Lahong bukan durian

Handoko Widagdo


Note Redaksi: seperti yang sudah-sudah, setiap akhir pekan (Sabtu atau Minggu) akan ditampilkan ulang artikel-artikel lama di Baltyra. Hari ini dari pak Hand tentang buah-buahan langka dari Kalimantan.


Berau, Januari 2010

Dulu aku pernah bercerita tentang Ley (http://baltyra.com/2009/08/14/ley-bukan-durian/). Kini aku bawakan oleh-oleh yang lain dari Kalimantan. Namanya Lahong. Seperti Ley, Lahong bukanlah durian. Memang mirip sekali dengan durian. Buah Lahong juga berduri. Warnanya ungu kemerahan. Durinya lebih rapat, lebih panjang, dan lebih tajam.

Berbeda dari Ley dan Durian, Lahong tak bisa dibuka kulitnya. Jadi untuk menikmati lahong, buah harus dibelah dengan parang secara melintang. Jari telunjuk menjadi alat pencongkel untuk mengeluarkan daging buah yang membungkus biji dari rumahnya. Mencongkel daging buang dengan ujung jari telunjuk adalah kenikmatan tambahan dalam menikmati lahong.

Bijinya seukuran durian, berwarna coklat gelap. Rata-rata satu rumah berisi 5-6 biji.

Dibanding durian dan ley, daging buah lahong lebih tipis. Namun dari segi rasa, tak ada durian yang bisa menandinginya. Aromanya lebih dalam, rasanya lebih nendang. Jadi, bagi mereka yang bukan maniak durian, satu pongge (biji; bukan buah) sudah akan membuat badan memanas, kepala melayang.

Harganya? Tak mahal-mahal amat. Pada saat musim besar seperti sekarang ini, satu buah lahong bisa kita nikmati hanya dengan Rp 8.000 saja.

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

11 Comments to "Lahong bukan durian"

  1. Handoko Widagdo  5 January, 2013 at 11:10

    Yunus Ruben, memang lahong adalah jenis durian yang paling enak yang pernah saya coba. Ini khas hutan kelay.

  2. Yunus Roben  5 January, 2013 at 11:08

    Pak Han, saya bukan penikmat durian dan Ley tapi kalau Lahong saya ‘pemburu’nya di hutan, dan bayank org bilang kalau buah lahong adalah salah satu buah khas hutan Kelay.

  3. Handoko Widagdo  4 September, 2012 at 15:10

    Panca Jarot, maaf saat ini saya sudah tidak di Kalimantan. Tapi coba nanti saya tanya kepada teman-teman yang bisa membantu. Tolong alamat Panca Jarot bisa diemail ke: [email protected].

  4. Panca Jarot  4 September, 2012 at 15:05

    Pak, saya sedang meneliti durian dan sekarang berusaha mengoleksi durian dari kalimantan termasuk lahong, kerantungan, dll. Kalau boleh saya dikirim bibit atau bijinya dong…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.