Marvell Technology

J C Friday, 22 January 2010

| Viewed 623 times, 1 times today | 69 Comments |
Josh Chen – Global Citizen
Hampir bisa dipastikan Anda semua pengguna gadget! Baik yang seperlunya, ataupun yang akut – penggila gadget. Pengguna handphone biasa, sampai dengan pengguna BlackBerry keluaran terbaru, sampai yang menenteng iPhone 3G.
Nokia N-series, Samsung, Sony Ericsson, HTC Touch, iPhone 3G, BlackBerry Bold (seri berapa saja) dan Storm, serta beberapa merek PDA. Xbox dan PlayStation 3. LAN terminal di desktop computer, laptop, netbook, SATA hard-disk, wi-fi chips, ethernet port, Cisco system, dan masih banyak lagi yang bisa disebutkan.
Semua itu memakai chips – processor buatan dan ciptaan orang Indonesia!!
Imajinasi? Khayalan? Bualan? Tidak, memang benar, semua peralatan canggih itu dijalankan dengan processor buatan orang Indonesia! Silakan lihat spesifikasi prosesor yang ditanamkan dalam gadget Anda. Kalau ada tulisan Marvell Technology atau Marvell, atau ARM Processor kecepatan sekian-sekian-sekian. Itulah memang hasil karya Anak Bangsa. ARM adalah singkatan dari Armada, dari bahasa Indonesia, tidak ada kata armada dalam bahasa Inggris. Lebih dari 50% prosesor hard-disk di pasaran saat ini menggunakan chips dari Marvell.
Beberapa waktu lalu, jika masih ingat, ada program One Laptop Per Child; Marvell’lah yang mengembangkannya, namun karena satu dan lain hal, proyek ini terhenti dan tidak kedengaran lagi kabarnya. Marvell mengembangkan computer terkecil di dunia, yang disebut dengan Plug dan Sheeva. Computer ini besarnya tak lebih dari colokan listrik, tapi memiliki kemampuan luar biasa.
Mengutip sumber dari detik.com dan New York Times:
Memang perangkat itu tidak dilengkapi dengan layar, namun ia bisa disambungkan dengan kabel Ethernet ke jaringan lokal dan internet. Selain itu, Plug Computer memiliki port USB untuk dipasangkan dengan perangkat eksternal lain, mulai dari hardisk hingga kamera. Sistem operasi yang digunakan adalah salah satu versi dari Linux.
Perangkat itu dibanderol pada harga USD 99 dengan development kit-nya. Namun NYTimes memperkirakan dalam waktu dua tahun perangkat itu akan turun harga hingga USD 40 atau sekitar Rp 400.000.
Sutardja mengatakan, nantinya Plug Computer ini mungkin tak akan nampak sebagai satu produk tersendiri. “Nantinya, Anda tak akan melihat plug ini. Kami ingin perangkat ini ada di TV, stereo system dan pemutar DVD,” ujar CEO Marvell Technology tsb.

Siapakah orang Indonesia di belakang Marvell Technology?
Sehat Sutardja, adalah pendiri sekaligus pemilik Marvell Technology Group dan menjadi CEO mulai 1995 sampai sekarang. Berdampingan dengan saudaranya Pantas Sutardja, menahkodai bahtera Marvell Technology mengarungi belantara IT business yang ganas dan fast-track.
Ia dilahirkan di Jakarta, Indonesia tahun 1961. Menghabiskan masa kecilnya di Jakarta, menamatkan pendidikan menengahnya di Kolese Kanisius. Kemudian Sehat Sutardja melanjutkan pendidikan di Amerika dan meraih sarjana sains di teknik elektro dari Iowa University. Berturut MSc dan PhD di di ilmu elektro dan komputer disabet dari California University, Berkeley. Weili Dai, sang istri tercinta yang berasal dari China dinikahi di Amerika. Mereka bertemu saat menempuh perkuliahan mereka di kampus yang sama.
Marvell Technology didirikan oleh Sehat tahun 1995 di Santa Clara, California. Pada 2006 perusahaan ini menarik perhatian karena membeli salah satu divisi dari Intel, tepatnya Divisi Xscale Processor dari raksasa mikroprosesor tersebut.
Masuk dalam daftar Tajirwan versi Forbes, dengan asset US$1miliar, pada tahun 2007, dan diperkirakan terus meningkat dalam 2 tahun belakangan. Memegang lebih dari 90 paten inovasi, teknologi dan temuannya. Bukan cuma itu, Marvell tercatat sebagai one of the best managed company in America dan menjadi kampiun di semiconductor company top ten list. Sekarang Sehat Sutardja diperkirakan naik peringkat masuk dalam urutan 500 Besar Tajirwan.
Sangat kontras dengan artikel CAFTA Phobia yang mengedepankan un-competitiveness Indonesia dalam berkiprah di dunia internasional. Marvell Technology memutarbalikkan anggapan dan paradigma itu semua.
Having wrote this, yang ingin disampaikan di sini adalah:
  • Kita tidak perlu merasa inferior dalam kiprah di dunia internasional
  • Jika kita mau, pasti kita bisa
  • Law enforcement, corruption-free business environment, iklim bisnis yang kondusif mutlak diperlukan
So, masihkah pada ketakutan dan phobia terhadap CAFTA? Sampai dengan artikel ini ditulis, di media nasional masih saja bertebaran tulisan tentang ketakutan dan kerendahdirian akan posisi Indonesia dalam menghadapi CAFTA. Sekali lagi, Marvell Technology sudah membuktikan, bukan hanya regional, tapi internasional juga mampu dan berani bersaing, bahkan menguasai pasar di kelasnya…
Referensi & Foto: marvell.com

