Sunday, 3 January 2010
Nagz – Beijing
Sekilas tentang Shanghai Expo 2010 sudah perna diulas oleh Jeng Sophie. Untuk artikel bisa dibaca di Shanghai World Expo 2010.
Yang mau dibahas disini adalah keikutsertaan Indonesia di ajang SE 2010. Rencananya, Indonesia akan membangun paviliun seluas 4000m2 di SE 2010 ini. Pembangunan ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp. 104 milyar. Dana ini belum termasuk yang akan digunakan oleh kegiatan sehari-hari selama 6 bulan. Tema yang dirancang dalam paviliun ini adalah "Eco Diversity" yang mempresentasikan kehidupan dan keanekaragaman budaya dan lingkungan dari aspek kehidupan, budaya, lingkungan alam, serta sejarah Indonesia. Air terjun buatan dengan luas 40 meter dan tinggi 17 meter juga akan dibangun di tengah-tengah paviliun ini, yang mana air terjun ini akan membelah paviliun menjadi 2 bagian, layaknya ekuator yang melelewati Indonesia.
Land breaking ceremony of Indonesia pavillion
Mari Elka Pangestu menerima maket Pavilion China dari Director Shanghai Expo
Di ajang ini Indonesia akan mempromosikan produk-produk yang inovatif dengan keunggulan teknologi dan kepedulian lingkungan. Selain itu Indonesia juga mempromosikan peluang investasi dan kunjungan wisata serta produk jasa seperti konstruksi. Orientasi produk yang akan ditawarkan di Shanghai Expo adalah produk unggulan, industri kreatif dan indsutri unggulan daerah. Indonesia menargetkan minimal dapat mencatatkan transaksi Rp 1 triliun pada Shanghai Expo yang akan berlangsung Mei-Oktober 2010.
Pihak panitia SE 2010 menargetkan selama ekspor berlangsung akan ada 70 juta pengunjung dan 200 negara dan organisasi internasional akan berpartisipiasi. Dengan keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini diharapkan dapat menambah citra positif Indonesia, membuat orang-orang mengenal Indonesia lebih jauh dan tentunya meningkatkan keuangan Indonesia. Selama ini orang-orang pada ngga tahu Indonesia tuh dimana, tahunya cuma Bali.
Jadi setiap ditanya "Where are you from?" dan saya jawab "I'm from Indonesia", pasti akan disambung dengan pertanyaan "Where is it? Is it near India?". Cape deh…
Picture : ShangHai Expo 2010
January 4th, 2010 at 16:57
Yoshi: Masa sih kudu bagi2 duit disana? Wah bu Mari kurang perhitungan deh- menyambung cerita teman saya yang lawyer : Investor Cina itu perhitungan banget lho ama fulus lain banget dengan investor negara sing lain. So kudunya bu Mari (which i assumed should know abt it too)punya grand strategy yg jitu – 104 M itu tll besar dan 1 T itu tll kecil
January 4th, 2010 at 09:51
Nagz: kalo liat paviliun yang cuma segitu, harga segitu kok ajaib kedengarannya. Terus terang aku sempat ngintip design dari negara-negara tetangga, duh, gak ada apa-apanya lho…
January 4th, 2010 at 09:22
@Bagong: 104M itu kan biaya pembangunan paviliun Indonesia plus biaya bagi2 “duit” ke pejabat yang bersangkutan.
January 4th, 2010 at 07:49
Nagz>>>
Sependapat juga dengan Alexa! 104 M (pasti keluar) untuk target investasi asing 1 T sepertinya overspent! Indonesia, masihkah perlu dipromosikan lagi? Haruskah (selalu) dipamerkan lagi? Saya ‘kok yakin, di antara jajaran para investor, kekayaan Indonesia sudah terkenal sekaligus tercemar…….. Pembenahan hukum di dalam negeri yang harus dimaksimalkan! Ijin buka kebon, ratusan dikeluarkan. Yang serius cuma hitungan jari, yang lain perkosa hutan nyuri kayu. Kayu habis, tinggalkan hutan jadi semak belukar padang ilalang….. Hancur Kalimantan, serbu Sulawesi dan Papua…….
January 4th, 2010 at 01:27
besar juga ya modalnya?
January 3rd, 2010 at 08:25
Ikut berpartisisapi ahh…….
January 3rd, 2010 at 07:23
Waow, kelihatannya Indonesia bakal promo habis2an Di Shanghai Expo ini yak…dengan modal Rp.104 M itu target 1 T terlalu sedikit deh, sekarang aja menurut teman q yang lawyer – investor Cina dah masuk ke Indonesia tiap hari sampe dia kewalahan handle klien. Dan kebanyakan yang dia tangani berinvestasi di sektor pertambangan