GC- an Island
Dear pembaca Baltyra,
Setelah dari Bondowoso saya lanjut ke Kediri. Walaupun lahir di Kediri tapi saya belum pernah mengunjungi Gunung Kelud, sementara cerita dari keluarga dan kerabat tentang keunikan Gunung Kelud semakin membuat saya penasaran setengah mati. Letak Gunung Kelud berada di perbatasan Kabupaten Kediri dan kabupaten Blitar, jarak dari Kediri kota menuju ke Gunung Kelud kurang lebih 30 KM.
Gunung Kelud merupakan Gunung Berapi yang masih aktif hingga saat ini. Paling tidak yang membuat Gunung Kelud menarik dan unik dari sudut pandang saya adalah letaknya yang tidak jauh dari pusat Kediri, gunungnya tidak terlalu tinggi tapi masih aktif hingga sekarang, terakhir meletus pada tahun 1990 yang lalu dan yang pasti fenomena terbaru yaitu munculnya anak Gunung kelud (Kubah lava) dan ditemukannya Mysterious Road.
Hari itu kami berangkat sekitar pukul 10 pagi dari rumah, tiba sekitar pukul 11, kami disambut hujan rintik-rintik. Saya sempat bimbang untuk naik ke puncak kelud yang berjarak 8 KM lagi karena tebalnya kabut, namun petugas meyakinkan kalau masih aman. Karena bukan hari Libur maka suasana di kawasan wisata Gunung Kelud lumayan sepi, hanya ada beberapa pengunjung.

Menurut petugas loket, kalau hari Sabtu – Minggu atau hari Libur Nasional pengunjung sangat ramai. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, disediakan shuttle bus maupun ojek untuk ke puncak, namun hari itu dua transportasi tersebut tidak tersedia.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli tiket masuk dan berangkat menuju puncak Kelud. Sepanjang perjalanan menuju ke puncak, kanan kiri jalan banyak ditanami nanas, saya sempetin buat turun karena baru kali ini bisa melihat secara dekat nanas yang masih menyatu dengan mahkotanya.


Saya sudah tidak sabar melewati dan membuktikan Mysterious Road, yang menurut cerita bila kita berkendara dan kendaraan dalam posisi diam, mesin tetap hidup, netral, maka kendaraan akan jalan sendiri. Kalau kita menuju ke arah puncak Kelud dan jika berhenti di mysterious road maka mobil akan mundur dengan sendirinya dan apabila dari puncak kelud maka mobil akan bergerak ke depan.
Untuk menandakan fenomena tersebut, sudah dipasang banner jadi pengunjung yang ingin membuktikan kebenarannya tidak terlewatkan . Maka ketika akan ke arah puncak kelud dan kembalinya kami berhenti dan mencoba sendiri, ternyata benar adanya. Menurut kabar hal tersebut terjadi karena adanya medan magnet, lain orang bilang karena adanya gravitasi, entah yang mana yang benar. Di berita juga disebutkan selain berada di gunung Kelud, jalan misteri ini juga terdapat di Jeju Island, Korea dan Arab Saudi.

Lanjut kami menuju puncak yang samar-samar mulai terlihat walaupun kabut juga belum menghilang.


Jalan menuju puncak Kelud sudah bagus, karena pemerintah Kediri memang sudah menjadikan gunung kelud sebagai salah satu tujuan wisata. Kurang lebih 15 menit perjalanan kami sampai di puncak Kelud.

Bergegas saya turun dan menikmati keunikan Gunung Kelud. Ada Gunung terbentuk dari patahan sehingga bentuknya tidak seperti gunung pada umumnya namun seperti diiris-iris.





Pelataran parkir cukup luas, di atas juga terdapat Ruang Pertemuan, Flying Fox dan Spa. Namun untuk menuju Spa Air Belerang menurut orang tua saya yang sudah pernah melihat langsung, harus menyiapkan stamina yang prima karena cukup jauh turunnya.


