Hobby dari Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

HALLO  ANDA SEMUA (BALTYRA ER. . . . .)

Dj. harap anda semua ada sehat dan tidak kurang sesuatu. . . . Perkenankan kali ini Dj. memamerkan hobby Dj. yang lainnya, selain melukis. . .
 
Benar memang, sudah banyak yang mengatakan, kalau Dj. selain ngarit setiap hari di sawah, juga masih memiliki hobby-hobby yang lain. . . . .Hobby jogging atau merathon kecil-kecilan, masih bisa ngikuti. . . hahahahaha. . . . !!!
 
Hobby piara ikan (discus) di Aquarium juga menjadi hobby Dj. sejak kecil. . . . .
 
Melukis di atas kertas foto. . . ??? Pernah ada yang melihat. . . ???Jadi bukan dilukis, tapi dikorek dengan obeng atau benda yang sedikit tajam.
 
Maaf. . . kali ini Dj. tidak ingin bercerita tentang hobby Dj. yang di atas. . . .Tapi ingin memperlihatkan hobby Dj. yang sudah suangat lama Dj. tekuni. . . .
 
Di samping karena memang ada makna seninya, tapi juga satu  kesabaran yang memerlukan waktu bertahun-tahun. . . .
Mas Bagong Julianto tau apa yang Dj. maksudkan. . .Benar sekali, yaitu. . . tentang BONSAI. . . . !!!
 
Dj. juga tidak akan menulis asal usul bonsai, karena itu sudah banyak ditulis di buku-buku tentang bonsai. . . .Juga tidak menulis, bagaimana memelihara bonsai dengan baik agar bisa tetap sehat dan lama hidupnya, itupun ada di setiap literatur
mengenai bonsai. . . .
 
Dj. memelihara bonsai, karena senang melihat bentuknya yang sangat berseni, apalagi kalau sudah tau berapa umurnya. . . .Dj. hanya bisa mengaguminya. . . .
 
Baiklah, memang sangat buanyak macam bonsai, dari yang kelas murah, sampai yang suangat mahal. Di dekat kota Heidelberg, dulu ada toko bonsai yang menjual 1 bonsai seharga DM. 200.000, –  atau sekarang -+ € 100.000, – (Rp. 1,3 M). Entah siapa yang mau beli bonsai semahal itu. . . . . ??? Banyak memang orang bisa membeli harga mahal, namanya juga hobby, berapapun, kalau senang dan mampu, pasti ingin memilikinya. . . . . kalau tidak mampu, tapi mau juga memilikinya, itu namanya EDAAAAN. . . !!!!
 
Bonsai (Bitulus) 30 tahun umurnya, milik Dj. yang memasuki musim semi
 
Memasuki musim gugur, terlihat daunya sudah menguning. . .
 
Memang sih ingin juga bisa memiliki bonsai yang bagus dan mahal, tapi. . . . . ya, tapinya ini yang suka bikin binun. . . . hahahahaha. . . !!! Jerman atau di Eropa pada umumnya, tidak seperti di Indonesia, yang setiap hari hangat, lembab dan banyak menerima sinar matahari. Sedangkan di Mainz, kami kan punya 4 musim, katakan dua saja ya, panas dan dingin, olehnya soal bonsai juga dibagi jadi dua macam: Bonsai indoor (yang tidak kuat dingin) dan bonsai outdoor (yang kuat dingin).
 
Sedang yang outdoor, tidak banyak masalah, karena seperti saudara-saudaranya diluar (natur), dimusim dingin, ya daunya rontok ( gundul), nanti mau musim panas, kembali bersemi lagi, jadi tempatnya bisa diluar (outdoor). Sedangkan yang bikin pusing adalah yang indoor, yang dari Indonesia, mereka tidak tahan dingin, apalagi kalau sampai minus 15°C, ya matilah,
kalau ditaruh di luar. . .
 
Nah yang ini memerlukan perhatian khusus, bisa sih dingin, asal masih sekitar +18°C, jadi harus dimasukan kedalam ruangan yang cukup hangat, tapi juga perlu benda penerang, yaitu lampu yang extra untuk tanaman. . . . .
 
Okay. . . Dj. senang mencoba-coba juga sih, seperti menanam biji-bijian, seperti biji asam yang bisa tumbuh dan bahkan setelah beberapa tahun,tidak kalah bagusnya untuk dibentuk menjadi bonsai. . . .
Salah satu calon bonsai (pohon asam) sudah dipindah dan ditanam di dalam batu yang sudah dilobangi.
Sudah Dj. bentuk setelah 4 tahun umurnya. . . .
Mungkin mas Bagong akan keheranan dan bertanya. . . 4 tahun sebesar itu. . . ???Benar mas, karena di Mainz kan setahun, mataharinya cuma beberapa bulan saja, itu juga salah satu Handicap buat kami pecinta bonsai. Kalau di Indonesia, mungkin bahkan sudah berbuah ya. . . . hahahahaha. . .
 
