Di mana tempat mencari inspirasi?

Fire – Yogyakarta

Ada rekan yang bisa memperoleh ide dalam suasana yang hingar bingar, tapi ada pula yang menyukai tempat yang tenang. Mungkin bagi sebagian orang justru hiruk pikuk tersebutlah yang memicu banyak gagasan di benaknya. Ya memang tergantung karakter dari tiap orang, dan juga apa yang sedang diselesaikannya. Kadang sekedar suasana baru saja untuk melepaskan dari kungkungan kejenuhan. Menyelesaikan skripsi dengan membuat rayuan gombal dalam surat cinta tentu memerlukan mood yang berbeda.

1. Di toilet: Mungkin karena di tempat ini kita benar-benar bisa menjadi diri kita sendiri, tak peduli apakah itu miss universe, atau jendral bintang tujuh sekalipun tak perlu jaim mempertahankan keanggunan atau kewibawaannya saat sedang ber brett brottt plung ria. Atau ada yang ketagihan dengan aroma khas dari tempat tersebut yang memicu fungsi kerja otaknya, sehingga "bertapa" lebih lama. Disarankan tidak dilakukan di WC tempat kost yang mesti dipake dengan penghuni lainnya, keburu digedor-gedor.

2. Di puncak gunung: Bagus juga, terutama saat menulis artikel sejumlah cara-cara mengatasi takut ketinggian. Tapi sebenarnya bisa mencapai puncak gunung itu lebih cocok untuk mencanangkan resolusi baru, misalnya, "Mulai sekarang saat tidur, saya tidak akan ngiler lagi ….", atau "Saya akan berusaha dengan sungguh-sungguh tidak akan ngupil lagi bila sedang makan ….". Atau, "Saya akan berusaha mingkem saat baca Baltyra, dan tidak membikin kerusuhan …."

3. Di kutub utara atau antartika: Cocok sekali bagi yang sedang menulis artikel mengenai bermacam teknik menikmati wedhang rondhe, sekoteng, bandrek dan bajigur. Atau sambil merenungkan strategi baru untuk meningkatkan angka penjualan jadah bakar dan kue putu.

4. Di bajaj: Cukup membantu dalam menyelesaikan buku mengenai meditasi dan manfaatnya untuk mencapai ketenangan hidup. Jangan lupa ajari pak supir bajaj untuk bermeditasi supaya lebih tenang menanti di lampu merah. Salah satu indikator kesuksesan bermeditasi adalah, bila kita tidak merasakan lagi perbedaan antara naik bajaj dengan Jaguar, terutama saat belok …… Sering-seringlah naik bajaj untuk melatih intuisi dan indra keenam kita, karena bukankah hanya Tuhan dan supir bajaj yang tahu kapan bajaj tersebut membelok …..

5. Di atap rumah: Diprotes para kucing karena mengusik kenyamanan mereka ber-indehoy. Hati-hati kesamber geledheg, atau kena timpuk tetangga karena dicurigai mau ngintip yang WCnya masih top-less. Oh, memang dunia tidak selebar daun kelor, tapi jangan lupa dengan tugas utama untuk memperbaiki genteng yang bocor …..

6. Di bawah pohon: Kayaknya mesti bersaing juga dengan para pencari wangsit dan nomor togel, bila di bawah ringin keramat. Sebaiknya tidak dilakukan di bawah pohon durian yang sedang musim berbuah. Hati-hati kalo pohonnya tergolong wingit, bukannya mendapat masukan inspirasi malah "kemasukan" para demit berbau trasi, kecuali bila panjenengan sedang melakukan study banding mengenai variasi aroma semburan dari mbah dukun dalam mengatasi kesurupan. Hmmm tapi mulut mbah dukun kok bau rokok djisamsoe yang katanya buat sajen yang mbaurekso pohon wingit itu ya? Woo pantes demitnya ngamuk, lha jatah sajennya disunat sama mbah dukun ….hihihik … Heran ya, kalo Eyang Newton merenung di bawah pohon bisa memperoleh hukum fisika, kalo kita bisa memperoleh nomor togel .. wakakak … Mungkin karena Eyang Newton waktu merenungnya sudah sesuai Weton, jadi sukses … hihihi … Saya pernah coba mengikuti jejak Eyang Newton, eh malah ketiban sarang semut angkrang, batallah penemuan hukum fisika baru …wakakak … Siapa tuh, yang bilang merenungnya di bawah pohon toge aja? Zinggg ……

7. Di atas pohon: Nah, di sini lebih aman, asal bukan di pohon jambu air, soalnya banyak semut angkrangnya, yang sering mencokotiku. Tapi kalo sedang musim buah enaknya sambil mbrakoti buah, he he balapan sama kalong/codot. Tapi perlu ditekankan lagi, kita sedang mencari inspirasi atau mau maling mangga … hihihi …. Ssst … kadang bisa sambil ngintip orang pacaran lho ….

8. Di bulan: Memandang bulan sering menimbulkan inspirasi. Kalo di pilem horor sampe pilem kartun Sekubidu, malah bisa berubah bentuk, mungkin sekali waktu werewolf semacam itu perlu dilibatkan misi ke bulan. Kenyataannya, di bulan panjenengan tidak bakalan kehabisan inspirasi tetapi bisa "kehabisan respirasi" alias oksigen. Bagi yang sedang menulis lagu rayuan cinta, "Dikau cantik bagaikan rembulan …." hati-hati aja karna kenyataannya bulan ternyata jerawatan penuh lubang. Atau "Aku tak ingin sendiri …." atau lagu-lagu bernuansa jablai lainnya. Salahnya sendiri ke bulan, minta dibelai? Ya nunggu apollo lewat ….

9. Di kolong meja: Waktu kecil kami punya meja makan yang kolongnya lebar, rupanya enak juga duduk merenung di dalam kolong itu yang bisa melancarkan imajinasi kita. Sayang idenya macet lagi, begitu kepala kejedot meja.

10. Di angkringan: Bagus juga bila aliran inspirasi berbanding lurus dengan aliran tempe penyet dan sego kucing. Sayangnya seringkali produktifitas otak tak sebanding dengan produktifitas perut … hihihik… Sudah gitu ngutang lagi …..

Baiklah teman-teman, sampai di sini dulu ya, mau turun dulu dari pohon ah …

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.