Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Lahong bukan durian

Friday, 8 January 2010

Viewed 2685 times, 2 times today | 143 Comments |

Handoko Widagdo


Note Redaksi: seperti yang sudah-sudah, setiap akhir pekan (Sabtu atau Minggu) akan ditampilkan ulang artikel-artikel lama di Baltyra. Hari ini dari pak Hand tentang buah-buahan langka dari Kalimantan.


Berau, Januari 2010

Dulu aku pernah bercerita tentang Ley (http://baltyra.com/2009/08/14/ley-bukan-durian/). Kini aku bawakan oleh-oleh yang lain dari Kalimantan. Namanya Lahong. Seperti Ley, Lahong bukanlah durian. Memang mirip sekali dengan durian. Buah Lahong juga berduri. Warnanya ungu kemerahan. Durinya lebih rapat, lebih panjang, dan lebih tajam.

Berbeda dari Ley dan Durian, Lahong tak bisa dibuka kulitnya. Jadi untuk menikmati lahong, buah harus dibelah dengan parang secara melintang. Jari telunjuk menjadi alat pencongkel untuk mengeluarkan daging buah yang membungkus biji dari rumahnya. Mencongkel daging buang dengan ujung jari telunjuk adalah kenikmatan tambahan dalam menikmati lahong.

Bijinya seukuran durian, berwarna coklat gelap. Rata-rata satu rumah berisi 5-6 biji.

Dibanding durian dan ley, daging buah lahong lebih tipis. Namun dari segi rasa, tak ada durian yang bisa menandinginya. Aromanya lebih dalam, rasanya lebih nendang. Jadi, bagi mereka yang bukan maniak durian, satu pongge (biji; bukan buah) sudah akan membuat badan memanas, kepala melayang.

Harganya? Tak mahal-mahal amat. Pada saat musim besar seperti sekarang ini, satu buah lahong bisa kita nikmati hanya dengan Rp 8.000 saja.

Share This Post

Posted by Friday, 8 January 2010 on 00:02.

Categories: Agriculture. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

143 Responses to “Lahong bukan durian”

Pages: [15] 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 … 1 »

  1. 143
    Handoko Widagdo Says:

    Kangmas Djoko, kalau masih suka durian, lahon adalah salah satu yang perlu dicoba

  2. 142
    Djoko Paisan Says:

    Hallo mas Handoko….
    Dj. sampai kaget…baru nongol sudah ada 141 komentar dan rasa-rasa pernah baca….
    Hahahahahahahaha…..!!!
    Salam manis untuk keluarga di Solo ya…..

  3. 141
    Handoko Widagdo Says:

    Halo Mr Git, senang mendapat komen dari Anda. Nanti kalau ada waktu saya akan mampir ke alamat Anda di Jogja. Moga-moga bisa titip biji lahong untuk ditangkarkan kalau saya bawa pulang bijinya dari Kaltim. Atau usdah punya?

Pages: [15] 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)