Hadiah Natal

Syanti – Sri Lanka

Tepat pada jam 00.00 25 Desember, terdengar bunyi dentuman petasan atau mercon, hampir di seluruh plosok Sri Lanka. Menandakan Natal telah tiba, suaranya cukup membuat saya terkaget-kaget, termasuk Miko anjing peliharaan kami yang lari bersembunyi di bawah meja.

Banyak cara yang dilakukan untuk merayakan Natal, hotel-hotel berbintang menawarkan berbagai acara untuk Christmas Eve, dari hotel berbintang yang mahal sampai sekedar pesta yang murah meriah di beach.  Ada juga yang merayakannya di rumah dengan mengundang teman-teman dekat. Kemudian membakar mercon dan kembang api, dengan minum minuman beralkohol…bahkan ada yang sampai bermabuk-mabukan di malam Natal.

Tentunya banyak juga yang pergi ke gereja pada malam Natal tersebut, kami sekeluarga tidak mengadakan acara apa-apa. Hanya berdiam di rumah karena gereja tempat kami berbakti, mengadakan kebaktian Natal pada tanggal 25 Desember pagi

Pagi itu saya terbangun dari tidur saya dengan hati penuh damai , walaupun semalam tidur saya cukup terganggu oleh bunyi mercon dari tetangga di depan rumah kami. Pada waktu saya membuka pintu kamar, kaki saya hampir menginjak sesuatu yang terletak tepat di depan pintu kamar tidur kami. Di mana terdapat dua bungkusan yang cukup besar dengan tulisan Merry Christmas . Ternyata hadiah Natal dari si Gadis putri kami……oh so sweet !

Kejadian tersebut mengingatkan akan masa kecil saya di kampung ………long long time ago.

Anak-anak di kampung kami mempunyai kebiasaan pada tanggal 5 Desember, mencari rumput kemudian kami masukkan dalam sepatu kami masing-masing dan kami beri nama lengkap dengan umur kami masing-masing, disertai dengan segelas teh manis. Kemudian kami taruh di bawah tempat tidur kami. Karena malam itu Sinter Klaus akan datang mengunjungi kami dengan membawa hadiah……untuk anak-anak yang berkelakuan baik biasanya akan mendapat hadiah yang lebih baik. Selain hadiah yang kami peroleh ada juga pesan dari Siter Klas untuk kami. Seperti harus rajin belajar , jangan nakal…..sampai nilai raport kami yang harus diperbaiki …hi hi hi.

Ternyata Sinter Klaus tahu segala macam tingkah laku kami semuanya ! Biasanya malam hari itu kami tidak dapat tidur dengan pulas, karena mengharapkan untuk dapat melihat Sinter Klaus waktu datang mengunjungi kami.

Biasanya pada pagi hari kami semua anak-anak yang tinggal berdekatan, akan keluar saling menunjukkan hadiah yang kami peroleh. Ada yang bercerita bahwa, tadi malam mereka sempat melihat Sinter Klaus datang ke kamar mereka dengan kudanya yang berwarna putih….ada yang bercerita melihat Sinter Klaus datang dengan kuda terbangnya …..dsb.

Hal ini tiak hanya dilakukan oleh keluarga yang beragama Kristen saja, tetapi hampir semua tetangga dan teman-teman sekolah saya, baik mereka yang beragama Islam, Buddhist dan sebagainya.

Setelah saya agak besar, saya mulai mengetahui ternyata yang meberi hadiah itu adalah orang tua kami sendiri …hi hi hi. Saya teringat pada salah seoarang tetangga saya, di mana orang tuanya tidak mengerti akan acara tersebut dan tidak meletakan hadiah untuk anaknya. Pada pagi hari anaknya sangat kecewa tidak mendapatkan hadiah seperti temang-temannya yang lain, oh….. poor my friend !

Dengan berjalannya waktu kebiasaan tersebut secara perlahan-lahan menghilang, karena tradisi tersebut telah diambil oleh para bisnisman. Karena dianggap sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Saya ingat di Bandung diaman Sinter Klaus akan datang di pusat-pusat pertokoan lengkap dengan Swaterpiet yang berkulit hitam lengkap dengan sapu lidih, untuk menakit-nakuti anak yang nakal.

Banyak anak-anak yang menangis melihat Swaterpiet atau Piet hitam ini…yang kalau berjalan terdengar gemerincing bel di kakinya. Banyak orang tua yang membawa anak-anaknya dengan membeli hadiah dari toko yang menyelengarakan acara tersebut. Untuk itu kita masih harus membayar uang pendaftaran….segala sesuatunya sudah berubah menjadi bisnis. Kerana baik penyelengara atau toko-toko yang mengeruk keuntungan yang cukup besar pada kesempatan tersebut.

Sinter Klaus sekarang kedudukannya sudah berganti dengan Santa Claus….kurang tahu sejak kapan. Atau memang saya yang kurang tahu bagaimana sejarahnya.

Santa Claus sekarang begitu popular, seakan-akan identik dengan Natal. Tidak ada Natal tampa Santa Claus. Hal tersebut membuat saya termenung…….”Apa artinya Natal?” para bisnisman telah menggeser kedudukan Yesus dengan Santa Claus.

Kelahiran Yesus ke dunia ini adalah merupakan hadiah untuk kita semua !

Pagi itu saya tersenyum sendiri……kalau dulu waktu saya masih kecil, menantikan hadiah dari Sinter Klaus yang diletakkan dibawah tempat tidur. Walaupun pada kenyataannya hadiah tersebut dari ibu dan bapak. Tetapi pagi ini saya mendapatkan hadiah dari putri kami, yang diletakkan di depan pintu kamar kami…hi hi hi.

MERRY CHRISTMAS…….untuk semua teman-teman di Baltyra yang merayakan Natal !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.