Você é Mais Esperto Que um Aluno da Quinta Série?

Are You Smarter Than a 5th Grader?
Dewi Aichi – Brazil

Acara TV swasta di Indonesia yang paling aku sukai yaitu kuis Are You Smarter Than a 5th Grader dengan pembawa acara Tantowi Yahya, yang sekarang aku dengar telah digantikan oleh Nico Siahaan. Aku jadi benar-benar merasa bodoh (padahal bodoh beneran), setiap melihat kuis itu. Meskipun jadi merasa bodoh, tapi setiap ada acara pasti aku sempatkan untuk menonton bersama anakku.

Kuis ini disiarkan di Global TV setiap hari Sabtu jam 19:00, kalau belum ganti jam tayang lho ya. Kuis ini merupakan jiplakan (apa sih yang ngga jiplak?) , versi aslinya disiarkan di Amerika Serikat yang disiarkan oleh TV Fox yang dibawakan oleh pembawa acara Jeff Foxworthy di awal tahun 2007. Mulai saat itulah hampir setiap negara meniru kuis tersebut. Di Brasil sendiri di siarkan di TV SBT mulai September 2007 dengan nama kuis Você é Mais Esperto Que um Aluno da Quinta Série?

Beberapa negara yang menyelenggarakan kuis sejenis misalnya saja Perancis, Jerman, Yunani, Argentina, Italia, Spanyol dan lain-lain dengan bahasa negara masing-masing.

Di Indonesia, kuis itu berhadiah 200 juta bagi yang bisa memenangkan. Kontestan adalah orang dewasa, yang dibantu oleh 5 anak SD. Setiap pertanyaan mempunyai nilai yang berbeda, sampai babak bonus dengan nilai 200 juta rupiah. Jika kontestan menjawab salah, dan di antara ke 5 anak SD tersebut menjawab benar, maka kontestan akan menerima nilai. Seperti itulah kira-kira aturan game show tersebut. Untuk kontestan, di akhir acara harus mengakui bahwa "aku tidak lebih pintar dibandingkan dengan anak kelas 5 SD".

Memang sih, aku sendiri mengakui, sudah lupa dengan pelajaran SD. Sudah lupa dengan pelajaran yang mengenalkan ciri-ciri makhluk hidup misalnya memerlukan makanan, tumbuh, berkembang biak, peka terhadap rangsangan (iritabilita), bergerak, bernapas, menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptasi).

Ya sudah mengenang sejenak pelajaran SD semampu ingatanku saja, sambil bernostalgia. Dan sambil mengingat-ingat ibu bapak guru yang telah mendidik kita hingga kita seperti sekarang ini.

Ada yang masih ingat pelajaran IPA, PMP, IPS, Sejarah? Untuk tingkat SD mungkin sudah banyak yang kita lupakan seiring berjalannya waktu. Dulu ketika SD, kita belajar tentang sifat-sifat air, udara maupun tanah. Belajar mengenai atmosfir yang menjelaskan bahwa bumi diselubungi oleh lapisan udara, makin ke atas, lapisan atmosfir makin renggang, dan sampai sekarang tidak ada penjelasan sampai di mana batas akhir daripada atmosfir itu. Udara yang menempati antara 7-10 km tebalnya, mengandung gas nitrogen, oksigen, karbondioksida, begitu kira-kira. Penjelasan lebih detail mana aku ingat he he. .

Di SD juga pernah belajar tentang ekosistem, saling memberi dan menerima antara tumbuhan, hewan dan manusia. Lingkungan, hutan, lautan juga merupakan ekosistem. Belajar juga tentang alat pencernaan pada tubuh yang dimulai dari rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus 12 jari, usus halus, usus besar, anus.

Dulu pernah belajar mengenai sumber daya alam, sedangkan sekarang banyak membicarakan tentang SDA dan SDM. Sekarang kalau membicarakan mengenai SDA, yaitu memanfaatkan SDA yang melimpah ruah di tanah Indonesia. Yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia.

Ketika masih SD, kita hanya mengingat bahwa sumber daya alam itu terdiri dari 2 bagian yaitu yang bisa diperbaharui dan tidak bisa diperbaharui. Belajar mengenai tambang-tambang yang ada di Indonesia, misalnya biji aluminium di pulai Bintan, timah di pulau Belitung.

