Suami Baru di Tahun Baru

Alexa – Jakarta

Hai Baltyran:  kita telah menyelesaikan tahun 2009 ini dan menyambut tahun 2010. Bagaimana resolusi tahun 2009 anda sekalian – mudah-mudahan banyak yang tercapai ya. Jangan sampai setahun ini kita cuman NARO – No Action Resolution Only. Kisahku berikut ini tentang seorang teman yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk menikah kembali di tahun baru (perhitungan Islam) sehingga memasuki tahun baru 2010 nanti dia sudah memiliki pendamping hidup lagi


Kamis, 17 Desember 2009:
 
Suatu siang di Mall Ambassador Hp-ku berdering dari nomor tidak kukenal, tetap kuangkat karena nomorku beredar hanya dalam kalangan terbatas. Suara wanita di sana langsung nyerocos, “Xa, gitu ya lo gak mau dateng ke kawinan gue. Sumpe dah Sis, gue dah shalat istikarah sebelum memutuskan  untuk merit lagi.” Otakku langsung menangkap – hem pasti nih temanku Pao-Pao, ya dia akan menikah lagi dan aku memutuskan untuk tidak menghadiri perhelatan pernikahannya karena kurang sreg dengan kecepatan dia mengambil putusan. Bayangkan ikrar talak baru terucap dari bibir mantan suami pada pertengahan Oktober 2009, emang gak pake masa iddah? Tapi ketidakhadiranku itu cuman aku sampaikan ke Nay –  wadow si Nay ember bocor juga nih.
 
Sedikit menjelaskan koneksi antar kami bertiga: sama-sama alumni FHUI perbedaan angkatan tidak penting setelah kami berada di luar kampus dan dengan Pao-Pao belakangan ini aku menjalin pertemanan paling dekat karena kami sama-sama aktif di Yayasan sekolah gratis itu. Karena cukup dekat itu maka aku kenal suami dan anak-anak Pao-Pao, aku sudah mencium ketidak harmonisan hubungan mereka sekeluarga saat tiap dua minggu sekali kami rapat yayasan di rumah Pao-Pao, tidak pernah kujumpai sosok suaminya. Bahkan seringkali Pao-Pao dan anak-anaknya minta aku menginap di rumah mereka (tapi belum pernah kulakukan). Setelah ajakan terakhirnya untuk menginap yang begitu gencar, aku tanyakan di mana suaminya. Akhirnya Pao-Pao cerita kalau sudah pisah dengan suaminya beberapa waktu lalu. Anak-anak Pao-Pao sangat manja padaku seperti anak kurang kasih sayang dan ini sedikit mengherankan buatku sebab aku mengenal sosok Pao-Pao sebagai sosok yang baik hati dan sangat menomor satukan urusan anak-anaknya.
 
Pada awal Oktober lalu kami menghadiri syukuran rumah baru Nay – Pao-Pao memaksa aku berangkat bersamanya dengan iming-iming boleh mengemudi mobil barunya yang bujubune harganya mana matic lagi…kalau sudah gini, gimana bisa nolak coba. Akhirnya kami berangkat bersama dan sepanjang jalan serta sepanjang pertemuan di rumah Nay, Pao-Pao curhat habis masalah perpisahannya dengan suami yang ternyata sudah berjalan setahun  tapi proses hukum baru diurus Oktober itu.
 
Yang jadi masalah buat Pao-Pao adalah suaminya selalu bicara jelek perihal dirinya pada anak-anak mereka sehingga anak-anaknya membenci mamanya. Yang jadi penghiburan bagi Pao-Pao yang baik hati (beneran deh belasan tahun kami bersama belum pernah aku melihat dia tersinggung atau marah mana dia orang yang sangat taat pada Allah. Jadi agama baginya benar-benar menjiwai semua langkah hidupnya) adalah saat ini dia didekati oleh dua pria yang serius mengajuk hati.
 
Hatinya cenderung pada seorang kandidat yang merupakan duda cerai mati yang tidak punya anak – isterinya meninggal karena kanker. Belajar dari pengalaman dengan suami pertama maka dengan si duda hot ini Pao-Pao banyak menanyakan bagaimana prinsip-prinsip hidup si duda. Tak lupa dia juga menanyakan bagaimana si duda akan menghidupi rumah tangga mereka karena Pao-Pao terlahir dari keluarga tajir terkojir-kojir.
 
Sewaktu dilamar suami pertama, Pao-Pao yang patuh pada ajaran agama cuman berpegang pada sangka baik bahwa jika seorang pria mendatangi dan melamar seorang wanita, kiranya itu menandakan komitmen dan niat baik dari seorang pria dan hal tersebut tidak boleh ditolak (kecuali kalau lelaki itu suami orang). Memasuki gerbang pernikahan, dengan ikhlas Pao-Pao menerima nafkah dari suami yang bergaji Rp.300 ribu – saat itu penghasilanku sendiri berlipat dari itu. Pao-Pao akhirnya meminta suaminya itu bergabung dalam bisnis keluarganya yang sudah menggurita hingga Singapura, Malaysia dan jazirah Arab.
 
Si duda hot pandai benar mengajuk hati Pao-Pao, dengan lugas dia menjawab bahwa dia adalah pekerja keras tapi secara financial dia tentu tidak dapat menandingi keluarga besar Pao-Pao, di sisi lain – perjalanan hidupnya dengan almarhum isterinya sudah membuktikan bahwa dia adalah seorang yang penyayang dan setia. Duda hot makin gencar mendekati Pao-Pao dan Pao-Pao akhirnya gedebuk lopek (aka.fall in love). Terus terang Pao-Pao bilang belum pernah ada lelaki yang begitu gencar mendekati dan begitu posesif menjaganya. Dan terakhir dia ucapkan padaku, “Apalagi coba yang bisa kulakukan selain mengimbangi dirinya?”, Gubraaak…. Seperti ABG Pao-Pao menunjukkan komunikasi sms mereka…”Cuit-cuit”, begitu kataku.
 
