Handoko Widagdo – Solo
Pangkalan Bun, 20-22 Januari 2010
Kesan pertama? Cantik dan cerdas! Cantik? Tak perlu diragukan lagi. Zivanna Letisha Siregar, atau lebih beken dipanggil Zizi, adalah Putri Indonesia 2008. Cerdas? Sangat! Caranya bertanya membuat narasumber harus menguras pengetahuannya untuk memberi penjelasan yang lebih detail. Meski pengetahuannya tentang orangutan masih awam, namun Zizi mampu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ‘menggali lebih dalam’.
Zizi saat ini adalah Duta Orangutan. Dia berkunjung ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk mengunjungi beberapa obyek yang berhubungan dengan orangutan.

Hari pertama dia berkunjung ke Orangutan Care Center and Quarantine. Di Care Center dia mendapat penjelasan dari Ibu Profesor Birute Mary Galdikas dan dokter hewan Prima. Setelah mendapatkan penjelasan tentang apa fungsi dan fasilitas yang ada di Care Center, Zizi mendampingi Ibu Birute untuk memberi makan orangutan yang masih berada di kandang- kadang.
Sampai saat ini Care Center telah melepas-liarkan 340 orangutan, dan masih ada sekitar 300 orangutan lagi yang menunggu hutan untuk melepas-liarkan mereka. “Tak ada cukup hutan untuk melepas-liarkan orangutan- orangutan ini” kata Ibu Birute; dan Zizi manggut-manggut bersimpati kepada orangutan yang tak lagi punya rumah.
Kami berkelotok, sementara Zizi mencoba naik speedboat menuju Camp Leakey.

Kami berhenti di Kantor Lapangan Balai Taman Nasional Tanjung Puting di Desa Seikonyer. Bapak Gunung Sinaga memberi penjelasan kepada Zizi tentang peran Balai dan apa saja program Balai untuk pemberdayaan masyarakat.

Zizi menanam Pohon Papung, sejenis pohon yang buahnya menjadi pakan orangutan. ”Semoga pohon ini setelah berbuah bisa menjadi sumber pakan orangutan” demikian Zizi berharap saat menanam pohon yang diserahkan oleh Pak Saut Manalu, Kepala Seksi I Balai Taman Nasional Tanjung Puting.

“Sebaiknya patung orangutannya jangan sejenis Bu, coba ada yang anak orangutan, ada ibu orangutan yang menggendong anak, pasti akan lebih menarik”, begitu nasihat Zizi kepada Ibu Kepala Desa Seikonyer saat mengunjungi display souvenir di Desa Seikonyer.

Zizi juga tidak canggung berfoto dengan ibu-ibu dan anak-anak desa yang mengaguminya. Setelah melihat kamar home stay yang diselenggarakan oleh warga dan perpustakaan desa, Zizi melanjutkan kunjungan ke Rimba Lodge, sementara kami melanjutkan perjalanan ke Camp Leakey dengan kelotok.

”Kita makan dulu sebelum ke Camp. Sebab feeding time-nya baru nanti jam dua”, Mas Irfan dari Balai memberi instruksi.

“Zi, mohon oleskan lotion anti nyamuk untuk melindungi serangan nyamuk dan lintah”, demikian saran saya sebelum Zizi turun ke Camp Leakey. Maka dengan sigap diolesnya bagian tangan dan kaki yang terbuka dengan lotion yang sudah disiapkan.




Ibu Birute memberi penjelasan tentang Camp Leakey, pusat penelitian lapangan orangutan, yang dulunya adalah tempat penelitian beliau di tahun 1971. “Di rumah ini saya tinggal. Tapi ini sudah direhap.”

Kami pun melanjutkan perjalanan ke feeding place. Kira-kira 2 km masuk hutan. Namun, sesampai di feeding place, tidak ada satu pun orangutan yang datang. Padahal biasanya selalu ada orangutan yang datang untuk makan siang. Saat ini sedang musim buah, orangutan mendapat banyak makanan. Sehingga tak ada yang datang ke feeding place.

Karena jadwal yang padat dan capek menunggu, Zizi sampai ketiduran. Akhirnya kami pulang dengan perasaan agak kecewa.


Jumat pagi kami semua berkumpul di Kantor Yayasan Orangutan Indonesia (YAYORIN). Disini, Zizi mendapat penjelasan tentang kegiatan lapangan dari lembaga- lembaga yang bekerja untuk konservasi orangutan. Dia menyimak dengan sungguh- sungguh setiap penjelasan. Konservasi orangutan bukan sekedar menjaga habitat orangutan, tetapi juga mengembangkan masyarakat sekitar habitat orangutan supaya lebih mendukung pelestariannya.

