Quan Ju De di antara bebek panggang Beijing

Sophie Mou

Pepatah China mengatakan, kunjungan anda ke Beijing belum lengkap jika tidak melihat Tembok Besar China dan makan bebek panggang. Bebek panggang adalah salah satu pilihan yang terbaik untuk anda yang ingin lebih mengerti tentang masakan Cina, budaya dan adat istiadat.

Salah satu Resto yang terkenal dengan bebek panggangnya adalah Quan Ju De, saat ini Quan Ju De Bejing Roast Duck identik dengan bebek panggang bagi banyak orang Cina maupun pengunjung asing. Banyak tamu2 negara dan pemimpin negara asing yang telah dijamu dengan bebek panggang Quan Ju De, sebut saja Presiden America sejak jaman Pemerintahan Nixon, sampai Clinton selalu mencicipi bebek Peking, kecuali Obama . Yang paling menyukai bebek Peking adalah George Bush Sr, dan ada kurang lebih 200 pemimpin negara yang juga dijamu dengan hidangan bebek Peking Quan Ju De.

Asal usul bebek panggang Beijing, seperti tradisi kalkun panggang di Amerika, berasal dari angsa panggang yang populer di Eropa. Pengembara dari Barat seperti Marco Polo yang membawa kebiasaan Eropa ke Cina memperkenalkan konsep pemanggangan unggas kepada tuan rumah Cina pada Dinasti Yuan (1271-1368).

Dalam buku The Complete Recipes for Dishes and Beverages pada tahun 1330 telah dicantumkan oleh salah satu Koki Istana bahwa Peking duck adalah salah satu menu kaisar. Pada jaman dahulu, bebek panggang hanya disajikan untuk Kaisar, pada akhirnya resep bebek panggang dicuri oleh beberapa kasim dan dibawa keluar Istana, sejak itulah bebek panggang menjadi terkenal di kalangan rakyat biasa.

Restorant bebek pertama dalam sejarah adalah Restorant Bianyifang didaerah Chongwen District, dan saat ini adalah restoran yang tertua, didirikan pada tahun 1522. Sedangkan Quan Ju De didirikan pada zaman Dinasti Qing pada tahun 1864, yang berlokasi di 14 Qianmen Xidajie. Entah kenapa bebek panggang Quan Ju De lebih terkenal akhirnya daripada Bianyifang. Bebek panggang yang dijual Quan Ju De mencapai 4 juta ekor / tahun. Tamu yang berkunjung lebih dari 5 juta orang / tahun. Pada bulan January 1999, Quan Ju De dianugerahi gelar kehormatan " China Reowned Trademark ". Sejarah perjalanan kuliner  Quan Ju De dapat dilihat di http://www.quanjude.com.cn.

Pada tahun 2007, tgl 2 November Quan Ju De masuk ke dalam bursa efek China, menjadi perusahaan Go Public pertama yang pendapatannya dari penjualan bebek panggang.

Ada beberapa tahapan menarik yang harus dikerjakan untuk menghasilkan bebek panggang yang renyah dan lembut.  Pertama akan dipompakan udara ke dalam tubuh sang bebek, untuk memisahkan kulit dengan daging dan lemaknya. Kemudian bebek diolesi saus lalu bebek digantung di udara terbuka sampai kering sendiri. Selanjutnya,  bebek yang sudah kering dipanggang dalam oven yang menggunakan kayu bakar, dan dibakar dalam suhu 270 derajat selama 30 sampai 40 menit, dan harus dibolak balik sehingga pembakaran merata, sampai terlihat menjadi crispy kulitnya. Bebek yang dipilih adalah bebek yang diternakkan khusus, bebek Peking putih.

Ciri khas dari bebek panggang ini adalah kulit yang garing kriuk kriuk dan daging yang tetap lembut tekturnya, warna kulit akan menjadi merah bersinar .

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika menikmati bebek panggang Beijing Musim terbaik untuk makan bebek panggang adalah adalah musim semi, musim gugur dan musim dingin. Bebek panggang yang panas akan dibawa ke meja makan oleh koki di mana ia akan mengiris lebih dari 100 tipis serpih serpih kulit daging, masing-masing mempunyai kerenyahan yang tidak terkatakan. Ada yang mengatakan hanya di Quan Ju De inilah, anda dapat menyaksikan Chef mengiris bebek panggang dalam keadaan utuh.

Cara untuk menikmati daging bebek adalah sebagai berikut: pertama mengambil seiris kecil serpih kulit dan daging, kemudian ambil selembar pancake tipis yang disediakan dan oleskan dengan saus plum, tambahkan seiris kecil daun bawang dan kemudian menambahkan beberapa potong bebek. Lalu digulung dan anda akan menemukan sesuatu sensasi lezat yang tidak terlupakan.

 

Ref :
QuanJude
Holidayfu
Picture by Tammy, Sherly

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.