Begitulah waktu itu aku cuman minta supaya dia memperjuangkan hati anak-anaknya serta shalat istikharah (shalat untuk minta ditunjukkan Allah –mana pilihan terbaik), Pao-Pao memang bilang dia belum shalat istikharah. Dan tak kusangka tiba-tiba pertengahan Desember dia sudah mengundang kami pada perkawinan keduanya. Sedikit prihatin dengan keputusannya yang terburu-buru maka aku katakan pada Nay bahwa aku tidak akan menghadiri pernikahan Pao-Pao karena dia belum shalat istikharah.
 
Siang itu melalui telpon, Pao-Pao sekali lagi menegaskan putusan itu setelah dia shalat istikharah. Dia kemudian menjelaskan bahwa saat ini dia dan keluarga besarnya yang welas hati merelakan anak-anaknya diambil oleh Papanya dan tidak ingin memperpanjang masalah karena tidak ingin membuat anak-anaknya yang masih kecil (masih SD) bingung dan stress. Biarlah kelak waktu akan membuktikan kebenaran. Saat itu juga Pao-Pao baru menjelaskan bahwa mantan suaminya juga sudah sukses merusak relasi bisnis keluarga besarnya di Malaysia dan Singapore.
 
Aku terharu mendengarnya dan akhirnya memutuskan untuk datang ke pernikahan Pao-Pao pada Jum’at, 18 Desember 2009 dan kali ini barengan dengan Nay dan Ipop. Di tempat janjian itu aku sempet menegur Nay – kenapa juga dia pakai ngadu-ngadu ke Pao-Pao, Nay memastikan bahwa dia tidak pernah meneruskan SMS ku ke Pao-Pao. Ipop dan Nay langsung kompak bilang, “Berarti Pao-Pao beneran shalat istikharah, saking khusyuknya- dia sampai diberitahu Allah kalau elo gak mau datang ke kawinan dia gara-gara masalah shalat istikharah.”
 
Ipop dan Nay memakai jeans dan blus kasual karena berasumsi ini pernikahan kedua, tapi saat kami memasuki tempat pesta yang ada di rumah Pao-Pao- bujubune resmi dan megah banget, untung seperti biasa aku pakai blus batik dan celana panjang senada. Sebagai orang muslim yang taat – antara tamu wanita dan tamu pria dipisahkan  dan tamu wanita menempati area rumah Pao-Pao dan orangtuanya. Sementara tamu pria ditempatkan di rumah adik dan kakaknya yang berpunggungan dengan rumah mereka.
 
Masuk dalam tenda besar kami diterima oleh penerima tamu yang cantik-cantik dengan surban uniknya. Pintu rumah Pao-Pao merupakan pintu gebyok dari Jawa – dia memang paling suka dengan mebelair dari Jawa Tengah itu. Ipop dan Nay sedikit grogi karena melihat perhelatan ini ternyata resmi banget. Akad nikah sudah dilakukan tadi pk.08.00 pagi, saat ini menjelang waktu makan siang. Akhirnya pasangan pengantin keluar dari tempat riasnya dan menuju pelaminan- waoaw Pao-Pao yang sederhana sehari-harinya kelihatan bahagia dan cantik seperti putri dari negeri 1001 malam.
 
 
 
Berikut aku menjelajah ke hidangan yang ada – 100% dari kambing, Gubuk-gubukan yang menarik adalah Martabak Mesir, Roti Cane+Kari Kambingnya, Kambing Guling. Nay yang hobinya memasak mengacungkan jempol karena tidak ada rasa prengus yang sering muncul di kambing guling. Ya aku juga mengakui hal ini karena bahkan di perkawinan hotel berbintangpun, kambing gulingnya kadang masih prengus.
 
 
 
 
 
 
 
 
Main coursenya  nasi kebuli (lagi-lagi nikmeh, gak ada prengus kambing.) -itu kata Nay sebab aku tidak mencicipi – sudah bosan makan nasi kebuli tiap main ke rumah/ kantor Pao-Pao. Semua hidangan, rendang, gule dan entah apalagi menggunakan kambing, bahkan ada spaghetti bukan pake meatballs sapi malah potongan daging kambing. Sebagai hidangan penetralisir ada aneka asinan- asinan timun dan nanas, dan ada asinan sayur-semua enak tenan dan lagi-lagi menurut Nay yang jago masak untuk memasak asinan senikmat ini mengandung unsur kesulitan yang tinggi. Dan Nay terus terang mengatakan bahwa dia belum bisa membuat asinan senikmeh ini.
 
Ups sebelum kami menikmati hidangan – kami menyalami pasangan pengantin yang berbahagia. Pao-Pao senang banget aku datang dan dengan tetap merangkulku dia memperkenalkan aku pada suaminya. Aku dan Pao-Pao sempat berpelukan lama sekali lagi – umhhhh, Pao-Pao maafin aku ya teman, sempat kutunjukan kekerdilan jiwaku….apapun yang terjadi kau berhak menggapai kebahagianmu. Dan terimakasih sudah begitu mau menganggap pendapatku….whatever I think.
 
Semoga ini menjadi pernikahan terakhir kalian dan menjadi rumah tangga yang saling mengasihi dan penuh kasih sayang. Amin…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *