Seniman Kecil dari Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman
 
Hallo anda semua pencinta Baltyra….

Selamat Malam dari Mainz…
 
Terinpirasi dari membaca tulisan KarJo (Kabar dari Jogja) maka Dj. (sebagai seniman kecil) juga ingin memamerkan sedikit hasil seniyang telah Dj. kerjakan dan tekuni  selama di Mainz…
 
Nah ya….jujur, belajar sih tidak pernah, tapi Dj. mulai saat baru datang di Mainz dan merasa kesepian, jadi semua kertas Dj. coret-coret…Sampai satu saat ada teman baik, orang Hongkong yang lahir di Indonesia dan menyarankan Dj. agar bikin lebih jelas di kertas yang lebih besar.
 
Waaaaw…hasilnya cukup lumayan, sampai Dj. sendiri heran, kalau coretan tersebut Dj. yang bikin….
 
Nah saat Dj. kenal Susi (yang sekarang telah menjadi istri Dj.), maka Dj. memberanikan diri untuk menggambar wajahnya…Jujur, maksudnya sih untuk mengambil hatinya, supaya mau sama Dj…. hahahaha….E…rupanya berhasil juga, karena dia merasa Dj. perhatikan dan menjadi model yang pertama…
 
Tampang seniman atau preman sih dari dulu (1975) sudah ada….hahahahaha….!!!
 
Lukisan kedua, Dj. beranikan membuatnya dengan kapur berwarna….

Nah disini ada ceritanya tersendiri….
 
Satu saat…Dj. melihat orang melukis di lantai di City Walk di Mainz dan Dj, perhatikan dan berpikir….Apa sulitnya…??? Yang begini Dj. juga bisa…
 
Nah saat Dj. bertanya sama orang tersebut, apa Dj. boleh pinjam kapurnya dan mau bikin juga…
Ternyata itu orang sangat baik, sambil senyum dia kasi Dj. satu kardus kecil berisi kapur berwarna dan Dj. juga dikasi satu gambar kecilsebagai contoh…. Dia hanya bilang, agak jauhan…hahahahaha….!!!!
 
Akhirnya Dj. coba ikutan cara dia, merangkak di bawah, kerja–kerja  dan kerja, sampai tidak ingat waktu….saat Dj. ndangak (melihat sedikit ke atas, ternyata banyak kaki-kaki di sekeliling gambar Dj….
 
Akhirnya orang itu marah sama Dj. dan Dj. dianggap sebagai pengacau, karena Dj. jujur ngaku belum pernah bikin…Dia bilang, dia kuliah seni lukis di Wina selama 7 tahun…
Nah ya, achirnya Dj. pergi dan mengasikan uang yang diberikan oleh setiap penonton, ke pelukis aslinya….Sayang saat itu Dj. tidak bawa kamera, jadi tidak ada buktinya…
 
Nah ya…setelah menikah dengan Susi..
 
Maka Dj. juga memberanikan melukis mertua, walau sedikit ngeri juga, maksudnya kalau gagal kan malu…..Puji  TUHAN… Berhasil dengan baik dan malah mendapat pujian….
Dan dipamerkan ke saudara-saudaranya yang lainnya dan jelas mereka juga minta dilukis saat lukisan belum selesai…
 
Lukisan pesanan
 
 
 
 
Oya…di bawah ini lukisan dengan kapur berwarna di atas kertas….
 
 
Saat Dj. ikutan Club Bowling, di sana lukisan Dj. juga menyebar luas, sehinga pernah kewalahan terima pesanan….Yang aneh, kalau Dj. melukis pesanan tentara Amerika yang saat itu banyak di Jerman, mereka tidak bayar dengan uang, tapi kami dikasi celana Blue Jeans.
 
Atau minuman keras seperti  Jim Beam (Whisky), nah ya saat itu masih muda, masih suka minum Whisky…hahahaha…Wong Ndeso ngombe wiski…!!! Yo mabuk….!!!
 
Nah ya, itu cerita yang lain lagi, tapi mengenai lukisan Dj. achirnya menyebar ke mana-mana.
Tapi juga jelas, dengan lukisan Dj. tersebut Dj. tidak jadi kaya..karena banyak juga lukisan yang hanya dihadiahkan, apalagi kalau sama teman, mana tega minta uang…hahahahaha….!!!!
 
