Josh Chen – Global Citizen
Sebagai pembukaan nanti berbagai sajian makanan untuk perayaan Tahun Baru Imlek, aku memelopori dengan masakan sederhana, lezat dan penuh gizi ini. Sup hipio sering dijumpai dalam acara pernikahan, dalam restoran dan hotel berbintang, dan biasanya harganya mahal, padahal sebenarnya gampang dibuat dan ekonomis untuk seluruh keluarga.
Bahan utama:
Hipio/Yu bao, perut ikan
Bahan ini berbentuk 2 macam, yang seperti dalam resep ini ataupun yang berbentuk dalam lempengan, sudah digoreng dan dikemas dalam plastik. Biasanya yang berbentuk lempengan paling banyak didapati di supermarket ataupun pasar tradisional.
Untuk yang di Indonesia jika hendak membeli, bilang saja “hipio” dialek Hokkian dari “yu bao” (baca: yi, bunyi i antara i dan u, dengan bibir sedikit maju…), artinya ya itu tadi, perut ikan, ada yang bilang usus ikan. Yang di luar negeri, silakan ke toko yang menjual bahan-bahan Asia, tanya saja “yu bao”. (鱼包)
Hipio jenis ini aku beli di daerah Glodok, jangan kaget melihat harganya, lumayan mahal, tapi sebanding dengan kenikmatan makannya. Maklum saja, tingkat kesulitan mendapatkan dan menyiapkan satu lonjor hipio seberapa sulit sudah terbayang, satu lonjor satu ekor ikan (entah ikan apa dan berapa besar, mungkin ada yang tahu?)
Bahan:
- Cauliflower
- Wortel
- Bawang bombay
- Bawang putih
- Merica (boleh bubuk, boleh butir, dihaluskan dulu)
- Sedikit pala
- Daun bawang
- Daging cincang (apa saja, babi, ayam, udang, atau campur silakan saja)
- Kulit udang untuk kaldu
Persiapan:
- Goreng hipio sampai kering (seperti dalam foto)
- Setelah ditiriskan dari minyak, rendam dalam air
- Setelah lunak, potong (seperti dalam foto)
Cara memasak:
- Daging cincang, bumbui dengan cincangan bawang putih, merica, sedikit pala sesuai selera, garam, gula, aduk rata
- Masukkan daging cincang yang sudah dibumbui ke dalam potongan hipio tadi
- Didihkan air, masukkan kulit udang, angkat
- Tumis bawang putih, bawang bombay sampai harum
- Masukkan cauliflower, wortel, aduk sebentar, masukkan dalam kuah mendidih
- Sambil mendidih, masukkan satu per satu potongan hipio yang berisi daging cincang
- Masukkan garam dan gula sesuai selera
- Masukkan daun bawang yang diiris memanjang terakhir sebelum disajikan
- Sajikan
Gampang khan? Hehehe…inilah masak memasak ala Buto…dijamin keluarga anda akan nagih…selamat mencoba…













August 2nd, 2010 at 20:18
Di tempatku hepio tuh bentuknya beda trus masih cukup terjangkau, kalo mo bisa pesen coz aku juga jual ke resto jakarta, hehehe..contact aja..
February 11th, 2010 at 18:25
eh, itu beneran to, yakin usus ikan??
kpn2 coba ah resepnya…ga pake hipio mungkin msh enak…
xie2 OmBut
February 10th, 2010 at 00:54
wah 2 buto ngompori, aku dadi penasaran ki….seumur hidup blom pernah ngerasain hipio…katro emang nih
February 9th, 2010 at 23:00
Hari Minggu pesta temannya buto makan hipio, Senin pagi sarapan Hipio, lha ini liat fotonya hipio, ora bosen tapi… lha wong enak hahahha
February 9th, 2010 at 22:56
Dewi Aichi: wah, lha iki, tuku bahan baku kok bedo adoh sama resep, terus akhir’e masak sing liya babar blas…hahaha…
February 9th, 2010 at 22:30
Mas JC: wah susah tuh dapetin yang panjang2 tuh…aku ke supermarket berlainan tak cari2 kok ngga ada, akhirnya aku bikin sup buntut sapi, buntut sapi juga panjang kok, tapi sudah dipotong2, dan enak juga, aku paling suka sup buntut sapi.
February 9th, 2010 at 04:36
rantang…rantang…rantang…..
February 6th, 2010 at 14:37
enakkkkk…… sobat balytra akan dimasakkan suhu waktu implek….
February 6th, 2010 at 11:09
Gara-gara baca resep suhu, tadi sebelum pulang bela-belain aku ke China town buat beli yo bao. Aje gile mahal sekali, tetapi tetap aja aku beli karena sudah niat. Kripiknya enak, dalam kereta aku ngemil satu persatu, sampai ditujuan satu plastik tinggal beberapa irisan. Salam!!
February 6th, 2010 at 08:42
Lani, Peony, aku malah belom pernah makan pepes endog blanak…hehehe…
Sasayu: wis minta dikirim langsung saja dari Jakarta…hihihi…