Orang-Orang yang Beruntung

Cinde Laras

Tambah sadar setelah selama ini, kalau orang-orang di Indonesia ini termasuk jenis orang-orang yang beruntung. Maksudnya, selalu merasakan mendapatkan untung setiap kali. Gak peduli seperti apa keadaan telah berlaku, tetap bersyukur dan tak lupa bilang "Untuuuung….!"

Ketika ada pelarangan jual-beli baju bekas yang diimpor dari luar, para pedagang kucing-kucingan dengan petugas bea-cukai yang merasa sudah ditipu dengan cara masuknya baju "monja" lewat segala cara. Ada yang dimasukkan dari laut, ada juga yang diselundupkan lewat udara.

"Ulah pengimpor baju ilegal seperti ini kan hanya akan merugikan rakyat dan negara. Rakyat tidak pernah tau seperti apa bahaya yang bisa ditimbulkan baju bekas pakai yang barangkali saja bisa menimbulkan wabah penyakit berbahaya karena barang yang diselundupkan tidak melalui karantina…", begitu kira-kira alasan para pejabat yang berwenang yang berkaitan langsung dengan hal ini.

Tapi coba kita tanyakan pada orang-orang yang jadi konsumen baju "monja" ini. Tak sedikit dari mereka yang merasa "bersyukur" karena bisa mendapat baju bagus dengan harga murah. Malah sering kali ada yang merasa sangat beruntung karena kadang dalam saku baju "monja" itu terselip sejumlah uang asal negara pengimpor.

"Untuuung, saya bisa punya jas bagus, biar kata cuma bekas, tapi yang ini murah…", begitu mungkin kata-kata yang akan diucapkan si pembeli saat ditanya.
Benar-benar tau bagaimana cara bersyukur.
*
Lalu resmilah keterbukaan perdagangan dengan China, beberapa saat lalu. Sekarang di Indonesia ini terjadi banjir produk China. Dari yang berteknologi canggih macam BB palsu, hingga yang resmi abal-abal kayak tekstil China yang sudah terang-terangan mencuri ide pola batik kita.

Padahal ide pola batik itu warisan budaya negara kita. Biar kata gak ada paten-nya, semua juga tau kalau batik itu dari Indonesia. Yang tiba-tiba dibajak. Diproduksi secara meluas di China, untuk dikirim kembali ke Indonesia. Parahnya, harganya dibuat dumping, murah sekali.

Sementara hampir semua pertokoaan saat ini memasukkan produk tekstil China dalam toko mereka. Dan sungguh syusyah bagi pembeli untuk memilih, biar kata ada niat dalam hati untuk hanya beli produk negeri sendiri. "Mari mencintai produk-produk Indonesia !", begitu ajakan para pecinta negeri ini. Tapi kita gak pernah tau produk baju berjudul apa saja yang bukan diproduksi negeri kita sendiri. Jadi terpaksa beli yang disediakan pasar. Meski aku sangsi. Barangkali sekalipun orang-orang tau kalau produk yang dibelinya dibuat di China, mereka akan tetap memilih membelinya.

"Habis bagus dan murah, sih !", begitu barangkali yang akan mereka ucapkan kalau ditanya mengapa beli produk China.
"Kan namanya tidak cinta produk Indonesia, Mbak ?", begitu barangkali protes si penanya. Dan aku bisa bayangkan jawaban si Mbak pembeli….
"Kan uangnya terbatas, jadi masih untung dengan uang segini bisa beli baju…". Wah, sudah belinya produk asing, masih bisa bersyukur lagi…. Damn ! Nilai Rupiah memang makin hari makin tidur. Hehehe…, saya jadi ingat angan-angan saya yang kepengen negara ini punya kurs mata uang yang 1 rupiahnya senilai 1.000 $US. Kapan ya ?
*
Pagi ini ada headline gede di Sindo, isinya tentang Indonesia yang tak akan tarik produk Toyota dan Honda yang dianggap cacat, seperti Eropa dan Amerika. Walah ! Gimana mau ditarik ?

Emang kalau ditarik trus para pedagang itu mau ganti rugi ? Opo tumon ? Jualan baju yang warnanya ngejreng karena celupan wenter lalu dibaderol harga mahal aja banyak yang mau beli, kok, yang penting belinya di department store mewah seperti yang sudah dibangun di semua daerah itu.

Apalagi beli mobil bergengsi yang bermerek termasyur dengan seri terbaru yang harganya selangit. Apa iya orang-orang kaya Indonesia itu beli yang sesuai kebutuhan ? Gak ada itu. Orang-orang kita suka pamer barang baru. Yang ada orang-orang yang cuma mau bergaya agar kelihatan punya gengsi punya mobil baru yang mahal. Lalu ngapain mobil cacat dipikirkan ? Cacat aja laku !

Yang beli pada indent lagi ! Yang penting gengsi.

Gengsi, hal yang membuat orang tetap berusaha agar bisa dibilang ngetrend. Tapi akan lebih sedih lagi kalau sampai ada yang bilang….
"Masih untung bisa beli mobil baru biar kata mobilnya dibilang cacat produksi, dari pada yang cuma bisa kesana-kemari jalan kaki ?".

Camry 2009

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.