Untuk menuju kubah lava atau yang dulunya adalah sebuah kawah, kita harus melewati terowongan sepanjang kurang lebih 100 meter. Sangat gelap jadi saya sarankan jangan lupa membawa senter. Menurut Ayah saya, terowongan ini dibuat untuk pembuangan lahar supaya jika terjadi letusan kerusakan yang diakibatkan tidak terlalu besar.


Semakin kagum saya dengan apa yang saya lihat, dulunya kawah ini sangat luas dan indah, walaupun sudah ada larangan tidak boleh mandi di area kawah, namun banyak pengunjung yang nekat berenang di situ. Sayang ketika masih berupa kawah dengan air berwarna hijaunya, saya belum sempat berkunjung. Namun fenomena baru ini tidak kalah membuat saya berdecak kagum.
Jika sebelumnya gunung Kelud memiliki karakter eksplosif pada letusannya, pada aktifitas akhir tahun 2007 lalu yang muncul adalah letusan epusif. Erupsi Eksplosif adalah letusan gunung api yang menyemburkan material vulkanik ke udara, baik itu berupa lava pijar, batu kerikil, sampai pasir dan debu vulkanik. Sedangkan Erupsi Efusif adalah letusan gunung api yang terjadi secara perlahan dalam mengeluarkan meterial vulkanik dari perut bumi. Jenis erupsi yang kedua inilah yang terjadi pada gunung Kelud, dilakukan secara perlahan sehingga erupsi epusif ini membentuk kubah lava. (www.kediri.go.id)

Sebelum ada peningkatan aktivitas akhir tahun 2007 yang lalu, kawah ini berisi air, tapi sekarang air sudah hilang digantikan oleh gundukan tanah yang masih berasap walaupun hanya beberapa titik yang masih mengepul. Iya, inilah kubah lava atau disebut juga sebagai anak Gunung Kelud. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi.



Pasca aktivitas bulan November 2007 itu menyisakan fenomena yang semakin membuat Gunung Kelud, menarik untuk dikunjungi. Anda bayangkan ditengah kawah dengan air hijaunya muncul bongkahan batu raksasa yang terbentuk dari lelehan lava pijar, unik sekali.

Sayang tanggal 27 Desember saya harus kembali merantau, kembali saya melewatkan ritual menarik di gunung Kelud yaitu Ritual Sesaji Anak Gunung Kelud, konon ceritanya sangat meriah dan kemacetan bisa mencapai 8KM menuju puncaknya. Semoga ada kesempatan di tahun 2010.
Selamat Tahun Baru buat semuanya,
Salam,
GC









January 13th, 2010 at 11:53
>>tanXA, yak..klo ada kesempatan ke Jawa timur, mampir deh ke gunung kelud dan nyoba gimana mobil bisa mrucut dhewe




