi dari varietas biasa saat menghadapi kekeringan yang ekstrim.

Saline-tolerant Variety (SV) adalah varietas yang disiapkan untuk bertahan hidup dalam genangan air asin. Jika varietas normal akan mati jika terkena air asin, maka varietas ini bisa tetap berproduksi.

Dua penelitian lain yang berhubungan dengan perubahan iklim adalah membuat padi hibrida untuk negara tropis dan membuat padi C4. Seperti kita tahu bahwa padi hibrida telah membantu pemerintah Cina untuk menyediakan pangan. Produksi padi hibrida di Cina bisa sampai 10 ton/ha, sementara rata-rata padi di luar Cina baru 6 ton/ha. Jika padi hibrida bisa di tanam di wilayah tropis, maka produksi padi akan meningkat pesat.

Proyek Padi C4

Apa itu padi C4? Padi C4 bukan nama padi yang berasnya pulen dan enak, yang di toko-toko kita kenal dengan nama C4. Tapi yang dimaksud disini adalah jenis padi yang bisa berproduksi tinggi karena sangat efisien dalam berfotosintesa. Di muka bumi ini ada dua jenis tanaman. Yaitu tanaman yang biasa dalam berfotosintesa (disebut tanaman C3) dan tanaman yang sangat efisien dalam berfotosintesa (disebut tanaman C4). Tanaman C4, seperti tebu, jagung dan kentang, bisa memproduksi hasil panen dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Sementara tanaman C3, misalnya padi, hanya menghasilkan produksi yang tidak cukup besar. Nah dengan dukungan dari Bill and Melinda Gate Foundation, IRRI sedang melakukan rekayasa genetika sehingga padi bisa menjadi tanaman C4, sehingga produksinya menjadi sebanyak jagung atau kentang.

Semoga upaya ini berhasil dan tidak menjadikan butir padi sebesar kentang, sehingga sulit untuk dimakan.

Los Banos, November 2009
Handoko Widagdo – Solo

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

74 Comments to "Rice Science for the Better World"

  1. Handoko Widagdo  21 November, 2013 at 13:20

    Memang harus sangat hati-hati dalam menerapkan teknologi Ary Hana.

  2. ah  21 November, 2013 at 12:53

    saya tetap ngeri dengan revolusi hijau pak han, apalagi GMO. tapi kalau ‘green house’ saya sedang butuh karena banyak sayur saya rusak kena hujan hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.