Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Manicure yuk!

Sunday, 21 February 2010

Viewed 3155 times, 4 times today | 98 Comments |

Dewi Aichi – Brazil

Manicure, bisa dikatakan perawatan kuku. Kalau dari sudut pandang pak DJ, pasti itu nail art..ya ngga pak? Aku suka sekali menicure. Kalau habis manicure, rasanya ngga mau pegang sapu, ngga mau nyuci piring, ngga mau ngapa-ngapain deh he he..takut rugi, udah bayar buat manicure, nyampai rumah harus ngepel….ancur deh kuku.

Tapi ngga begitu kok, aku biasanya kalau manicure cuma bersihin cuticula saja, jadi tidak harus pakai nail polish. Sekarang kan banyak di rumah, jadi ngga perlu-perlu banget pakai nail polish. Beberapa kali aku ke salon di Indonesia untuk manicure dan pedicure, tapi sangat beda dengan di Brazil. Kalau di Indonesia, menurut pengalaman aku, saat manicure dan pedicure, kebanyakan dipijat . Ngga masalah sih, karena memang enak sekali di pijat. Selain dipijat, dibersihin, dirapiin kukunya. Kemudian dicat.

Di Brazil prosesnya lebih lama, untuk membersihkan cuticulanya saja bisa 1 jam lebih. Tapi hasilnya sangat rapi, dan indah. Belum proses pengecatan, dan pengeringan. Pernah lihat di tv swasta di Indonesia, di Jakarta ada sebuah salon, tapi milik orang Spanyol, prosesnya hampir sama dengan di Brasil, tapi yang masuk ke salon itu kebanyakan selebritis Indonesia.

Untuk menjadi profesional dalam hal menicure dan pedicure perlu mengikuti kursus ketrampilan. Di Brazil banyak sekali sekolah-sekolah untuk manicure dan pedicure. Malah biayanya lebih murah. Di Indonesia ada tempat kursus, tapi  menurutku mahal sekali biayanya. Untuk tingkat dasar(menicure pedicure, french menicure) selama 36 jam, biayanya mencapai Rp. 4.500.000. Tingkat professional selama 72 jam, biayanya Rp. 7.500.000. Tingkat advance selama 108 jam, biayanya mencapai rp.12.000.000. Mahal sekali ya?????Menurut temanku, ini kursus milik orang Korea, yang berada di Jakarta.

Aku sih ngga mau kursus mahal-mahal, kalau manicure pedicure sendiri sih masih okelah he he, pengen coba? Kadang-kadang saya ngajak teman yang memiliki kuku bagus untuk saya jadikan kelinci percobaan he he…mereka justru senang sekali, lha gimana ngga senang…wong gratis, ngga perlu repot-repot ke salon, bisa punya kuku indah.

Ketika masih di Jepang, saya suka iseng beli kuku imitasi, tapi buat dipasangin ke kuku teman, buat percobaan itu tadi he he. Dengan modal kuas, gel extention, nail polish, saya belajar nail extention. hasilnya ternyata ngga ngecewain kok. Kalau french manicure memang agak susah, perlu belajar melukis dulu.

Di Indonesia apakah pekerjaan sebagai manicure pedicure mempunyai peluang yang bagus? Kelihatannya kurang ramai ya? Di Brazil, untuk menicure dan pedicure, harus janji jauh sebelumnya, kalau ngga janji duluan, ngga bakal bisa, karena biasanya setiap weekend, semua salon pasti penuh. Kecuali weekday, salon agak lengang.

Meski tak selalu menjadi pusat perhatian, namun kuku menjadi nilai tambah dalam berpenampilan.Untuk itulah kuku membutuhkan perawatan yang tepat, agar terbebas dari kerusakan dan kerapuhan.Manicure dan pedicure merupakan alternatif yang tepat menurut saya.

Rawatlah kuku dengan virgin olive oil misalnya, rendam selama 10-15 menit, minimal sebulan sekali. Mengkonsumsi makanan yang kaya biotin atau vitamin B. Itu yang saya lakukan untuk merawat kuku. Silahkan mencoba!

Share This Post

Posted by Sunday, 21 February 2010 on 22:16.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

98 Responses to “Manicure yuk!”

Pages: [10] 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 98
    Lani Says:

    KANG ANUUUUUUU 95 : jawabnya isooooooo……asal kuku jempol mu sing NEYENG kuwi diamplas sek wakkakaka

  2. 97
    Dian Nugraheni Says:

    wehh, nek meni pedi ki seumur2 aku rung tau je, lha bar kuwi asah2 maneh, kayane eman2 deh…tapi nek kon nglukis kuku2..hayuh aja..aku suka melukissssss….ha2…

  3. 96
    Rosda Says:

    DA, tetep aja aku ngeri lihat kuku yg di lukis…..seperti plastik !!

  4. 95
    anoew Says:

    Kalau kuku jempol sikilku bisa di-manicure po ra Wik?

  5. 94
    aruel Says:

    wah mantab bnget nie tutor capa yc……..? he…he
    cm mau nx nie mba cat yg d gnakn it cat ap dan mndpat kn x d mana
    thank ya mba smoga cpat d jawab……..

  6. 93
    Dewi Aichi Says:

    Mea : wah…1 menit setelah aku koment no 82, langsung petttttttttttttttt….internet keputus, modem kena petir, tilpon langsung mati fungsi sampai hari ini baru beres hi hi…

    Lani,JC: ayo…ndaftar sik, formulir pendaftaran tersedia di meja redaksi….jari kaki 10 kali lipat lebih mahal lho yo, terutama sikil buto….

    Nev: pengen guling yang bisa senyumkah? he he….

    Sophie: weeeeeeeeeeee…penampakan tambah ayu nih yaaaa…..

    Kornelya: wah…perlu dicoba nih tips kamu….thank’s ya…sudah berbagi tips disini….

  7. 92
    Kornelya Says:

    Mba Dewi, aku diajari temanku pemilik mani & pedicure resep praktis . Campurkan dua sendok shampo dengan 2 liter air hangat, tambahkan 2 sendok garam kasar dan perasan satu buah jeruk nipis. Rendam kuku tangan/kaki yang mau dibersihkan selama sepuluh menit. Dijamin kukunya melunak dan tinggal gunting dan dibersihkan/kikir lalu dioles body lotion. Disini, kuteks warna warni siap pakai dengan berbagai motif pilihan dan ukuran kuku bisa dibeli di dolar store. $1 untuk sepuluh jari, kwalitasnya sama dengan yang dijual disalon. Salam!!

  8. 91
    nevergiveupyo Says:

    DA : itu lo tant…kmrn ada yg masang foto guling yg dikutek-in….
    mea : guling yg bisa meluk balik ya?? asyik tuh ..hehe

Pages: [10] 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)