Categories: Info
Tags:

69 Comments to “Marvell Technology”

Pages: [7] 6 5 4 3 2 1 »

  1. 69
    Lani Says:

    NEV : kowe mocone wes telaaaaaaaaaaat…..pertanyaanmu sdh dijawab oleh BUTO……jawabannya menjadikan komen terbaik minggu ini……wes kono diwoco komen2nya jg…….baca….baca sek lengkap ah……..

  2. 68
    nevergiveupyo Says:

    masih megang paspor ijo ndak ya om sehat ini?

  3. 67
    Lani Says:

    to all : hayooooooo…….nek meh podo ucul, perlu disewakan cruise??? rak usah dirante, digembok, dikunci…..sing jelas komandan minggat…sing bakal ngintil, mbuntut, membebek dibelakang wokeh….piye aki, kuat rak kowe digondeli, diganduli wong sak jagad erat2….kkkkkkkk

    aki dikau mmg bener bin bentul, yg disalahkan bukan presidennya thok, soale pres tanpa wakil gak iso mlaku, memerintah dewean…yg kurang ajar dan kebageten ya para punggawane, mrk meh mlaku sak enak udele dewe……suka2 ngono, gemezzzzzzz mezzzzzz nek liat, baca, krungu hal2 spt itu, tp tak berdaya…apalah daya rakyat ini hikkkkkkks….karo cekakaran dilantai, ingat gak tuh ktk igik bocah, nek njaluk ora dituruti, senjatane nangis gero, gerung2 karo ndlosor dilantai…

  4. 66
    J C Says:

    EnCek: masalahnya ini bukan di presiden, kacian SBY…lha wong yang edian pejabat-pejabatnya…piye lagi coba…

    Iyo aku tau, kalo gak salah namanya A.Setiawan tuh yang di Jerman menemukan rasi bintang baru…

    Mbak Adhe: matur nuwun sudah mampir lagi…semoga ada yang baca dan menyampaikan ke beliau…rasanya seorang philantropist seperti beliau, hal demikian bukan masalah sama sekali. Atau mungkin sudah ya? Entahlah…

  5. 65
    J C Says:

    Hus, hus, hus, RYc no mama melu sisan nggondeli…blaik wis…jan tenan…iki dirante dadi siji wae wis…

  6. 64
    Adhe Says:

    JC, thanks artikelnya, jadi ikut senang ada orang Indonesia yang ‘berhasil’ di US, semoga aja Pak Sehat terbuka hatinya untuk menyumbang sedikit dari keuntungannya untuk ‘Dunia Pendidikan’ di Indonesia.

  7. 63
    RYc no mama Says:

    Lho , Buto arep lunga tho ??? lha aku yo meluuuuu yooo…hiks ,hiks . mosok ora ngajak-ngajak aku tho , Buto siji iki…..

  8. 62
    EnCek Says:

    JC : Stlh aku baca 2 artikelmu : “CAFTA Phobia” n “Marvell Technology” , memang jadi jengkel juga melihat tingkah polah n ucapan2 para petinggi negri ini. Aku punya 2 pendapat :
    1. Perilaku n motivasi para pejabat itu kan sudah ada n terjadi lama sekali ( kalo gak salah sih, ini warisan dari jaman Orba dulu). Kita2 sbg warga hanya bisa misuh, gondhuok, dll. Tapi kalo gak ada forum tertentu (apa namanya aku juga gak tau) yang bisa “MENEKAN” pemerintah untuk bertindak or berbuat yang benar, percuma aja. Kayak di Filipina, People Power di sana mampu mendongkel Presiden.

    2. Aku senang mengetahui ada beberapa orang Indonesia yang memiliki prestasi di tingkat internasional. Usul nih, tolong para Batyrans yang laen ikut menyumbang artikel2 ttg prestasi Anak Negri laennya. Aku pernah dengar tuh, ada 1 orang Indonesia yang masuk dalam tim Astronomi di Jerman ( dulu masih Jerman Barat) yang berhasil menemukan bintang or rasi bintang baru.

  9. 61
    HN Says:

    Lha, lek aku ora dirante, lek ucul, terus ora mbalik piye? Digoleki mak ku mengko, hehehe. Mak angkatku iki endi? kok ora muncul….

Pages: [7] 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan komentar.

Image (JPEG, max 50KB, please)

Archives



Internet Sehat

Advanced NewsPaper customized by Team Baltyra.com