Japanese Beauty Product

Dewi Aichi – Brazil

Masih ingat dengan berita mengenai penarikan produk Doktor Kayama oleh BPOM?  Disinyalir bahwa produk-produk tersebut adalah palsu. Berita yang menyatakan palsu memang tidak beredar di surat-surat kabar atau media. Kebanyakan memberitakan bahwa produk Doktor Kayama  mengandung mercuri yang melebihi batas aman, jadi BPOM memutuskan untuk menarik dan memusnahkan. Bisa dilihat di sini:

http://118.97.48.164:8796/public/hukum_perundangan/pdf/kayama.pdf

Seorang kenalanku yang mempunyai clinic kesehatan dan kecantikan kulit yang berada di jl. Monjali Jogja adalah salah satu korban. Bukan korban karena memakai produk ini, tapi korban sebagai orang yang memakai produk ini untuk usahanya. Clinic itu sekarang sudah tutup semenjak pemberitaan tersebut heboh di media. Sebagai usaha satu-satunya dan memiliki beberapa karyawan, sungguh suatu keputusan yang sangat berat. Karena memang clinic itu hanya memakai produk Doktor Kayama, maka diapun harus rela menutup usahanya. Yang lebih memberatkan bahwa nama clinicnyapun Doktor Kayama.

Entahlah, bagaimana dia sekarang untuk membangun lagi usahanya. Mendapatkan client lagi seperti dulu. Email terakhir yang saya terima bahwa sekarang dia pindah ke Bandung. Semoga dia mendapatkan solusi dan membangun lagi usahanya meskipun harus dari awal lagi.

Kenapa ya hal seperti itu terjadi berulang-ulang? Bagaimana bisa kecolongan? Produk Doktor Kayama sudah beredar luas di Indonesia. Bahkan pemakai produk ini sudah banyak sekali.Kenapa tidak dari awal produk tersebut masuk ke Indonesia , di teliti. Sekarang, sudah terlambat, setelah semuanya terjadi, BPOM baru melakukan penelusuran.

Dulu, waktu berita ini heboh, sayapun menerima beberapa email dari teman-teman di Indonesia tentang produk Doktor Kayama. Di jepang sendiri tidak ada produk kosmetik dengan merk Doktor Kayama, jadi saya tidak bisa menjawabnya.

Menurut BPOM, perusahaan yang memproduksi produk Doktor Kayama yaitu Ichiyama International PTe.ltd, tidak terdaftar di Jepang. Juga Universal Beauty Enterprise Sdn.Bhd selaku importir yang mengimport produk tersebut dari Jepang ternyata juga tidak pernah terdaftar di Malaysia. Dan juga dokument yang diajukan oleh CV.Estetika Karya Pratama (selaku penjual di Indonesia) yang menjelaskan bahwa kedua perusahaan tersebut terdaftar di negara masing-masing adalah palsu. BPOM kecolongan lagi untuk kesekian kalinya.

Produk Doktor Kayama ini tidak murah, kemasan setiap produknya juga mewah dengan dicantumkan ijin BPOM. Untuk 1 set produk beserta jasa konsultan dan perawatannya seperti acne set, brightening set, facial,masker, serum ini bisa menghabiskan sekitar 3 juta rupiah. Mahal bukan?  Makanya dulu sempat mencoba membuka situs www.doctorkayama.com, tapi selalu "under renovation".

Bagi wanita yang ingin mencoba kosmetik baru , harus lebih jeli, apabila ada keterangan di labelnya misalnya situs, jangan malas untuk mengechecknya. membaca label pada setiap kemasan itu mutlak, agar kita tidak salah pilih yang akibatnya merugikan diri sendiri, bahkan membahayakan kesehatan. Walaupun semua itu tidak menjamin, toh tidak ada salahnya kita lebih hati-hati. Harga mahal belum tentu bagus, buktinya produk ini, Doktor Kayama, harga mahal, tapi ternyata palsu dan bahkan bahaya untuk kesehatan. Lebih bijak dan lebih kritis dalam menyikapi suatu produk, jangan gampang termakan iklan.

 

Picture : doctorkayama.com

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.