Suara-suara yang mencurigakan

Fire – Jogjakarta

Warning:

Disarankan tidak membaca sembari makan, ngemil dan sejenisnya. Muleg, mules, mual, dan muntah, tidak ditanggung. Hentikan membaca bila timbul gejala-gejala sakit gigi, sakit jantung, atau wudunen. Kehilangan nafsu makan 3 hari 3 malam di luar tanggung jawab penulis.

Suatu malam dinihari saya terbangun karena kebelet pipis. Tatkala sedang berjalan menuju ke salah satu kamar mandi di rumah, saya terkaget karena mendengar suara yang mengejutkan. Lebih-lebih pada sunyinya malam, jadi terdengar sangat menyolok. Untunglah detik berikutnya terdengar suara "Byurr …. byurr …. ", maklumlah saya bahwa yang sebelumnya saya dengar tadi adalah perpaduan antara suara "tembakan" dengan "akustik kloset" yang sedang digunakan oleh salah seorang anggota keluarga kami.

Ingin tahu bagaimana bunyinya? Silakan lakukan eksperimen berikut ini, yaitu dengan buang angin di dalam kloset, eksperimen bisa diulang sampai memperoleh nada yang cocok, jangan lupa pertimbangkan margin error-nya, he he … Tidak selalu kalo sambil ngeden terus bunyinya bisa lebih optimal. Berdasar pengalaman saya, biasanya jenis kloset duduk bisa menghasilkan suara yang lebih nyaring ketimbang kloset jongkok, yah kira-kira empat oktaf lah dengan nada dasar C minor, wakakak ….

Mungkin ketinggian air di dalam lubang kloset ikut mempengaruhi suara yang dihasilkan, sehingga bisa "dolby stereo surround".
Ngomong-ngomong masalah ketinggian, dari "sound effect" yang timbul sebenarnya bisa diprediksi apakah pengguna kloset tersebut sedang duduk atau jongkok (emang ada yang sambil berdiri?). Jadi ketahuan kalau ada yang gemar menggunakan kloset duduk dengan cara jongkok (hayoooo sopo kuwi ….?).\

Dari bermacam dentuman variasi bunyi "plung" bisa diketahui perilaku ber-BAB yang bersangkutan. Dengan ketinggian yang cukup setelah memperoleh percepatan gravitasi (hukum Newton ya?) maka kecepatannya setelah mencapai "tempat tujuan" cukup besar. Lebih-lebih kalau kepadatannya cukup tinggi, jadi volume suara yang dihasilkan akan optimal. Interval antar-plung bisa menunjukkan kalo yang bersangkutan sedang bebelen atau tidak. Kurang tahu apakah kloset masa kini sudah didesain dengan kemampuan meminimalkan suara plung. Padahal justru bunyi plung itu yang berbanding lurus dengan "kesuksesan" kita. Rasanya lega banget bisa mendengarnya …. Yah, kita sebut saja bahasan di atas sebagai "plung-science".

Maka itu kalo kita sedang BAB selain di kloset biasanya, rasanya ada sesuatu yang hilang. Jadi kadang perlu menengok ke bawah untuk memastikan apakah benar-benar plung atau belum (jangan-jangan luput yak? hihihi). Nah, kalo biasanya suara aslinya "tenor" kemudian jadi "bass", mungkin ada proses pencernaan yang terganggu. Kalo bunyinya mejen, perlu diverifikasi lagi, mungkin masih "nyangkut" atau malah "off-side". Nggak enak kan rasanya kalau masih belum "independen" gitu …. Itulah pentingnya "finishing touch" ….

Ada lagi faktor yang menentukan, yaitu diameter kloset dengan banyaknya "muatan". Tentu pada jatuhan pertama dengan jatuhan berikutnya, nadanya berbeda. Apalagi bila sudah "overloading" dengan banyaknya tumpukan. Untuk memperoleh suara maksimal, silakan flush dulu sebelum melanjutkan "off-loading" berikutnya. Mungkin kalo klosetnya cukup modern sehingga ada sensor pengecek ketinggian dan muatan maka akan muncul pesan "Press any key to continue". Memang perilaku orang mem-flush bermacam-macam, ada yang suka "mencicil", dikit-dikit di-flush, ada juga yang "cash-on-carry". Keduanya masih lebih baik ketimbang yang sukanya "fire and forget", mungkin karena gemar memamerkan "karya seninya" pada orang lain. Ritme plung-nya juga macem-macem, ada yang seperti senapan otomatis dengan "rentetan" berturutan, ada juga yang seperti bazoka, "Jlegurr ….", lalu senyap …, nah mungkin beliau ini tipikalnya gemar "menabung" ….

Selain plung-science, jangan lupakan dengan currr-science yang berkaitan dengan BAK. Kalo orang baru kebelet pipis, biasanya interval lama dan kontinyu. Ada juga sih, yang tidak "shot on target" jadi meleset kesana kemari, mungkin berdirinya kejauhan dan tidak memperhitungkan kecepatan dan sudut elevasinya, sehingga akurasinya rendah. Sebenarnya kalo kebelet pipisnya sudah cukup lama, kadang nggak konsisten sih debitnya, karena kelamaan di-ampet jadi agak tersendat-sendat perlu waktu supaya lancar. Tapi kebiasaan orang beda-beda sih, ada yang gemarnya "hole-in-one" ada yang cuma mintip-mintip aja. Secara umum akan terjadi sinkronisasi antara plung dengan currr.

Suara ngagetin lain dari WC di tengah malam, yaitu bunyi nguing ….. dari pipa ledeng yang kosong, kalo ini beneran kadang horor juga ngagetin. Kenapa bunyinya mesti tengah malam? Ya iyalah, kalo pagi kan pake buat nyuci ama mandi ama masak jadi nggak bunyi …. Tapi suara lengkingannya itu memang kadang terdengar spooky …. seperti suara rintihan atau tangisan gitu loh .. ihh jadi berhalusinasi deh … Padahal kalo siang hari mungkin malah kedengaran seperti jualannya tukang kue putu.

Kalo yang terakhir ini ada cerita yang horor beneran dari teman saya. Ketika itu ia sedang sering menginap di lab. Konon meruak mitos kalo WC di dekat situ itu angker, dan kalo malam sering ada suara orang mandi. Suatu malam ia sendirian mendengar suara kecipak air dari WC, lalu tiba-tiba listrik padam. Kontan sambil ketakutan, ia membaca-baca doa dengan suara keras. Eh, ndilalah dari WC terdengar suara keras seperti ada ledakan. Esoknya ditengok di WC ada ember pecah. Masih misteri, siapa atau "apa" itu karena nggak ada yang ngaku. Lho masak ada demit ngaku? Kalo orang juga nggak bakal ngaku, siapa tahu beliau baru enak-enak "bertapa", tiba-tiba lampu padam serta mendengar orang berteriak baca doa, kan jadi ikut panik dan cepat-cepat kabur dari WC sampe nendang ember. Ya nggak bakal ngaku kan, mana belum sempat cebok lagi …

Saya teringat ada joke, orang yang baru keluar dari toilet lalu bertemu partner bisnisnya, dan mengajak bersalaman. Yang diajak bersalaman agak ragu-ragu gimana gitu, karena mengetahui orang tersebut baru saja keluar dari toilet, dan patut diduga sehabis "cuci gudang". Mengetahui keraguan partnernya untuk bersalaman, maka diberitahukannya sebuah informasi penting berkategori A1, "Jangan khawatir, tangan saya masih bersih, saya tadi belum cebok kok ……"

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.