Kemenangan Bagi Aktivis China

Ryu & Yuka-chan no mama – Jepang

Dear Pembaca Baltyra,

Pada awal bulan Februari ini ada berita yang cukup menarik di negeri Sakura, tepatnya tanggal 2 Februari 2010, aktivis berkebangsaan China bernama Feng Zhenghu mengakhiri aksi protesnya terhadap Pemerintah rezim komunis China.

Feng Zhenghu melakukan aksi protesnya untuk memperoleh hak-haknya sebagai warganegara, di mana tuntutan utamanya adalah hak untuk dapat kembali ke tanah airnya yaitu negara China (RRC). Akibat di tolak untuk kembali ke negaranya itulah Feng Zhenghu terpaksa berbulan-bulan hidup di airport International Narita, Jepang.

Feng Zhenghu memulai aksi protesnya sejak tanggal 4 November 2009. Permasalahannya yang dihadapi Feng memang rumit apalagi kalau harus berhadapan dengan rezim komunis China. Inilah kronologis peristiwa yang akhirnya berbuntut dengan diijinkannya Feng Zhenghu kembali ke tanah air tercinta.

Feng Zhenghu memulai usaha perjalanan kembali ke negara China pada tanggal 7 Juni 2009 untuk pertamakalinya dan ditolak secara tegas oleh otoritas Shanghai. Begitulah Feng selalu mengalami kegagalan dan penolakan baik sebelum keberangkatan ataupun sampai di Shanghai, istilahnya Feng masuk daftar blacklist ”orang yang tidak diinginkan kehadirannya oleh pemerintah rezim komunis China”. Hal ini terus berulang hingga mencapai puncaknya, penolakan ke tujuh kalinya, sejak itulah Feng Zhenghu bertekad untuk melakukan aksi protes di airport Narita, Jepang.

Kisah perjuangan Feng Zhenghu menarik banyak simpatisan, bahkan saking banyaknya simpatisan sehingga kisah hidup Feng yang berdiam di Bandara mendapatkan publikasi luas baik dari mass media, Tv dan juga simpatisan melalui bentuk dukungan lewat Twitter. Konon, dukungan melalui Twitter sekitar 14.000. Satu kata buat Feng,”luar biasa”.

Feng biasa tidur dalam kantong tidurnya dan juga sebuah jaket tebal menemaninya sebagai selimut. Biasanya pukul 6 pagi, Feng akan bangun tidur dan menyambut banyak sapaan pramugari. Pramugari Jepang yang sudah ”akrab” dengan kehadiran Feng akan menyapa ”ohayou gozaimasu. おはようございます” ( artinya selamat pagi ).

Begitu juga pengunjung yang berada di airport yang merasa bersimpati dengan aksi protes Feng akan memberikan dukungan mulai dari ucapan ”ganbatte kudasai”, ataupun pemberian uang, minuman hangat seperti kopi, teh dan juga makanan kering seperti ramen, peanut, soba, udon bahkan kebutuhan hidupnya sehari-hari, yang intinya dukungan bagi Feng supaya tetap sabar dan berjuang untuk memperoleh haknya kembali. Demikianlah hari demi hari, bulan demi bulan dilewati Feng dengan menghabiskan waktu di bandara Narita, Jepang.

Kasus Feng yang unik akhirnya membikin pemerintah Jepang ”gerah” terutama setelah mendapat sorotan dari mass media International pada Natal 2009 yang lalu. Akhirnya setelah melalui negosiasi antara pemerintah Jepang dan rezim Komunis China yang”alot”. Dan juga setelah bertahan untuk waktu yang cukup lama, Feng diijinkan secara resmi oleh Partai Komunis China untuk kembali ke tanah airnya ( RRC ).

Alasan mengapa Feng Zhenhu di black list oleh pemerintah komunis China? Karena Feng Zhenhu adalah aktivitis mahasiswa dalam gerakan demokrasi di tahun 1989 yang melakukan aksinya di lapangan Tiananmen. Seperti kita ketahui gerakan demokrasi itu akhirnya dipadamkan secara”kejam”oleh Partai Komunis China dimana banyak nyawa melayang akibat dikerahkannya tank-tank untuk melindas para pembangkang.