Kalau wanita ya senengnya ngomong tentang emas. Emas itu logam mulia karena tahan karat dan tidak bereaksi dengan asam. Biji emas atau perak biasanya keluar bersama ketika gunung meletus atau memuntahkan cairan. Daerah penghasil emas dan perak (dulu) terdapat di Cikotok (sebelah utara Pelabuhan Ratu) – Jawa Barat. Emas mempunyai angka karat tertinggi yaitu 24. Ini agak lunak, karena itulah perhiasan emas yang 24 karat, tidak bisa dibuat model bervariasi, biasanya modelnya sederhana.
Perhiasan yang cantik-cantik modelnya menggunakan emas 22 karat atau 23 karat, artinya 22 karat emas=22/24×100%emas=91, 66%emas, begitu pula dengan yang 23 karat.

Kalau tembaga berada di Irian Jaya, nikel di Soroako Sulawesi Tengah, minyak bumi terdapat di Sumatera timur dan utara, Jawa bagian utara, Kalimantan bagian timur, Seram bagian timur, dan Irian Jaya yang berada di bagian kepala burung (peta). Entahlah hal-hal di atas apakah sekarang masih dipelajari? Atau berubah tempat, atau malah sudah tidak ada lagi tempatnya?

Ternyata banyak sekali yang sudah kita lupakan di pelajaran SD. Tapi yang mempunyai anak-anak SD tidak ada salahnya orang tua ikut belajar lagi he he. . jadi kalau anak bertanya, kita sebagai orang tua bisa menjelaskannya.

Pernah bersama-sama di luar kelas, di bawah terik matahari, anak-anak sudah berkelompok, setiap kelompok membawa sebuah kaca, kemudian kaca tersebut di letakkan di bawah panas matahari, dan dibawah kaca kita taruh daun2 kering atau kertas koran, kita tunggu sejenak, maka apa yang berada di bawah kaca tersebut akan terbakar. Aku lupa dengan yang namanya hukum snellius.

Penggolongan hewan misalnya, tak bertulang belakang (avertebrata), bertulang belakang (vertebrata). Yang termasuk avertebrata adalah: protozoa, porifera, coelenterata, vermes, artropoda dll alias lupa. Sedang yang termasuk vertebrata: pieces, ampibi, reptil dll.

Ada lagi pelajaran ilmu bumi antariksa, kita belajar tentang planet-planet bumi. Belajar tentang tata surya. Berapa ya kira-kira umur matahari kita saat ini? Berapa ya jumlah planet yang mengelilingi matahari? Tentang meteor, komet, asteroid. Duh. . . ternyata sudah lupa semua tentang pelajaran SD.

Are you smarter than a 5th grader? Hayo pada ngaku aja hi hi hi. . !

Dulu, ketika aku masih SD kelas 1, belum sampai seperti itu. Untuk belajar bahasa Indonesia saja masih yang buku "ini budi, ini ibu budi, ini bapak budi, iwan adik budi, wati kakak budi". Itupun masih harus dieja. Anak-anak sekarang sudah bisa membaca ketika masuk SD, bahkan sudah banyak yang bisa membaca ketika usia 3 atau 4 tahun. Buku-buku pelajaran kelas 1 SD sudah setingkat dengan kelas 5 SD jaman aku dulu. Tampilan buku-buku juga sudah mewah. Malah sudah ditambah dengan pelajaran bahasa Inggris.

Mari belajar lagi!

Siapa yang masih ingat, kupu-kupu dan semut itu bernapas dengan? Dengan trakea kan? Pelajaran tentang tumbuhan berakar tunggang, berakar serabut, umbi akar, akar hisap. Bagian-bagian bunga yaitu tangkai, kelopak, mahkota, benang sari, kepala putik. Ada istilah dikotil dan monokotil.

Mengingat masa-masa SD yang menyenangkan. Terima kasih bu Lastri yang dulu mengajariku membaca, terima kasih pak Siswanto (almarhum) yang dulu beberapa kali menyetrapku gara-gara ngga bisa mengerjakan soal-soal matematika, terima kasih pak Sukardi (Agustus yang lalu tak sengaja bertemu di toko sembako) yang telah memilihku untuk mengikuti senam irama se-DIY, memilihku untuk mengikuti berbagai kejuaraan olah raga SD se kabupaten, terutama pingpong, terima kasih pak Singgih yang dulu mengajariku tentang Pendidikan Moral Pancasila, terima kasih yang tak terhingga bapak dan ibu guru!

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *