Josh Chen – Global Citizen
Beberapa minggu sudah serial ini berlangsung, sedikit variasi masih dalam koridor etnis minoritas di China. Ternyata peran mereka dalam dunia hiburan lokal China dan sekitarnya (Hong Kong, Taiwan dan bahkan Indonesia) cukup banyak.
Yang pasti, jika diamati, wajah-wajah para entertainer ini, tidaklah tipikal wajah khas oriental, beberapa ada yang kebule-bulean dan yang jelas sungguh enak dipandang mata.
Salah satu hal yang paling membuat frustrasi industri dunia hiburan di era New China adalah "they are not Chinese enough”, kurang klasik khas Chinese. Yang dimaksud berwajah klasik Chinese adalah para bintang seperti Gong Li, Zhang Ziyi, Jet Li, dsb. Para pemain film dan penyanyi di era New China ini lebih bervariasi dan penampilannya mendobrak kaidah-kaidah “chinese-ness” yang umumnya berlaku di era sebelumnya.

Does she look Chinese enough to you?
Terlebih lagi dengan kebijakan one-child-policy pemerintah China, khususnya berlaku untuk etnis mayoritas, yaitu Etnis Han, dan preference utama anak laki-laki, menyebabkan laju pertumbuhan etnis minoritas di China 7x lipat dari laju pertumbuhan Etnis Han, di mana kelompok etnis minoritas, terutama di pedalaman masih memiliki lebih dari satu anak dan laki-laki ataupun perempuan mereka tidak keberatan.
Chen Haiwen, fotografer yang belakangan hasil jepretannya menghiasi Serial 56 Etnis Suku di China, melakukan perjalanan keliling China selama setahun penuh, untuk mengabadikan seluruh kehidupan 56 Etnis Suku ini. Dengan sasaran utama penggambaran keluarga masing-masing etnis, Chen menghasilkan ribuan foto indah dari seluruh penjuru China. Dari perjalanan keliling itu, Chen melihat perkembangan kiprah etnis minoritas yang luar biasa dalam dunia hiburan China.
Beberapa yang bisa disebutkan adalah:

Dari Etnis Yi: He Jie


Dari Etnis Manchu: Tong Dawei. Mungkin banyak pembaca yang sudah pernah kenal wajahnya dalam film Red Cliff, di situ dia bersahabat akrab dengan adik sang raja yang diperankan oleh Vicky Zhao Wei, menyusup ke dalam kamp prajurit Chao-chao.

Masih ada lagi aktor Hu Jun; yang suka nonton serial silat, mungkin juga kenal dengan dia. Pemeran Kiau Hong (Qiao Feng) dalam Demi God and Semi Devils (Tian Long Ba Bu 2002), Red Cliff, dan Internal Affairs II.

Etnis Miao (Hmong): Song Zuying, salah satu penyanyi folk song papan atas di China

Kelompok Shan Ren Yue Dui dari Yunnan terdiri dari etnis yang berbeda Va dan Buyi

Etnis Uyghur: Dragon Angel Baha Guli

Etnis Tujia: foto model A-duo, For Him Magazine

Etnis Tibet: foto model dan bintang Zhaxi Dunzhu

Etnis Korea: penyanyi Jin Haixin



Etnis campuran: Tan Lina (campuran Chinese dan India)



Luo Jing (Afro Asian, yang sering disebut etnis Blasian)



Etnis Mongol: Pu Bajia pemenang Hao Nan Er Contest (Good Boys Contest)
Referensi dan foto:









February 11th, 2010 at 08:47
Nev: ha ha…buatmu yo ngga menarik blasss to yooooo
February 11th, 2010 at 08:46
jelas banget sekarang…
February 11th, 2010 at 08:26
nah…saiki jelas hi hi…
February 10th, 2010 at 09:16
Mas BagJul: matur nuwun…sek, sek, aku lali iku Hongkong Phoey…opo yo? Pernah krungu sih…
February 10th, 2010 at 09:05
JC>>>
Ayu, ngganteng, resik! Mendunia….
Mana yang seperti Hongkong Phoey jadul?
Hehehe, kartun ‘kan?!
February 9th, 2010 at 12:01
Mas Ilham, dulu tahun 1976, Cina “menciptakan” Photoshop pertama. Ya..proto-Photoshop-lah. Karena ada foto Mao bersama istri Jiang Qing sedang naik kuda saat Long March tahun 1930-an. Jiang ada di belakang Mao sedang mengendarai kuda. Eh…seorang wartawan barat menemukan kejanggal. Ternyata foto itu direlease kembali oleh Partai dengan menghilangkan Jiang Qing. Saat itu dia sedang diadili oleh Gangnya Deng Xiaoping. Itulah tabiatnya komunis yang ditiru Orde Baru.
Pada waktu sebelum Gorbachev naik jadi pemimpin, foto resminya juga tampil tampa tompel di jidatnya. Pak Harto saja melalui Nugroho Notosusanto menghilang foto Soekarno saat pengibaran Sang Saka Merah Putih di rumahnya 17 Agustus 1945, untuk buku sejarah anak SMP.
February 9th, 2010 at 11:56
Lani dan JC. Waktu Chiang Ching (Jiang Qing) di adili, dia diberitakan dengan headline yang puitis. “Teratai Yang Menghanyutkan Mao”. Nama Jiang Qing itu berarti teratai.
February 9th, 2010 at 11:52
Mas Ilhamp, kalau ada uang banyak, saya ajak kamu ke sana… Hahahaha… Soal kompetisi, Cina sangat terdepan. Tidak ada yang bisa mengalahkan. Dulu sih sering dimarahi ILO (organisasi buruh dunia), karena Cina sering memperkerjakan para tahanan untuk industri mereka. Upahnya pasti minim sekali. Di suruh keluar sel aja udah bagus, untuk refresh dan cari kesibukan. Kenapa kita tak meniru mereka ya? Tahanan dirodikan. Itung-itung buang waktu mereka. Jangan-jangan mereka menolak dibebaskan. “Ah, enakan di penjara mas. Ada kerjaan”
February 9th, 2010 at 11:52
ISK : nek ngono sampeyan sama dgn almarhum suami, suka topi ala MAO
JC : mmg bener kok istri MAO bintang pilem…