Feng Zhenghu juga menerbitkan sebuah majalah ”Corruption Watch” yang menuliskan adanya korupsi antara pejabat pemerintah dan pihak pengadilan. Majalah Corruption Watch ini terutama beredar di daerah Shanghai ( kampung halaman Feng ). Sudah jadi rahasia umum bahwa tingkat korupsi di China pun termasuk tinggi, bedanya koruptor di China masih bisa terjerat hukuman mati. Itulah bedanya dengan ”tikus-tikus” korupsi di Indonesia yang masih bisa berpesta pora dan tidak bakal terjerat hukuman mati, karena melanggar HAM bukan ?

Feng juga banyak membantu para penduduk China untuk ”melek” hukum, memperjuangkan haknya dikalanya diusir paksa dan dihancurkan rumah-rumahnya oleh pihak pemerintah China. Inilah alasan yang menyebabkan Partai komunis China meradang sejadi – jadinya hingga akhirnya Feng ditolak mentah- mentah untuk tidak diperbolehkan kembali ke Shanghai.

Pendapat Penulis

Feng akhirnya mendapatkan keadilan sehingga bisa kembali ke Tanah airnya, menemui kembali orang -orang yang di tinggalkannya. Sebuah happy ending yang mengharukan. Rencana Feng akan kembali ke Shanghai pada tanggal 14 Februari 2010, tepat tahun baru China ( Tahun Baru Imlek ). Feng mengungkapkan pikirannya yang bagus.

他说,(录音)“应该付 出,我付出了, 其他人就不要付出了.”而且他认为人们都应该为争取自己的权利而坚持努力.(录音)“就这样坚持下去我相信他的权利一 定会回到自己手上来。如果每个人都这样去努力, 这个社会就会变得更好. 而且侵犯你的人, 这个当权者会越来越不行. 因为他每 侵犯你的权利就会带来很大的麻烦, 他就会谨慎了”. ( Mohon bantuan sang redaksi untuk menterjemahkan perkataan Feng, anggap saja sebagai hadiah dari penulis ).

Translation:
He said (As recorded): “All I should pay for that is done; others do not need to pay it anymore.” And he thinks that people should keep on fighting for their rights. (As recorded) “To stick to fighting, I’m sure that the rights will certainly return to his hands. If everyone can make effort like that, our society will get better. And those persons who always violate you, especially that one in authority will go from bad to worse, because he will get in trouble when he wants to invade your rights every time. Then he should be very cautious before he is going to do it.”

Senyum mengembang pada wajah Feng saat memasuki pabean Jepang pada tanggal 3 Februari 2010. Akhir perjuangan yang tidak sia-sia, semoga segala sesuatunya lancar pada saat kembali ke Shanghai, China.

Satu ucapan yang di ungkapan Feng adalah sebagai berikut “在 这场博弈中, 我是一个弱势者,没有权力, 只有靠法律, 智慧与勇气, 保护自己的权利, 与绝对强大的官府抗衡.”( silakan redaksi Baltyra menterjemahkan, anggap saja sebagai PR di tahun baru Imlek ).

Translation:
“In this game, I am an underdog and have no power. All I have is the law, wisdom and courage to protect my own rights and contend against the absolutely powerful authority.”

Akhir kata, menjadi manusia bebas adalah hak semua manusia. Bagaimanapun Feng memang berhak mendapatkan keadilan, dan yang bikin penulis salut adalah kesabarannya untuk tetap bertahan. Aksi protesnya yang santun, mengikuti aturan justru menjadi kekuatan bagi Feng untuk memperoleh dukungan dan simpati dari berbagai pihak.

Sekali lagi selamat buat Feng Zhenghu, akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarga tercinta sekaligus bisa merayakan hari raya Imlek di kampung halaman tercinta. Selamat Tahun Baru Imlek buat semua pembaca Baltyra yang merayakan.  

新年快樂 ( baca : xin nian kuai le )

Terimakasih buat semuanya, mohon maaf sebelumnya kalau penulis tidak sempat membalas komen satu demi satu..

Salam hangat dari Jepang yang dingin,
Ryu & Yuka-chan no mama

 

Referensi :
http://soundofhope.org/programs/162/150004-1.asp
http://erabaru.net/top-news/36-news1/10299-aksi-protes-aktivis-china-di-bandara-jepang-berakhir

About Hani Yamashita

Berasal dari Jogja. Melanglang buana menempuh studi dan bertemu dengan tambatan hatinya dari Jepang. Menikah dan berkeluarga dengan dua orang anak, tinggal di Jepang. Salah satu hobinya adalah menulis dan sudah menerbitkan beberapa buku.

Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.