Makanan di halaman, masak dari halaman

Bagong Julianto, Sekayu-Sumsel

Ini hanya sekedar iseng. Merenungi pertanian jaman dulu, ketika alam demikian murahnya memberi makanan. Tanah yang subur, mentari yang ramah dan iklim yang sumringah. Saat ini, penggambaran alam ramah hanya tinggal di suluk wayang kulit. Prolog. Pembuka cerita. Itupun kalau sang dalang utuh menyampaikan dan penikmat pemirsa sabar menyimak. Sering sang pemirsa menyalak: ayo, mana campursarinya, sudahlah Mbah Dalang istirahat saja……..

BEKICOT AIR
Saya hendak bepergian ketika lewat di depan rumah tetangga, suami asli Sekayu isteri asli Jawa, tampak kegiatan merebus sesuatu di gang. Bekicot air. Satu dandang, bekicot air direbus dengan bahan bakar kayu. Beberapa hari sebelumnya, saya memang ada niat: tunggulah kesempatan! Kalau orang Kediri makan bekicot darat, orang Perancis juga makan bekicot, kenapa pula rupanya wong Sekayu gak coba bekicot air!


Gbr 1 s/d 6. Bekicot air di alam, threesome, bertelur

Bekicot air itu begitu banyaknya berenang menyelam mengelilingi halaman kosong rumah sewa kami yang berubah menjadi genangan setiap musim penghujan tiba. Genangan akan bertahan hingga bulan Pebruari nanti. Selain bekicot air, ada pula beberapa jenis ikan yang tentu saja menjadi lauk bagi yang sempat menangkapnya. Inilah pertanian subsisten jaman dulu. Mengambil saja dari alam! Belum lagi saya menyapa, si isteri sudah menawarkan.

BUMBU KECAP TETANGGA


Gbr 7. Bekicot air bumbu kecap hantaran tetangga

Pucuk dicinta ulam tiba. Siang itu saya menyantap bekicot air bumbu kecap. Sayur tumis sawi dan sambl tomat akan memaksimalkan cita rasa bekicot air Rasanya? Kenyal. Kenyil-kenyil seperti otot sapi.


Gbr 8. Menu lokalan: bekicot kecap, tumis sawi dan sambel tomat. Sendok padang

HARIAN LEPAS KUTIP BEKICOT

Saya tuntaskan niat pada Jumat kemarin. Selepas pulang sekolah, si Agus segera jadi buruh harian lepas mengutip bekicot air. Tak ada penolakan. Bagi dia, ini adalah permainan, keceh, main air kubangan limpasan Sungai Musi di sekeliling rumah: samping kiri kanan dan halaman belakang.


Gbr 9 s/d 14. Buruh lepas sepulang sekolah, bonus: ekstra waktu keceh/main air

Kerja si Agus selesai 30 menit kemudian. Batasannya adalah prestasi hasil kerja sekantong plastik bekicot air. Sebagai upah, saya berikan lagi setengah jam untuk keceh. Sementara urusan berikut adalah menjadi tanggung jawab Mamanya. Pindang bekicot air!

PINDANG BEKICOT AIR


Gbr 15 s/d 18 Persiapan pindang bekicot: rebus, cungkil bersihkan, iris

Saya sudah tanya tetangga, kegiatan persiapan masak bekicot air adalah: rebus bekicot beserta cangkangnya kurang lebih satu jam. Cungkil bekicot dan bersihkan, buang kotoran dan lendirnya. Cuci dengan air bersih, iris menjadi 3-4 potongan, masak lagi dengan bumbu pindang! Jadi! Rasanya?! Silahkan coba sendiri.

MENU HALAMAN BERIKUT
Beginilah rasanya jadi petani subsisten! Bahan makanan dikutip dari halaman sendiri! Saat melihat ke halaman belakang: lhah ada pucuk rotan dan juga ada kangkung?! Itulah santapan berikut! Gak usah ditulis lagi, rotan dan kangkung tak seistimewa bekicot air!


Gbr 24. Menu berikut: Umbut rotan dan kangkung………

Sampunnnnnnn. Suwunnnnnnnnnn (BGJ 220110)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.