”Apakah teman-teman pernah mengajak pengusaha sawit untuk berdialog? Mungkin dengan penjelasan pentingnya kerja teman-teman maka mereka akan mengerti juga”, demikian dia memberi masukan bagi kami para pegiat lapangan dalam menangani isu pengembangan kebun kelapa sawit yang sering kurang memperhatikan habitat orangutan.
Setelah makan siang, kami diterima oleh Bapak Bupati Kotawaringin Barat. Di sinilah kemampuan diplomasi Zizi ditunjukkan. Zizi adalah seorang diplomat ulung. Ketika menanyakan kepada Bupati tentang aktifitas penambangan yang mencemari Sungai Seikonyer, dia menyampaikan dengan sangat diplomatis: “saat saya berkunjung ke Camp Leakey, saya naik kelotok, kok warna airnya keruh, berbeda dengan air sungai yang lain ya Pak?” Demikianlah pertanyaan Zizi yang diajukan untuk mendapat penjelasan tentang aktifitas penambangan di hulu Sungai Seikonyer.



Selamat datang Zizi, si Putri Indonesia. Selamat bergabung dengan pelestarian orangutan. Anda adalah Duta Orangutan kini. Sumbanganmu sangat berarti.









January 27th, 2010 at 12:35
Hand : ok, mengko nek aku arep mulih aku woro2 dan minta email address/no telp bs lewat aki yo? bolehkah?
January 27th, 2010 at 08:34
Lani aku tunggu diikau di Kota Solo
ODB, ya enggaklah. Yang baju item itukan Pak Bupati, sedangkan aku mantan bupati (kethoprak)
RYC, semoga yang ini benar (bukan RIC), bukannya ditolah foto sama aku, akunya yang gak pede untuk foto sama dikau. Nah kalau ada waktu, silahkan kunjungi kami di Tanjung Puting. Nanti anakmu bisa foto sama faisal atau bayi orangutan lainnya.
January 27th, 2010 at 07:00
Pak Hand…nickname-ku yang bener RYC bukan RIC…hihihihi…lha aku ditolak tho mau foto bareng pak Hand…yo wis , mendingan foto bareng Siwi daripada dgn JC ..hahahaha….anak2ku suka banget binatang , pingin foto bareng orang utan , ….
January 27th, 2010 at 03:03
Mas Han,kalau dilihat foto yang terahir,kelihatannya dan sepertinya,yang mengapit Zizi itu saudara kembar atau kakak adik?
January 26th, 2010 at 22:16
Hand : tawaran fotone pas….Zizi gak gelem, boleh dgn guide munyuk kuwi utk gantine foto bersama. ya, I keep my promise mengko nek balik indo meneh aku konta jauh2 hr, ada email gak? kasih tau ya…
January 26th, 2010 at 18:28
Siswi itu escort di tanjung puting. Setiap ada tamu dia pasti menjemput di dermaga. Menggandeng tamu sampai di pusat camp. Dia adalah korban. Salah satu tulang pahanya telah diganti dengan plastik karena hancur dipukuli di kebun sawit. Padahal saat itu dia sedang bunting. Jadi kelahirannya dilakukan secara sesar. Pengalaman hidupnya yang luar biasa membuat dia layak menjadi model
January 26th, 2010 at 18:24
AHA… bener banget pak hand
pasti mau dia, tak menolak… ooooh… tak ada zizi, siswi pun jadi
January 26th, 2010 at 18:08
Ha…ha…ha….PASPAMPRES, kalau Zizi tidak mau, Siswi pasti mau
January 26th, 2010 at 14:50
pak hand, mau dong photo dengan zizi… atau gak zizi jadi model photo ku deh…
ini sih si ELLY lewat nih… mending zizi…. pasti JC setuju
January 26th, 2010 at 14:45
JC #41, makanya yang cocok foto sama zizi itu sampeyan. Aku ra cocok foto dengan Zizi.
Lani #42, kutunggu sliramu di Solo. Rumahku dekat Solo Baru.
RIC #46, Lha apa gak keliru, kalau foto ama aku kan repot. Kalau foto atas aku gak kelihatan, kalau foto bawah kepalanya RIC kepotong. Jadi lebih cocok foto sama JC
# 43-50 baik-baik nanti aku kontak Zizi untuk foto bersama Baltyrans, kalau Zizi gak bersedia, maka Siswi, Tutut, Unyuk atau Rini yang aku undang untuk foto bersama kalian