Lama-lama Susi minta agar Dj. kasi harga tapi sulit juga, karena ini sekedar Hobby, bukan kerjaan tetap.Sedang tiap hari, Dj. tetap kerja sebagai Techniker kimia, yang mana penghasilan sudah pasti….
 
Dan ini sebagian lukisan Dj. yang pernah Dj. kerjakan…Jelas tidak semua Dj. pajang di sini, kasihan Josh Chen dan Moderator Baltyra yang lainnya….

Okay….waktu berjalan dengan cepatnya…

Di tahun 2000, Dj. melihat di pasar natal di Mainz, di mana ada yang jualan batang pohon (kayu) yang dipotong miring dan ditulis namayang mau beli… Dj. sempat dengar, kalau di penjual minta € 14, – Haaach….???!!! Dj. jadi tercengang dan bilang sama Susi, apa sulitnya itu kerjaan, kok mahal amat…???
 
Jawaban Susi, malah bikin Dj. kaget lagi…. Kalau kamu bisa, mengapa tidak kamu bikin juga…???
Akhirnya Dj. dibelikan alatnya (semacam solder) dan Dj. usahakan untuk membuatnya….
Memang sih alatnya tidak murah, tapi sangat meyakinkan.
 
Dj.juga sudah siapkan buat yang mau beli, tinggal pilih lukisan yang mereka sukai dan Dj. hanya membubuhi nama mereka…
 
Dan di bawah ini juga contoh kalau Susi ikutan malam Indonesia dan jualan Nasi Goreng… hahahaha…
 
Nah dari gambar bakar tesebut, maka Dj. mulai mengombinasikan dengan wajah (potret)….
Memang memerlukan kesabaran lebih, daripada kalau melukis dengan arang di atas kertas…
 
Oya…melukis sengan solder di atas kayu triplex yang bersih, tidak mungkin bisa diperbaiki kalau salah, jadi harus disketz lebih dahulu…
 
Contoh-contoh di bawah ini, hanya sebagiab dari yang pernah Dj. lukis….kembali… Dj. tidak mungkin memamerkan semua disini, maaf ya…
 
Lukisan Jesus, pesanan kakak Dj. dan sekarang ada di Surabaya…
 
Gereja Katholik (DOM) yang tertua di Mainz, 1000 tahun umurnya.
 
Sayang fotonya agak kabur… aslinya jauh lebih bagus / jelas…
 
Indianer di atas kuda…bisa dilihat secara detail…
 
 
 
Kesukaan Josh Chen…

 
Kesukaan bung Gandalf….
 
Dj. juga melukis binatang kesayangan…..seperti….
 
 
 
Dan…. seperti setiap tahun, sebelum hari Natal, banyak pesanan untuk hadiah Natal….
Ada yang ingin dilukis dengan solder di atas kayu triplex… (lukisan belum 100% jadi)

 
Dan di bawah ini Dj. pamerkan dua lukisan Dj. yang 1 Dj. anggap kurang berhasil, tapi yang memesan sangat puas…apa boleh buat, terpaksa Dj. serahkan juga…
 
Dan lukisan dua anak ini Dj. sendiri merasa sangat puas… (lukisan terakhir untuk tahun 2009)
Karena Dj. memang senang melukis wajah anak-anak yang sangat lucu….
 
Okay…. Dj. rasa banyak sudah yang Dj. pamerkan, mudah-mudahan tidak membosankan ya….
Silahkan komplain kalau membosankan, nanti Dj. kirim cerita hobby Dj. yang lainnya… hahahahaha…
 
Terimakasih dimas Josh Chen dan siapa saja yang jadi moderator, yang mana Dj. belum tau…. Terimakasih juga buat anda semua yang telah membaca dan melihat lukisan seniman kecil dari Mainz… (yang sok jadi seniman..)
 
Maafkan Dj. bila ada kata-kata di atas yang tidak berkenan di hati anda semua.Mudah-mudahan layak untuk ditayangkan….
 
Semoga kebaikan anda semua, medapat balasan dari TUHAN Yang Maha Pengasih…!!!!!
 
Dan semoga Kasih  dan  Berkat TUHAN  menaungi kita senantiasa…!!!!
 
Salam manis dari Mainz di pinggiran bengawan Rhein….
 
Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

105 Comments to "Seniman Kecil dari Mainz"

  1. Dj. 813  14 October, 2013 at 19:11

    Hahahahahahahah….
    Lukisan 2 anak kecil itu pesanan orang,jadi sudah diambil sama orang tuanya.
    Mmaksa boleh, tapi belum tentu dapat….
    Hahahahahahahahaha….!!!

