<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Nginang</title>
	<atom:link href="http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/</link>
	<description>gloBAL communiTY nusantaRA</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:04:15 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Dian Nugraheni</title>
		<link>http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/comment-page-9/#comment-167386</link>
		<dc:creator>Dian Nugraheni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 16:24:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=14219#comment-167386</guid>
		<description>Kok aku pernah nginang, sudah nahan2 pahit gitu, terakhirnya bibirku nyonyor alias njedir, perih juga sih...apanya ya nyang bikin nyonyor..? he2..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kok aku pernah nginang, sudah nahan2 pahit gitu, terakhirnya bibirku nyonyor alias njedir, perih juga sih&#8230;apanya ya nyang bikin nyonyor..? he2..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Okke-Jacinta Putrasahan</title>
		<link>http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/comment-page-9/#comment-106097</link>
		<dc:creator>Okke-Jacinta Putrasahan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 16:26:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=14219#comment-106097</guid>
		<description>Pak John Chen,
                             Thousands THANKS untuk tulisan Anda yg buat saya betul sangat menarik da saya baca dng penuh perhatian.... sebab saya meninggalkan kota kelahiran dan membesar SOLO, tahun 1962 setelah tamat SMA, ke-Berlin Barat, studied dan kerja, tahun 1970 bersama suami ke-Singapura, bekerja sampai pensiun sekarang dan masih memegang passport Indonesia. Kami berdua Peranakan - Hokkian dan senang sekali bahwa  Anda bersama Babah2 Jakarta sedang berusaha mendirikan Peranakan Association Indonesia.
Kami sangat menantikan terbentuk-nya Association tsb. and wishing you the best.

Regarding &quot;makan sirih/ menginang&quot; yg Anda tulis..... it&#039;s very interesting to me and it reminded me of my youth in Solo. Thank You again and I&#039;ll follow all your articles.

With Best Regards dan Salam Perkenalan from Oma Okke.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak John Chen,<br />
                             Thousands THANKS untuk tulisan Anda yg buat saya betul sangat menarik da saya baca dng penuh perhatian&#8230;. sebab saya meninggalkan kota kelahiran dan membesar SOLO, tahun 1962 setelah tamat SMA, ke-Berlin Barat, studied dan kerja, tahun 1970 bersama suami ke-Singapura, bekerja sampai pensiun sekarang dan masih memegang passport Indonesia. Kami berdua Peranakan &#8211; Hokkian dan senang sekali bahwa  Anda bersama Babah2 Jakarta sedang berusaha mendirikan Peranakan Association Indonesia.<br />
Kami sangat menantikan terbentuk-nya Association tsb. and wishing you the best.</p>
<p>Regarding &#8220;makan sirih/ menginang&#8221; yg Anda tulis&#8230;.. it&#8217;s very interesting to me and it reminded me of my youth in Solo. Thank You again and I&#8217;ll follow all your articles.</p>
<p>With Best Regards dan Salam Perkenalan from Oma Okke.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J C</title>
		<link>http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/comment-page-9/#comment-96385</link>
		<dc:creator>J C</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 10:02:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=14219#comment-96385</guid>
		<description>&lt;b&gt;Pak Manuh:&lt;/b&gt; selamat sore dan salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Wah, saya baru tahu kalau di Jayapura juga ada budaya nginang. Kelihatannya nginang memang menyebar luas di seluruh peradaban manusia. Dugaan saya, nginang adalah naluri manusia untuk mempertahankan higienis mulut dan gigi di masa di mana belum ada sikat gigi dan odol. Kenyataannya secara klinis memang terbukti, gigi orang-orang yang nginang jauh lebih kuat daripada orang-orang &quot;modern&quot; yang tidak nginang tapi gosok gigi walaupun secara teratur sekalipun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>Pak Manuh:</b> selamat sore dan salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Wah, saya baru tahu kalau di Jayapura juga ada budaya nginang. Kelihatannya nginang memang menyebar luas di seluruh peradaban manusia. Dugaan saya, nginang adalah naluri manusia untuk mempertahankan higienis mulut dan gigi di masa di mana belum ada sikat gigi dan odol. Kenyataannya secara klinis memang terbukti, gigi orang-orang yang nginang jauh lebih kuat daripada orang-orang &#8220;modern&#8221; yang tidak nginang tapi gosok gigi walaupun secara teratur sekalipun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: manuh</title>
		<link>http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/comment-page-9/#comment-96383</link>
		<dc:creator>manuh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 09:58:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=14219#comment-96383</guid>
		<description>saya lagi di Jaya Pura dan menemukan budaya Nginang ini sebagai tradisi disini, jadi para pegawai negerii staff Bupati disini saya lihat di halaman kantor Bupati banyak ang nginang. di Bandara ada larangan Nginang, karena orang meludah sembarangan dan mengotori Bandara. 

di jaya pura tidak pakai gambir, tetapi pakai kapur saja, pinangnya yang dipakai yang muda dan bukan daun sirih yang dipakai tetapi buah sirih, harga dua pinang+kapur+satu buah sirih Rp 1000,. satunya lagi tanpa tembakau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya lagi di Jaya Pura dan menemukan budaya Nginang ini sebagai tradisi disini, jadi para pegawai negerii staff Bupati disini saya lihat di halaman kantor Bupati banyak ang nginang. di Bandara ada larangan Nginang, karena orang meludah sembarangan dan mengotori Bandara. </p>
<p>di jaya pura tidak pakai gambir, tetapi pakai kapur saja, pinangnya yang dipakai yang muda dan bukan daun sirih yang dipakai tetapi buah sirih, harga dua pinang+kapur+satu buah sirih Rp 1000,. satunya lagi tanpa tembakau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ETNIS SUKU DI CHINA : ETNIS LI &#171; INDOCULTURE ONLINE</title>
		<link>http://baltyra.com/2010/01/13/nginang/comment-page-9/#comment-51950</link>
		<dc:creator>ETNIS SUKU DI CHINA : ETNIS LI &#171; INDOCULTURE ONLINE</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 01:53:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=14219#comment-51950</guid>
		<description>[...] Kekhasan yang lain adalah kegemaran Etnis Li menginang/menyirih. Suguhan nginang untuk tamu adalah tanda penghormatan mereka terhadap tamu itu. (Selengkapnya: Nginang). [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kekhasan yang lain adalah kegemaran Etnis Li menginang/menyirih. Suguhan nginang untuk tamu adalah tanda penghormatan mereka terhadap tamu itu. (Selengkapnya: Nginang). [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

