Victoria Home

Syanti Sri Lanka

Setelah membaca tulisan Sumonggo, tentang Sinar. Saya terinspirasi untuk menuliskan “Victoria Home “ di Sri Lanka.

Victoria Home, adalah sebuah rumah tua yang sangat besar dan mempunyai halaman yang cukup luas. Rumah tersebut berada di jalan utama, kami sering melewati jalan tersebut dalam perjalanan pulang ke rumah. Saya ingat pada waktu putri kami masih kecil, hampir setiap kali kami meliwati rumah tersebut. Si Kecil akan menggeser duduknya ke arah jendela, dengan antusias dia akan melambaikan tangan pada orang-orang yang sedang duduk di halaman rumah tersebut. Pada umumnya mereka duduk di atas kursi roda dan merekapun membalas lambaian tangan si kecil sambil tersenyum.

Waktu saya tanyakan kepada kecil siapa mereka? si Kecil menjawab kalau mereka itu temannya . saya tidak tahu dari mana si Kecil mengenal orang-orang tersebut. Ternyata si Kcecil mengetahui keberadaan orang-orang tersebut dari teman-teman sekolahnya.

Setiap kali saya melewati rumah tersebut, saya berpikir mungkin rumah itu tempat penampungan tentara-tentara yang cacat karena perang atau semacam YPAC di Indonesia, yang menampung penderita cacat, tetapi di Indonesia kalau tidak salah hanya dikhususkan untuk anak-anak.

Pada suatu kesempatan saya tanyakan tentang keberadaan Victoria Home tersebut pada bapaknya. Karena kebetulan kantor tempat bapaknya bekerja tidak jauh dari Victoria Home.

Ternyata rumah tersebut adalah untuk menampung orang-orang yang penyakitnya tidak dapat disembuhkan lagi. Di mana pemerintah memberikan fasilitas untuk mereka yang hidupnya kurang beruntung. Karena mereka tidak mungkin terus menerus dirawat di rumah sakit dan mereka masih memerlukan perawatan khusus.

Pada waktu saya mendengarkan penjelasan dari bapaknya , saya jadi tercengang ! Yang melintas dalam pikiran saya pada waktu itu. Berarti rumah tersebut diperuntukan untuk mereka yang sudah tidak mempunyai harapan lagi ! ….oh betapa menyedihkan!

“Victoria Home” adalah home for incurables. Rumah tersebut didirikan oleh Sir Arthur Gordon Governor British pada tahun 1888. Dalam rangka memperingati pemerintahan yang ke dua puluh lima ratu Victoria .

Rumah tersebut diperuntukan untuk menampung mereka, yang catat sejak lahir atau disebabkan oleh penyakit atau dikarenakan kecelakaan. Sehingga mereka tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya sendiri. Dengan demikian mereka bisa mendapatkan perawatan yang memadai di Victoria Home.

Victoria Home, sekarang berada dibawah pengawasan departement kesehatan dan departemet social pemerintah Sri Lanka. Setiap tahunnya depertement kesehatan mengeluarkan dana sekitar 15.000 US$ dan dari department Social sebanyak 6.000US$. Untuk biaya pekerja di tempat tersebut dan kebutuhan penghuni rumah tersebut, seperti makanan dan obat-obatan.

Pada kenyataannya biaya tersebut hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan Victoria home selama 6 bulan. Untuk memenuhi kebutuhannya Victoria Home mendapatkan bantuan dari para sympathisan.

Mereka yang dapat diterima di rumah tersebut adalah yang berusia 18 tahun sampai 55 tahun

Victoria Home memberikan semua fasilitas untuk penghuni rumah tersebut “Free of Charges’ dan apabila ada yang meninggal mereka mendapat biaya penguburan gratis pula.

Saat ini terdapat 180 orang baik laki-laki maupun perempuan yang berada di Victoria Home, semetara masih ada 83 orang yang menunggu kesempatan untuk diterima di rumah tersebut (waiting list).

Kami pernah bersama-sama dengan anggota ASEAN Ladies mengunjungi Victoria home. Pada umumnya penghuni rumah tersebut, sering merasa kesepian dan mereka senang apabila ada yang berkunjung ke rumah tersebut.

Karena banyak keluarga penghuni Victoria Home yang berada di luar kota tentunya mereka tidak dapat setiap hari mengunjungi mereka dan yang menyedihkan ada pula yang keluarganya yang jarang berkunjung, seakan-akan telah melupakan mereka. Mungkin dengan berbagai alasan sehingga mereka mendapat kesulitan untuk menjenguk anggota keluarganya yang berada di Victoria Home.

Melihat keadaan mereka, hati saya merasa terenyuh …..tentunya mereka tidak ada yang mau menjadi penghuni rumah tersebut. Walaupun mereka mendapat perawatan yang memadai di rumah tersebut.

Terutama bagi mereka yang dilahirkan normal dan sehat, yang kemudian dikarenakan penyakit yang mereka derita atau karena kecelakaan mereka menjadi tidak mempunyai harapan untuk disembuhkan lagi.

Tetapi kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok bukan?

Penghuni di Victoria home dalam kesehariannya mereka diberi kegiatan, seperti membuat soft toys, greeting card dan juga berkebun. Mereka menjual hasil karya mereka, walaupun mereka sering mendapatkan kesulitan untuk mencari pembeli.

Kadang-kadang mereka menjual hasil kebun mereka, di pinggir jalan di depan Victoria home, mereka menjual sayuran seperti bayam, kangkung dan sebagainya. Semua hasil penjualan tersebut digunakan untuk keperluan di Victoria Home.

Pada waktu saya membaca tentang Sinar bocah yang berusia hanya enam tahun harus merawat ibunya yang lumpuh…..saya jadi merenung seandainya di Indonesia ada rumah seperti Victoria Home, mungkin Sinar masih dapat melalui masa kanak-kanaknya, seperti anak-anak yang lain.

Sri Lanka adalah sebuah negara kecil yang miskin, masih bisa memberikan fasilitas untuk rakyatnya yang kurang beruntung…mengapa Indonesia negara kita, yang jauh lebih kaya dan pembangunannya lebih maju tidak bisa???

Saya tidak tahu mungkin teman-teman di Baltyra mengetahui ada rumah semacam Victoria Home di Indonesia!

Thanks and Have a nice day…….!

 

Tambahan ilustrasi foto:

victoriahomeforincurables.org

www.tzuchi.org.sg

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.