gunungnya unik, modelnya kyk diiris-iris gitu, aku juga suka Tan
>>mas PamPam, gunung Kelud 30 menit dr kediri, deket sekali..nyampe puncaknya juga ga perlu bersusah payah, karena udah aspal semua.
>>mb.Saras, iya mb, sama2…
January 13th, 2010 at 11:50
GC : >>MbkyuLani, gambar 1 yang ada pake topi merah itu ya salah satu wisatawan aja, mbak..di Kelud ga ada suku2 yg spesifik.
untuk sampai puncak ga perlu hiking, udah dibuat jalan aspal..dan untuk turun ke kubah lava (yg dulunya adl kawah)sudah disedikan anak tangga.
nanas seperti emang buat dijual, mbak..karena sepanjang jalan banyak tanem nanas..yowis, ndang gawe setuo nanas kono, engko ndang dibalang nang Batam yo.kqkqkqkq!
———-
setup kok dikongkon mbalang ke Batam, la rak yo wutah…muncrat tekan endi2 to yo….we jhiaaaaaaaan aneh2 wae kowe iki to nduk….
tp mmg ngangeni to setup nanas, kolang-kaling, dgn baru harum cengkeh+batang kayu manis…..hikkkkkkkkks….kudu rekoso gawe dewe….
oya, ttg ada 2 cara gunung jeblug, ketok-e gunung2 di hawaii yg msh aktif itu cara yg kedua, soale lahar/lava meleleh ngono, spt kubah api…..sampai detik ini msh mutah2 trs lo…..
January 13th, 2010 at 11:49
>>pak BagJul, jadi dari pintu gerbang di bawah, kita bisa menuju ke puncak kelud dengan mobil pribadi maupun ojek / shutter bus, kurang lebih 8KM. sampai di puncak, kita bisa melihat kubah lava (anak gunung kelud) yang dulunya adalah kawah, melalui terowongan dan tangga turun yang ga sampai 10 menit. jadi untuk melihat semuanya itu ga terlalu menguras tenaga pak
siapa pun bisa ke puncak dan turun ke kubah lavanya. kalau mau turun ke Spa, yang butuh stamina JOSS pak BagJul, karena menurut ayah saya turunnya jauuuuhhh 
>>pak Han, bener pak..menurut info juga ada di beberapa negara tapi ga banyak, ya memang unik bener deh..buat sy pribadi pengalaman yg ta terlupakan.hehehehe!
>>Elnino, mbakyu, ho’oh..lha ga usah susah2 je buat sampe puncak. sayangnya aku ga dapet gambar yg masih dalam bentuk kawah, tapi klo mo cari di gugle kyke ada deh mbak..
yak tul, kubah lava itu dulunya kawah ijoo..kubah lava udah aman buat dideketin, karena udah ga ada pijar api, paling cuman ngebul sithik2
>>BUTO, aku ora mudheng cerito ciat ciat iku
iya bener pak Han bilang, whuaalaaaahualam…kapan2 coba’en dhewe lek nang jawa timur.
January 13th, 2010 at 11:39
Thio Sam Hong berarti nenek moyang e Zhang Hui Ni yo Shrek, tah malah turunane Zhang Wu Ji wkakakkaka
January 13th, 2010 at 11:30
>>pak Sumonggo, iya pak..infrastrukturnya udah bagus, jadi ga perlu hiking untuk mencapai puncak, sayang pas ritual sesaji untuk anak gunung kelud sy ga bisa lihat langsung, maturnuwun pak.
January 13th, 2010 at 11:28
>>MbkyuLani, gambar 1 yang ada pake topi merah itu ya salah satu wisatawan aja, mbak..di Kelud ga ada suku2 yg spesifik.
untuk sampai puncak ga perlu hiking, udah dibuat jalan aspal..dan untuk turun ke kubah lava (yg dulunya adl kawah)sudah disedikan anak tangga.
nanas seperti emang buat dijual, mbak..karena sepanjang jalan banyak tanem nanas..yowis, ndang gawe setuo nanas kono, engko ndang dibalang nang Batam yo.kqkqkqkq!
>>Chiko, mb. Chiko, aku malah ga tau ada mainan gambaran komik yg dijual ma abang gulali..hehehe..thanks sudah mampir.
>>Tante Imeei, iya..memang menarik untuk dikunjungi, sayang saat kesana sedang gerimis dan kabut, jadi foto kurang jelas.
>>pak Dj., hihihi..kubah lava gunung kelud itu di gambar 5 paling bawah jadi dulu sbelum 2007, kubah lava itu adalah kawah hijau. makasih pak…salam hangat dr Batam
January 13th, 2010 at 10:31
GC: Pemandangan gunungnya juga apik banget
January 13th, 2010 at 10:14
Laporannya lengkap banget GC, thanks ya buat sharing foto2nya
January 13th, 2010 at 08:49
gunung kelud tuh dimananya kediri yaa? deket gituh sama kediri? photonya bagus2 nih, keren dan… hijau… *ati2 buto jadi liar kalo liat yang ijo2*
January 13th, 2010 at 08:47
GC: Misterius Roadnya layak buat dicoba