Okay. . . ini sebagian koleksi bonsai Dj. yang sampai saat ini Dj. miliki. . . .
 
Sakura yang sedang berbunga
 
Acer Palatinum 24 tahun
 
Camelia (masih sangat muda), tapi sudah berbunga
 
Cemara (pinus)
 
Cemara
 
 
Jeruk nipis, yang hidup dari dalam batu
 
Serisa Futida
 
Berbentuk hutan, lebih dari 10 pohon menjadi satu pot
 
China Ulmus, keluar dari batu
 
Nah yang ini adalah kesayangan Dj. Walau tidak sampai 20 CM. tapi hampir 20 tahun dan setiap tahun, pasti berbuah (Delima). Ditanam dari biji.
 
Okay. . okay. . . sudah terlalu banyak ya. . . .Maaf kalau membosankan, tapi Dj. harap tidak demikian ya. . . .
 
Kalau ada dari anda di Baltyra yang juga gemar akan bonsai, maka kita bisa saling bertukar pikiran.
Dj. sangat senang, bila mudik dan bisa mencari bonsai yang bagus-bagus dari Puncak, atau Batu Malang.
Hanya sayang tidak bisa bawa banyak, takut kena periksa duane.Kalau hanya disuruh bayar pajak, masih mending, tapi kalau kena denda, bisa bangkrut. . . .
 
Terimakasih untuk kesabaran anda semua, yang telah mau membaca dan melihat foto-foto yang Dj. pajang.
 
Semoga  Kasih  dan  Berkat TUHAN  selalu menaungi kita semua. . . !!!
 
Salam sejahtera dari Mainz, di pinggiran bengawan Rhein. . . .
 
Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

42 Comments to "Hobby dari Mainz"

  1. Dj.  27 September, 2011 at 00:57

    Bung Reca,,,,
    Terimakasih sudah menengok hobby Dj…
    Banyak bonsai yang Dj. pelihara sejak kecil, bahkan banyak juga yang Dj. tanam dari biji.
    Saat ini, disawah Dj. ada bonsai asem yang sudah cukup tua ( tidak besar ), juga dari biji.
    banyak yang mau beli, tapi tidak Dj. kasi , malah kalau ada teman UlTah, Dj. suka kasi sebagai hadiah.
    Tapi ya ke orang yang tau bonsai, kalau tidak, ya kasihan bonsainya, bisa jadi malah mati.
    Benar sekali Dj. juga senang berkunjung ke puncak, kalau mudik.
    Kadang kasihan keluarga yang nungguin, mereka makan di Rindu Alam, Dj. lihat bonsai…hahaha…!!!
    Di Malang, Surabaya juga di Semarang, Dj. suka kunjungi pemilik bonsai yang sudah berpengalaman, untuk tukar pikiran…
    Kalau di Indonesia, banyak macamnya, Dj. senang dengan yang berbuah, seperti delima, asam, rambutan, jambu. Kalau beringin ( Benyamina ) , kurang suka, walau dirumah ada satu yang sudah berumur 30 tahun lebih. Karena terlalu mudah dan tidak repot. Dengan kata lain, dibiarin juga hidup )
    Tapi kalau bonsai dari Indonesia, dibawa ke Eropa, naaah itu yang ada seninya.
    Musim dingin dia harus masuk dalam ruangan yang hangat dan harus ada sinar lampu yang bagus.
    Kalau di Indonesia kan setiap saat bisa hidup diluar….
    Jadi tidak ada tantangannya…hahahahahahaha….!!!
    Hanya harus sabar merawat dan sering menggunting dahannya, karena pertumbuhan yang 2X lipat daripada di Eropa.

    Jenis Serisa, Fukien tea ( Hokian Tea ), Ulmus, Orangen Jasmin ( Kemuning ) dari Indonesia sangat indah.

    Selamat berburu dan mengoleksi bonsai, hidup tenang tidak membikin stress….hahahahahaha…!!!

  2. Reca Ence Ar  26 September, 2011 at 23:12

    Koleksinya luarbiasa…
    saya penikmat Bonsai pak DJ
    suka sekali, apalagi kalau jalan2 ke Puncak, bisa berjam-jam melototin liukan yg aduhai, hahaha
    Aduuuuhhh betah dehhh….
    Kemarin saya sudah melirik bonsai punya teman, biasa tukeran sama sansevieria, semoga terlaksana, hehehe
    Salam penuh kreatif

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *