Sunday, 21 February 2010
Adhe Mirza Hakim – Bandar Lampung
Siang itu suhu udara terasa terik menyengat, mang Soleh yang terlihat sangat kelelahan, setelah menggenjot Becak nya seharian demi mengumpulkan uang setoran becak pada Ko Akiong sebesar Rp. 25.000/hari, mencari tempat melepas penatnya ke warung nasi milik mak Oyot.
“Mak, pesen nasi pecel plus teh tawar anget,” pinta mang Soleh, sambil menarik bangku panjang yang ada di hadapannya,
“Tumben…pesen teh tawar, biasanya minum es teh manis?” sahut mak Oyot sambil bertanya,
“Biasalah mak, suhu udara emang lagi panas tapi kowe ora melu melu minum es!” jawab mang Soleh sambil tersenyum,
Selain mang Soleh, ada juga bang Miun si tukang ojek, yang tampak sedang menyeruput secangkir kopi sambil mengunyah kudapan pisang goreng, sejurus kemudian bang Miun ikut menimpalin ucapan mang Soleh,
“Iya sekarang lagi ada minuman es yang bakal membuat peminumnya ‘mabok’!”
“Es apa bang Miun? Bisa ngebuat yang minum mabok, apa Es campur bir?” tanya mak Oyot sambil ngulek bumbu pecel,
“Hehehe…penasaran mak?”
“Iya, biasanya kan minum Es buat menghilangkan haus bukan ngebuat mabok,” sahut mak Oyot,
“Sekarang ini lagi musim Es Lobi-lobi !” kata bang Miun sambil tersenyum sinis,
“Lho…bukannya rasa buah Lobi-lobi itu kecut bin asem, kenapa dibilang bisa buat mabok?” tanya mang Soleh ikut terpancing untuk bertanya,
“Mang Soleh, apa sampean nggak pernah nonton Tipi?” tanya bang Miun,
“Boro-boro mau nonton Tipi punya aja nggak,” sahut mang Soleh sambil minum teh tawar anget,
“Es Lobi-lobi itu diminum bisa bikin mabok soalnya setelah diminum bisa mimpi jadi Menteri! Hahahaha…” kata bang Miun sambil tertawa terbahak-bahak,
“Bang Miun eling…bang!” timpal mak Oyot mengingatkan bang Miun agar sadar kalo ketawa jangan keras-keras, ntar anjing di rumah bung Charles yang ada disebelah warung, bisa ikutan ngamuk dan suara gonggongan nya bisa bikin sakit kepala mak Oyot kambuh.
“Mimpi jadi Mantri apaan bang Miun?” tanya mang Soleh tampak kebingungan nggak faham,
“Aduuuh…mang Soleh ini gimana sih, bukan Mantri tapi Menteri ! kalo Mantri itu kerjaannya di Puskesmas sedang Menteri kerjanya di Gedung Mentereng,” jelas bang Miun setengah jengkel atas keluguan mang Soleh,
“Menteri itu jabatan yang Prestisius yang di mimpikan oleh setiap politikus,” jelas bang Miun
“Apaan sih Prestisius koq jadi inget bandeng Presto, trus Politikus apa ada hubungannya dengan tikus?”
“Ampuuun…mang Soleh koq nggak mudeng ya! Capeek deh…” sahut bang Miun,
“Istirahat bang kalo capek,” sela mak Oyot sambil menyindir bang Miun,
“Prestisius itu artinya bergengsi dan Politikus itu orang yang kerjaannya berpolitik praktis,” jelas bang Muin berusaha menjelaskan secara detail kepada mang Soleh dan mak Oyot yang lugu dan nggak mudeng sama urusan politik Negeri ini,
“Bang Miun, aku ini wong cilik, tiap hari hanya mikir, bisa makan apa nggak ini hari?” kata mang Soleh bersahaja,
“Wong gedean di atas sana, hanya ngeributin jatah kursi jabatan, nggak mikir panjang gara-gara mereka saling gontok-gontokan, kan wong cilik juga yang susah, kalo mereka masih bisa makan enak, kita ini bisa makan nasi apek aja udah syukur!” lanjut mang Soleh
“Harusnya mereka yang di atas sana melihat ke bawah ke para wong cilik seperti kita ini, apa bisa mereka menjaga agar harga beras nggak naik, apa kita bisa berobat ke Puskesmas dengan gratis dan anak-anak kita bisa sekolah gratis?” tuntut mang Soleh sambil menghela nafas panjang,
“Iya juga ya, nge-ness ngelihat makin banyak wong susah, pengangguran meningkat, tambah banyak wong jadi nekat maling karena tuntutan perut,” sahut mak Oyot menambahkan,
“Sudahlah kita ini semua wong cilik, yang cuma tau hal-hal sederhana yang terjadi di depan mata, bukan yang berbentuk mimpi kali yeee..” sungut bang Miun,
“Hanya mau tau aja apa skor 7 vs 2 bisa berubah kedudukannya karena ada iming-iming Es Lobi-lobi?” tanya bang Miun untuk terakhir kalinya,
“Wallahu’alam” sahut mang Soleh dan mak Oyot bersamaan,
Hehehe….mereka menjawab dengan gelengan kepala yang sama bingungnya, apalagi maksud dari Skor 7 vs 2 itu, kalau ditanyakan ke bang Miun apa artinya itu, bakal buat bang Miun capeek deh menjelaskan lagi maksud skor 7 vs 2.
Sama hal nya dengan berita-berita di media cetak maupun elektronik yang ngebahas “Kasus Bank Century”, bener-bener bikin capek hati dan pikiran, lha wong perkaranya jelas dan jawabannya juga jelas, koq malah dibuat ‘kabur’. Coba sang Maestro Hipnotis Mr.Romi Rafael, didaulat untuk hadir di Gedung DPR, lalu menghipnotis para pelaku Bailout Kasus Bank Century "Untuk berbicara yang sebenarnya melalui pikiran alam bawah sadar mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi" hehehe… apa bisa ya???
Sidang Pansus yang disiarkan secara langsung di TV, memuat adegan debat kusir yang dipertontonkan oleh salah seorang Wakil Rakyat yang terhormat, malah membuat diri ini malu, kata-kata sumpah serapah bertebaran, apa ini yang namanya Dewan yang terhormat? Koq malah mirip Preman Pasar Pagi ya…
Okelah kalo begitu, cukup sampai di sini dulu obrolan di warung mak Oyot, pesen terakhir dari kami wong cilik, “Semoga Pansus Bank Century, tetap istiqomah dalam menegakkan kebenaran, ingatlah jabatan Menteri itu tidak lebih mulia daripada Mantri Kampung yang justru lebih ikhlas bekerja dan melayani wong cilik tanpa pasilitas mobil dan rumah mewah sekalipun !” Tabik….
Segeeeeerrrrr!!!!
February 24th, 2010 at 15:42
Bikin ngiler aja
February 23rd, 2010 at 14:37
Esnya lagi larisss manisssss, mbaAdhe
February 23rd, 2010 at 09:54
ampun dah ini es lobi2, sumpah aku sampai GLEKKKKKKK saking kangennyaaaaaaaaaaaa…
February 23rd, 2010 at 08:47
@Mba Alex, hehe…siiip markusip seneng aku istilah ini, jadi inget Pepes Rusip yang bikin pingsan kalo nggak kuat sama mambunya, hehehe…
@HN, iya adinda, ada Es Anonim hari ini di launching di warung mak Oyot, hehe..
@Mba Dewi, ada menu Ayam Bakar Kolusi dan Es Kongkalingkong, hehehe…
@Mba Syanti, hehehe….iya, Lobi-lobi yang asli warnanya merah dan asem, kalo yg ini beda warnanya bisa merah dan biru tergantung pecahan nominalnya, hehe.
February 23rd, 2010 at 08:27
Dear Admin, thanks sdh posting Es Lobi-lobi ini, sekilas seperti artikel kuliner ya…hehehe dan buat Baltyrans yang sudah membaca dan meninggalkan comment, terimakasih yaaa…maaf baru bisa menanggapi satu-satu hari ini.
@Mba Lani, iya…kita ini nggak melu-melu untuk urusan politik, mumet….met! thanks mba sudah mampir.
@Mba Imeii, Lobi-lobi itu sejenis buah cerie, bulat agak keras rasanya asem banget, di dekat kantorku ada resto yang menjual es lobi-lobi ini. Soal skor 7 vs 2, sekarang sudah nggak penting lagi, lha…endingnya anonim, hehe.
@Om Sirpa, 7 artinya setujuh dan 2 artinya anonim, hehehe…..kan tidak boleh menyebutkan nama 2 orang yang diduga telah bersalah. Hanya di Indonesia, suatu kejahatan yang timbul tapi tidak ada pelakunya.
@Om Dj, salam manis juga dari sini, waduuh Om sempat sakit ya gara2 tahu gunting, kalo gitu nggak bisa makan pecelnya Mak Oyot ya? hehehe…jujur aja, sebenernya warung Mak Oyot ini memang ada, dan makanan yg aku suka dari warung ini adalah pecelnya yg maknyuss, cuma kalo yg nggak kuat pedes bisa bermasalah nanti, hehehe….soal Es lobi-lobi juga ada, tapi nggak dijual di warung Mak Oyot, adanya di Resto dekat kantorku, trus musim dingin kek gini emang minum es bukan pilihan yg tepat tapi enaknya minum wedang ronde sama bajigur! hehehe.
@Pak de Sumonggo, menu hari ini, Nasi Campur Tahu sama Tahu dan Es Anonim.
@Bung ISK, ada menu Kepiting Saos Koalisi dan Gurame goreng Pansus.
@Elnino, mau menu baru dari mak Oyot, Karedok Resuffle, hehehehehe……
@JC, nah tinggal pilih menu2 yang ada di atas ini, hehehe…ditanggung mabok seminggu!
@Den Mas Kemplu, Pepes buntut Kebo? haiyaaaa…..enak juga Sup buntut Kebo, hehe…
February 22nd, 2010 at 22:03
Ha ha ha ha…saya kira es buah lobi-lobi yang warnanya merah itu lho…!
Lobi para wakil rakyat tho!
February 22nd, 2010 at 19:50
Kalau seperti itu, jangan pesan lagi AYAM MBAKAR WONG SOLO, tapi AYAM AYAM MBAKAR WONG GEDUNG MENTERENG he he..
February 22nd, 2010 at 19:30
ditambah es halo2 mbak adhe…
February 22nd, 2010 at 12:25
Adeh: Es lobi2 n Bandeng Presto siiip markusip deh