  2. djasMerahputih  14 October, 2013 at 16:04

    Ha ha ha.. kalo boleh ngasih saran nih, mba Dewi koleksinya yg lukisan 2 anak kacil aja.. supaya mudah dapet jodoh..
    Kalo koleksi gbr macan malaikat pemanah cintanya ntar ngga mau mendekat.. he he he

    Jadi, kesimpulannya lukisan 2 macan bisa buat djas aja… (maksa..!!)

    Salam hangat

  3. Dj. 813  14 October, 2013 at 13:44

    djasMerahputih…
    Selamat pagi dari Mainz…
    Hahahahahahahahaha…..!!!
    Memang sangat benar, setiap saat Dj. bisa tambahi 2 helai atau lelbih, sesuka Dj.
    Hahahahahahahahahaha….!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  4. djasMerahputih  14 October, 2013 at 02:57

    101: Waah.. baru numbuh lagi 2 helainya berarti.. he he he…

  5. Dj.813  12 October, 2013 at 00:55

    O…ya…
    Itu bulu macannya anda salh itung, kursng 2 helai…
    Hahahahahahahahahaha…..

  6. Dj.813  12 October, 2013 at 00:54

    DjasMerahputih…
    Sama Dewi, tidak mungkin dia lepas.
    Padahal ssat itu ditawar orang € 3500,-
    Tapi karena Dewi, apa artinya uang, kalau dibanding anak kan…
    Kalau naksir Dewi, automatis dapat lukisannya juga.
    Hahahahahahahahahahaha….!

  7. djasMerahputih  11 October, 2013 at 22:43

    Saya udah coba ngitung bulu macannya…, semuanya ada 17081945 helai….
    Kalo ngga percaya coba om DJ hitung lagi deh….!!

  8. djasMerahputih  11 October, 2013 at 22:39

    97: ha ha ha….

    jarak 5 km sih gajah ama semut ngga ada bedanya…

    Ngomong-ngomong lukisan dua macannya masih dikoleksi ama mba Dewi nggak…??
    (lagaknya mau nawar dengan harga tinggi, padahal dananya aja masih di awang-awang… )

  9. Dj. 813  11 October, 2013 at 21:40

    djasMerahputih….

    Eeehem…….. Jadi nggak enak,karena lukisan, Dj. sudah terlalu banyak pujian.
    Tapi.. yaitu lah nasib… Hahahahahahahahaha….!!!
    Dj. juga tidak pernah belajar, aal coba-coba saja dan jadi.
    Tahun 1975 awal, saat sampai di Jerman, sedikit kesepian dan molai coba-coba.
    Ada teman dari Hongkong yang memberi semangat agar terus dilatih.
    Eeeeee….. taunya lama-lama malah ada yang pesan dan semakin banyak.
    Bahkan di Baltyra sudah ada beberapa yang Dj. lukis.

    Dulu Dj. juga hanya bisa gambar gajah, lengkapo dengan belalainya.
    tapi gajahnya Dj.lihat dari jarak 5 Km. Hahahahahahahaha….!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz,

  10. Dj. 813  11 October, 2013 at 21:34

    Hallo Afiffani…
    Terimakasih sudah mampir di oret-oretan Dj. yang lama….
    Dari beberap lukisan yang Dj. tayangkan, banyak juga selera…
    Ariffani suka DOM, ada yang suka melihat mata Yesus yang begitu hidup, ada yang suka Indianer yang diatas kuda,
    ada yang suka lokomotiv, karena Dj. lukis secara mendetail.
    Tapi Dj. juga kaget, saat lukisan dua macan mau dibeli orang dengan harga yang cukup tinggi, tapi anak Dj. si Dewi, bilang jangan, itu lukisian untuk dirumahku. Hahahahahahahaha…!!!
    Nah ya, memang banyak selera, kecuali kalau ada yang pesan dan sampai terakhir Dj. melukis, semua puas.
    Karena lukisan tersebut Dj. lukis dengan solder, diatas kayau triplex.Jadi memang lukisan yang langka.

    Okay, semua orang bisa melukis, kalau mau.
    Dj. juga tidak pernah belajar, asal coba-coba dan tahunya jadi…
    Hahahahahahahaha….
    Salam manis dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *