Es Lobi-lobi yang Memabukkan

Adhe Mirza Hakim – Bandar Lampung

Siang itu suhu udara terasa terik menyengat, mang Soleh yang terlihat sangat kelelahan, setelah menggenjot Becak nya seharian demi mengumpulkan uang setoran becak pada Ko Akiong sebesar Rp. 25.000/hari, mencari tempat melepas penatnya ke warung nasi milik mak Oyot.

“Mak, pesen nasi pecel plus teh tawar anget,” pinta mang Soleh, sambil menarik bangku panjang yang ada di hadapannya,

“Tumben…pesen teh tawar, biasanya minum es teh manis?” sahut mak Oyot sambil bertanya,
“Biasalah mak, suhu udara emang lagi panas tapi kowe ora melu melu minum es!” jawab mang Soleh sambil tersenyum,

Selain mang Soleh, ada juga bang Miun si tukang ojek, yang tampak sedang menyeruput secangkir kopi sambil mengunyah kudapan pisang goreng, sejurus kemudian bang Miun ikut menimpalin ucapan mang Soleh,

“Iya sekarang lagi ada minuman es yang bakal membuat peminumnya ‘mabok’!”
“Es apa bang Miun? Bisa ngebuat yang minum mabok, apa Es campur bir?” tanya mak Oyot sambil ngulek bumbu pecel,
“Hehehe…penasaran mak?”
“Iya, biasanya kan minum Es buat menghilangkan haus bukan ngebuat mabok,” sahut mak Oyot,

“Sekarang ini lagi musim Es Lobi-lobi !” kata bang Miun sambil tersenyum sinis,
“Lho…bukannya rasa buah Lobi-lobi itu kecut bin asem, kenapa dibilang bisa buat mabok?” tanya mang Soleh ikut terpancing untuk bertanya,
“Mang Soleh, apa sampean nggak pernah nonton Tipi?” tanya bang Miun,
“Boro-boro mau nonton Tipi punya aja nggak,” sahut mang Soleh sambil minum teh tawar anget,
“Es Lobi-lobi itu diminum bisa bikin mabok soalnya setelah diminum bisa mimpi jadi Menteri! Hahahaha…” kata bang Miun sambil tertawa terbahak-bahak,

“Bang Miun eling…bang!” timpal mak Oyot mengingatkan bang Miun agar sadar kalo ketawa jangan keras-keras, ntar anjing di rumah bung Charles yang ada disebelah warung, bisa ikutan ngamuk dan suara gonggongan nya bisa bikin sakit kepala mak Oyot kambuh.
“Mimpi jadi Mantri apaan bang Miun?” tanya mang Soleh tampak kebingungan nggak faham,
“Aduuuh…mang Soleh ini gimana sih, bukan Mantri tapi Menteri ! kalo Mantri itu kerjaannya di Puskesmas sedang Menteri kerjanya di Gedung Mentereng,” jelas bang Miun setengah jengkel atas keluguan mang Soleh,

“Menteri itu jabatan yang Prestisius yang di mimpikan oleh setiap politikus,” jelas bang Miun
“Apaan sih Prestisius koq jadi inget bandeng Presto, trus Politikus apa ada hubungannya dengan tikus?”
“Ampuuun…mang Soleh koq nggak mudeng ya! Capeek deh…” sahut bang Miun,
“Istirahat bang kalo capek,” sela mak Oyot sambil menyindir bang Miun,
“Prestisius itu artinya bergengsi dan Politikus itu orang yang kerjaannya berpolitik praktis,” jelas bang Muin berusaha menjelaskan secara detail kepada mang Soleh dan mak Oyot yang lugu dan nggak mudeng sama urusan politik Negeri ini,
“Bang Miun, aku ini wong cilik, tiap hari hanya mikir, bisa makan apa nggak ini hari?” kata mang Soleh bersahaja,

“Wong gedean di atas sana, hanya ngeributin jatah kursi jabatan, nggak mikir panjang gara-gara mereka saling gontok-gontokan, kan wong cilik juga yang susah, kalo mereka masih bisa makan enak, kita ini bisa makan nasi apek aja udah syukur!” lanjut mang Soleh

“Harusnya mereka yang di atas sana melihat ke bawah ke para wong cilik seperti kita ini, apa bisa mereka menjaga agar harga beras nggak naik, apa kita bisa berobat ke Puskesmas dengan gratis dan anak-anak kita bisa sekolah gratis?” tuntut mang Soleh sambil menghela nafas panjang,

“Iya juga ya, nge-ness ngelihat makin banyak wong susah, pengangguran meningkat, tambah banyak wong jadi nekat maling karena tuntutan perut,” sahut mak Oyot menambahkan,
“Sudahlah kita ini semua wong cilik, yang cuma tau hal-hal sederhana yang terjadi di depan mata, bukan yang berbentuk mimpi kali yeee..” sungut bang Miun,
“Hanya mau tau aja apa skor 7 vs 2 bisa berubah kedudukannya karena ada iming-iming Es Lobi-lobi?” tanya bang Miun untuk terakhir kalinya,
“Wallahu’alam” sahut mang Soleh dan mak Oyot bersamaan,

Hehehe….mereka menjawab dengan gelengan kepala yang sama bingungnya, apalagi maksud dari Skor 7 vs 2 itu, kalau ditanyakan ke bang Miun apa artinya itu, bakal buat bang Miun capeek deh menjelaskan lagi maksud skor 7 vs 2.

Sama hal nya dengan berita-berita di media cetak maupun elektronik yang ngebahas “Kasus Bank Century”, bener-bener bikin capek hati dan pikiran, lha wong perkaranya jelas dan jawabannya juga jelas, koq malah dibuat ‘kabur’. Coba sang Maestro Hipnotis Mr.Romi Rafael, didaulat untuk hadir di Gedung DPR, lalu menghipnotis para pelaku Bailout Kasus Bank Century "Untuk berbicara yang sebenarnya melalui pikiran alam bawah sadar mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi" hehehe… apa bisa ya???

Sidang Pansus yang disiarkan secara langsung di TV, memuat adegan debat kusir yang dipertontonkan oleh salah seorang Wakil Rakyat yang terhormat, malah membuat diri ini malu, kata-kata sumpah serapah bertebaran, apa ini yang namanya Dewan yang terhormat? Koq malah mirip Preman Pasar Pagi ya…

Okelah kalo begitu, cukup sampai di sini dulu obrolan di warung mak Oyot, pesen terakhir dari kami wong cilik, “Semoga Pansus Bank Century, tetap istiqomah dalam menegakkan kebenaran, ingatlah jabatan Menteri itu tidak lebih mulia daripada Mantri Kampung yang justru lebih ikhlas bekerja dan melayani wong cilik tanpa pasilitas mobil dan rumah mewah sekalipun !” Tabik….

Segeeeeerrrrr!!!!

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.